Baterai Sodium-Ion Siap Produksi Massal Akhir 2026

Otomotif8 Dilihat

DermayuMagz.com – Perusahaan teknologi baterai terkemuka, CATL, telah memberikan pengumuman penting mengenai kesiapan produksi massal baterai sodium-ion atau natrium-ion buatannya. Targetnya, teknologi baterai ini akan memasuki pasar secara luas pada akhir tahun 2026.

Baterai sodium-ion dipandang sebagai alternatif yang menjanjikan untuk baterai berbasis lithium yang saat ini mendominasi pasar kendaraan listrik. Keunggulan utamanya terletak pada potensi biaya produksi yang lebih rendah dan stabilitas yang lebih baik.

Wu Kai, Chief Scientist CATL, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berhasil mengatasi berbagai tantangan teknis yang krusial dalam proses manufaktur baterai sodium-ion. Keberhasilan ini menjadi landasan bagi target produksi skala besar.

“Dengan terpecahkannya hambatan tersebut, CATL menargetkan produksi skala besar dapat berjalan mulai akhir 2026,” ujar Wu Kai, seperti dikutip dari Carnewschina.

Baca juga : Dampak Julukan Fisik: Mendikdasmen Ingatkan Potensi Perundungan

Generasi terbaru baterai sodium-ion yang dikembangkan oleh CATL diklaim memiliki kepadatan energi yang cukup tinggi, mencapai 175 Wh/kg. Angka ini menempatkannya sebagai salah satu baterai sodium-ion dengan performa terbaik yang siap diproduksi secara massal.

Dengan kepadatan energi tersebut, teknologi ini diperkirakan mampu mendukung kendaraan listrik untuk menempuh jarak lebih dari 400 kilometer dalam sekali pengisian daya. CATL juga memiliki visi untuk meningkatkan jarak tempuh hingga 500 hingga 600 kilometer seiring dengan kematangan rantai pasok dan teknologi.

Selain performa jarak tempuh yang kompetitif, baterai sodium-ion juga menawarkan keunggulan signifikan dalam hal ketahanan terhadap kondisi cuaca ekstrem. CATL mengklaim baterainya tetap beroperasi optimal bahkan pada suhu serendah minus 40 derajat Celcius.

Kondisi suhu dingin ekstrem seringkali menjadi tantangan besar bagi baterai kendaraan listrik konvensional. Kemampuan baterai sodium-ion untuk mempertahankan lebih dari 90 persen kapasitasnya dalam kondisi tersebut menjadikannya pilihan yang lebih andal.

Keunggulan Baterai Sodium-Ion

Salah satu daya tarik utama baterai sodium-ion adalah biaya produksinya yang lebih terjangkau. Hal ini disebabkan oleh kelimpahan material sodium yang jauh lebih besar dibandingkan lithium.

Ketersediaan sodium yang melimpah menjadikan pasokannya lebih stabil dan tidak terlalu rentan terhadap fluktuasi harga yang sering terjadi pada lithium. Beberapa laporan bahkan memprediksi bahwa teknologi ini berpotensi mengurangi biaya produksi hingga sekitar 30 persen dibandingkan baterai lithium iron phosphate (LFP).

Proyeksi ini berlaku setelah ekosistem produksi baterai sodium-ion berkembang sepenuhnya.

CATL tidak hanya berfokus pada sektor kendaraan listrik. Perusahaan ini juga mulai memperluas penerapan teknologi baterai sodium-ion ke berbagai sektor industri lainnya. Salah satu langkah signifikan adalah penandatanganan kerja sama pasokan baterai sodium-ion berkapasitas 60 GWh.

Kesepakatan ini merupakan salah satu yang terbesar dalam industri penyimpanan energi saat ini. Hal ini mengindikasikan bahwa baterai sodium-ion tidak hanya ditujukan untuk kendaraan listrik segmen terjangkau, tetapi juga untuk aplikasi penyimpanan energi skala besar.