DermayuMagz.com – Insiden terbakarnya unit mobil listrik BYD Seal di ruas Tol Jakarta-Cikampek baru-baru ini telah menarik perhatian publik. Peristiwa yang terjadi pada awal Agustus 2026 ini menjadi sorotan karena melibatkan salah satu model kendaraan listrik populer di pasar otomotif Indonesia.
Menanggapi kabar yang beredar, pihak BYD Indonesia melalui Head of Marketing PR and Government Relations, Luther Panjaitan, akhirnya memberikan pernyataan resmi. Perusahaan menyatakan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa konsumennya tersebut.
“Kami telah berkomunikasi langsung dengan pemilik, dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,” ujar Luther memberikan klarifikasi terkait kondisi pengemudi dan penumpang.
Pihak pabrikan menegaskan bahwa unit yang terdampak kini telah berada di bawah penanganan tim aftersales BYD untuk menjalani prosedur pemeriksaan lebih lanjut. Investigasi menyeluruh sedang dilakukan untuk mengetahui akar penyebab munculnya api pada kendaraan tersebut.
Meski detail teknis mengenai penyebab kebakaran belum diungkapkan secara rinci kepada publik, pihak manajemen berkomitmen untuk menjaga transparansi. Luther menekankan bahwa keselamatan serta ketenangan pemilik kendaraan tetap menjadi prioritas utama perusahaan dalam menangani kasus ini.
Bukan Kejadian Pertama, BYD Angkat Bicara
Dalam keterangannya, pihak BYD Indonesia juga menyoroti statistik penggunaan kendaraan mereka di tanah air. Menurut data perusahaan, hingga saat ini sebanyak 92 ribu unit mobil listrik BYD telah dikirimkan kepada konsumen di Indonesia.
Perusahaan mengklaim bahwa insiden kebakaran ini tergolong sebagai peristiwa yang sangat jarang terjadi. “Kejadian ini adalah kasus yang unik, yang terjadi pada satu dari 92 ribu unit mobil yang sudah kami delivery di Indonesia,” jelas Luther.
Perlu diketahui, ini bukanlah kali pertama model BYD Seal dilaporkan mengalami kendala serupa. Pada bulan Mei 2025, sebuah unit BYD Seal sempat memicu kewaspadaan setelah mengeluarkan asap di kawasan Palmerah, Jakarta Barat.
Namun, setelah dilakukan investigasi internal yang mendalam, terungkap bahwa insiden di Palmerah tersebut dipicu oleh faktor eksternal, yakni adanya gangguan dari binatang yang masuk ke dalam sistem kendaraan, sehingga memicu keluarnya asap tebal.
Terkait insiden di Tol Cikampek ini, pihak pabrikan berjanji akan memberikan informasi lanjutan kepada masyarakat segera setelah proses investigasi teknis dinyatakan selesai. Langkah ini diambil untuk memastikan kepercayaan konsumen tetap terjaga di tengah meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia.






