Awan Panas Semeru Meluncur ke Barat

Berita8 Views

DermayuMagz.com – Gunung Semeru yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan mengalami erupsi pada Jumat (24/4/2026) malam.

Menurut laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan tersebut terjadi pada pukul 19.59 WIB dan turut disertai dengan luncuran awan panas. Kolom abu yang membumbung tinggi teramati mencapai ketinggian sekitar 700 meter di atas puncak gunung.

Ketinggian kolom abu tersebut setara dengan kurang lebih 4.376 meter di atas permukaan laut. Laporan resmi dari Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), menyatakan bahwa kolom abu tersebut berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan terlihat mengarah ke arah barat.

Peristiwa erupsi ini berhasil terekam dalam seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 20 milimeter. Durasi getaran yang tercatat berlangsung selama kurang lebih 4 menit 10 detik. Selain lontaran abu vulkanik, erupsi kali ini juga diikuti oleh luncuran awan panas yang mencapai jarak 4,5 kilometer dari pusat kawah.

Saat ini, aktivitas Gunung Semeru masih berada dalam Status Level III, yang berarti Siaga. Menindaklanjuti kondisi tersebut, PVMBG telah mengeluarkan serangkaian rekomendasi yang bersifat ketat bagi masyarakat dan juga para wisatawan yang beraktivitas di sekitar gunung.

Rekomendasi tersebut mencakup larangan total untuk melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan, dengan radius sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi. Bagi masyarakat yang berada di luar radius tersebut, tetap diimbau untuk menjauhi sempadan sungai pada radius 500 meter di sepanjang Besuk Kobokan.

Tindakan pencegahan ini penting untuk dilakukan guna mengantisipasi risiko perluasan awan panas dan potensi aliran lahar yang diperkirakan dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak gunung.

Lebih lanjut, PVMBG juga menetapkan zona larangan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Zona ini diberlakukan mengingat tingginya potensi bahaya lontaran batu pijar yang dapat membahayakan.

Masyarakat diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya awan panas, guguran lava, serta aliran lahar. Ancaman ini terutama perlu diwaspadai di sepanjang lembah yang berhulu di puncak gunung, khususnya pada jalur Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Baca juga di sini: Reuni Alumni UB Jakarta Lewat Musik

Kewaspadaan serupa juga ditekankan bagi masyarakat yang berada di sekitar sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aliran lahar susulan yang dapat menimbulkan dampak.