Veda Ega di Posisi ke-21 Setelah Tampil di 10 Besar FP2 Moto3 Italia 2026

bola9 Dilihat

DermayuMagz.com – Veda Ega Pratama mengalami hasil yang kurang memuaskan pada sesi latihan bebas kedua (FP2) Moto3 Italia 2026. Setelah sebelumnya menempati posisi ke-20 di FP1, kali ini pembalap muda asal Gunungkidul itu harus puas berada di urutan ke-21.

Posisi ke-21 ini menempatkannya di peringkat keenam dari bawah pada sesi yang berlangsung Sabtu (30/5) siang WIB. Perjuangan Veda Ega sebenarnya dimulai dengan cukup baik di FP2.

Ia sempat berada di posisi ke-11 pada awal sesi. Bahkan, pembalap dari tim Honda Team Asia ini sempat menembus posisi 10 besar.

Namun, persaingan di kelas Moto3 selalu ketat. Para pembalap lain terus meningkatkan kecepatan mereka di setiap putaran. Akibatnya, Veda Ega Pratama perlahan-lahan merosot posisinya.

Saat sesi latihan bebas kedua menyisakan 12 menit, Veda Ega tercatat berada di urutan ke-17. Ia berusaha keras untuk memperbaiki posisinya.

Dengan tujuh menit tersisa, Veda sempat mencoba melesat dan naik ke urutan ke-13. Namun, performanya kembali menurun dalam lima menit terakhir.

Akhirnya, Veda Ega Pratama menyelesaikan sesi FP2 di posisi ke-21 dengan catatan waktu 1 menit 56,148 detik. Sementara itu, pembalap asal Spanyol, Alvaro Carpe, berhasil mengamankan posisi terdepan pada menit-menit akhir.

Carpe mencatatkan waktu tercepat 1 menit 55,052 detik, sehingga ia berhak menjadi yang tercepat di FP2 Moto3 Italia 2026.

Tetap Ikut Q2

Meskipun hasil FP2 kurang memuaskan, posisi Veda Ega Pratama di klasifikasi gabungan tidak terpengaruh. Ia dipastikan akan langsung melaju ke sesi kualifikasi kedua (Q2) untuk Moto3 Italia 2026.

Kepastian ini didapat berkat performanya yang impresif pada sesi practice sebelumnya. Saat itu, Veda berhasil menempati urutan kesembilan dengan catatan waktu 1 menit 56,305 detik.

Dengan demikian, Veda Ega tidak perlu mengikuti sesi kualifikasi pertama (Q1) yang akan digelar pada Sabtu sore. Ini menjadi modal penting baginya untuk meraih posisi start yang baik di balapan Moto3 Italia 2026.

Peluang untuk merebut pole position pun masih terbuka lebar bagi Veda Ega Pratama.

Jadwal Moto3 Italia 2026

Berikut adalah jadwal lengkap sisa rangkaian Moto3 Italia 2026:

Sabtu, 30 Mei 2026

  • 17:45 – 18:00 WIB: Kualifikasi 1
  • 18:10 – 18:25 WIB: Kualifikasi 2

Minggu, 31 Mei 2026

  • 16:00 WIB: Balapan

DermayuMagz.com – Arsenal harus menelan pil pahit dalam final Liga Champions musim 2025/2026. Tim berjuluk The Gunners ini gagal meraih gelar juara setelah kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) melalui drama adu penalti.

Pertandingan yang digelar di Puskas Arena pada Minggu (31/5/2026) dini hari WIB tersebut berakhir dengan skor 1-1 hingga perpanjangan waktu usai. Dalam adu tos-tosan, Arsenal kalah dengan skor 3-4.

Selain Eberechi Eze, bek tengah Arsenal, Gabriel, menjadi sorotan utama karena kegagalannya mengeksekusi penalti. Momen ini terasa seperti mimpi buruk bagi Gabriel.

Sepanjang pertandingan, Gabriel sebenarnya tampil sangat solid di lini pertahanan. Ia berhasil meredam serangan para striker PSG, membuat skor bertahan imbang 1-1 hingga akhir waktu normal dan perpanjangan waktu.

Namun, dalam momen krusial adu penalti, Gabriel yang mengambil tendangan kelima untuk Arsenal, gagal total. Sepakannya melambung jauh di atas mistar gawang PSG yang dijaga oleh Matvey Safonov.

Kegagalan Gabriel ini menjadi penentu kekalahan Arsenal dan memastikan PSG kembali meraih gelar Liga Champions secara back-to-back.

Disamakan dengan John Terry

Usai pertandingan, kegagalan Gabriel dalam mengeksekusi penalti ini disamakan dengan momen ikonik John Terry. Mantan pemain Arsenal, Matt Upson, menyebut insiden tersebut mirip dengan yang dialami John Terry pada final Liga Champions 2008.

Saat itu, John Terry, yang juga seorang bek tengah, terpeleset saat mengambil penalti penentu bagi Chelsea melawan Manchester United. Momen tersebut juga menjadi mimpi buruk bagi Terry.

Upson menyatakan kepada BBC Radio 5 Live bahwa kegagalan Gabriel adalah salah satu momen yang mirip dengan apa yang terjadi pada John Terry.

Kesamaan terlihat jelas: keduanya adalah bek tengah yang tampil luar biasa sepanjang pertandingan final Liga Champions, bahkan layak disebut sebagai pemain terbaik. Namun, nasib buruk menimpa mereka saat harus menjadi penendang penalti kelima.

Statistik Kedua Terbaik

Meskipun momen krusial di adu penalti berakhir tragis, Gabriel tetap menunjukkan performa yang gemilang sepanjang pertandingan final Liga Champions.

Situs statistik Fotmob mencatat bahwa Gabriel mendapatkan nilai 7,7. Angka ini menjadikannya pemain Arsenal dengan rapor terbaik kedua dalam pertandingan tersebut, hanya kalah dari kiper David Raya yang memperoleh nilai 7,9.

Baca juga : Persib Bandung Masuk Daftar Larangan FIFA, Ini Alasannya

Namun, rapor impresif tersebut sedikit tercoreng oleh kegagalan fatalnya sebagai eksekutor penalti kelima. Momen ini, meskipun hanya sesaat, meninggalkan luka mendalam bagi pemain berusia 28 tahun tersebut dan para penggemar Arsenal.