Dukung Program Prabowo, 2,5 Juta Genteng Majalengka-Plered Disiapkan

Bisnis7 Dilihat

DermayuMagz.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) kini tengah mengintensifkan program “gentengisasi” sebagai bagian dari upaya menDukung target pembangunan perumahan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini difokuskan pada pemberdayaan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal guna memastikan ketersediaan material bangunan yang berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Menteri PKP, Maruarar Sirait, dalam konferensi pers yang digelar bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari pada Rabu, 16 September 2026, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk melibatkan pengrajin lokal dari Majalengka dan Plered, Purwakarta. Sinergi ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan material bangunan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha kecil di daerah tersebut.

Peningkatan Kapasitas dan Standarisasi Kualitas

Pemerintah menyadari bahwa skala kebutuhan material untuk program perumahan nasional sangatlah besar. Oleh karena itu, pengadaan genteng dilakukan secara bertahap dengan melibatkan UMKM yang telah melalui proses edukasi intensif. Maruarar menekankan bahwa pemberdayaan UMKM dalam proyek ini bukan sekadar pemesanan produk, melainkan upaya untuk mendorong pelaku usaha tersebut agar “naik kelas” melalui standarisasi mutu.

Salah satu aspek krusial dalam program ini adalah keterlibatan Kementerian Perindustrian untuk memberikan sertifikasi keandalan produk. Pemerintah memastikan bahwa setiap genteng yang dipesan memenuhi kualifikasi teknis yang ketat.

“Kita ingin UMKM maju, tapi dengan cara yang benar. Sehingga nanti kita kasih order, tetapi juga kualitasnya bagus. Jangan kita pesan dari UMKM kualitasnya tidak bagus, nanti rakyat jadi korban, penerima bantuan,” ujar Maruarar.

Target Pengiriman dan Dukungan Finansial

Berdasarkan data yang dipaparkan, program ini menargetkan pengiriman jutaan unit genteng mulai akhir tahun 2026. Secara rinci, wilayah Majalengka diproyeksikan menyuplai minimal 2 juta genteng pada November mendatang, sementara wilayah Plered ditargetkan menyuplai sekitar 500 ribu genteng.

Guna memastikan kelancaran operasional dan permodalan bagi para pelaku UMKM, pemerintah telah menggandeng pihak perbankan, salah satunya Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dukungan pembiayaan ini diberikan agar proses produksi tetap sistematis dan terukur sesuai dengan tata kelola yang baik.

Maruarar juga menyoroti kompleksitas logistik yang akan dihadapi dalam distribusi material ini. Ia mengilustrasikan besarnya volume pengiriman tersebut dengan estimasi penggunaan sekitar 600 truk dari Majalengka. Menurutnya, detail perencanaan seperti ini sangat penting agar setiap tahapan program dapat berjalan secara efektif dan diawasi dengan ketat.

Fokus pada Tata Kelola yang Detail

Tantangan utama yang diakui oleh Menteri PKP dalam menjalankan program ini adalah menjaga kedisiplinan birokrasi dan ketelitian dalam pelaksanaan di lapangan. Ia menekankan bahwa setiap detail harus dipantau agar tidak terjadi kesalahan teknis yang dapat merugikan masyarakat luas sebagai penerima manfaat.

Program gentengisasi ini mencerminkan visi Presiden Prabowo dalam mengintegrasikan kebijakan perumahan dengan pengembangan ekonomi kerakyatan. Dengan memastikan kualitas material melalui UMKM yang teredukasi, pemerintah berharap dapat menjamin keamanan dan kenyamanan hunian bagi masyarakat, sekaligus menciptakan ekosistem industri bahan bangunan yang lebih mandiri dan kompetitif di masa depan.