DermayuMagz.com – Lanskap kepemimpinan di industri penerbangan Indonesia kembali mengalami pergeseran signifikan. PT Pelita Air Service, sebuah entitas penting dalam sektor transportasi udara nasional, telah menunjuk Faik Fahmi sebagai nahkoda baru. Keputusan ini menandai babak baru bagi maskapai pelat merah tersebut, dengan harapan dapat membawa inovasi dan penguatan posisi di pasar yang kian kompetitif.
Penunjukan Faik Fahmi sebagai Direktur Utama Pelita Air Services merupakan langkah strategis yang telah disetujui oleh para pemegang saham. Ia menggantikan posisi Dendy Kurniawan, yang sebelumnya telah mendapatkan penugasan baru di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain, yaitu sebagai Direktur Komersial PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Faik Fahmi bukanlah sosok asing di kancah penerbangan dan infrastruktur. Rekam jejaknya yang mumpuni mencakup jabatan sebelumnya sebagai Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia, yang kini lebih dikenal sebagai InJourney Airports. Selain itu, ia juga aktif memegang peran penting sebagai Ketua Umum Indonesia Aviation Association (IAA), sebuah organisasi yang mewadahi para pelaku industri penerbangan di tanah air.
Informasi mengenai pergantian kepemimpinan ini telah diperbarui dan dapat diakses melalui laman resmi Pelita Air. Dalam profil yang tertera, Faik Fahmi kini secara resmi menempati posisi puncak di maskapai tersebut, mengindikasikan bahwa transisi kepemimpinan telah berjalan lancar dan terkonfirmasi.
Menariknya, penunjukan Faik Fahmi ini mendapatkan sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk dari asosiasi maskapai penerbangan nasional. Indonesia National Air Carriers Association (INACA) melalui pernyataan resminya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Faik Fahmi. INACA berharap, di bawah kepemimpinan baru ini, Pelita Air dapat semakin berkembang dan memperkuat kontribusinya bagi kemajuan industri penerbangan Indonesia.
Dendy Kurniawan, yang sebelumnya memimpin Pelita Air, telah memberikan kontribusi penting selama masa jabatannya. Kepindahannya ke PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan adanya sinergi dan penempatan sumber daya manusia unggul di berbagai lini BUMN strategis. Rapat umum pemegang saham (RUPS) KAI pada akhir Juni 2026 menjadi momen penting bagi Dendy untuk memulai babak baru dalam karirnya.
Penunjukan Faik Fahmi sebagai Direktur Utama Pelita Air ini diharapkan dapat membawa angin segar dalam strategi perusahaan. Dengan pengalamannya yang luas di sektor kebandarudaraan dan asosiasi penerbangan, Faik Fahmi diharapkan mampu mengarahkan Pelita Air untuk mencapai pertumbuhan yang lebih pesat, memperluas jangkauan layanan, serta meningkatkan kualitas operasional.
Harapan besar disematkan pada kepemimpinan Faik Fahmi untuk dapat mendorong Pelita Air menjadi maskapai yang lebih kuat, inovatif, dan mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional. Komitmen untuk menghadirkan layanan penerbangan yang aman, andal, dan berkualitas tinggi menjadi salah satu fokus utama yang perlu terus dijaga dan ditingkatkan.
Dalam konteks yang lebih luas, peran Pelita Air sebagai salah satu maskapai nasional sangat krusial dalam mendukung konektivitas di seluruh nusantara. Dengan kepemimpinan yang solid, diharapkan Pelita Air dapat terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor transportasi udara.
Berikut adalah susunan direksi PT Pelita Air Service yang baru setelah penunjukan Faik Fahmi:
- Direktur Utama: Faik Fahmi
- Direktur Komersial: Asa Perkasa
- Direktur Produksi: Heru Susilo
- Direktur Keuangan dan Umum: Widhi Setyo Darwanto
- Direktur Safety: Erriza Muslim
Perubahan dalam struktur kepemimpinan ini menjadi salah satu berita penting yang perlu dicermati dalam perkembangan industri penerbangan Indonesia. Kehadiran Faik Fahmi di tampuk tertinggi Pelita Air diharapkan dapat membawa dampak positif yang signifikan bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan.
Pelita Air sendiri tidak hanya fokus pada pasar domestik. Maskapai ini telah menunjukkan ambisi untuk merambah pasar internasional. Pada 18 Agustus 2025, Pelita Air dijadwalkan akan memulai penerbangan internasional perdananya. Langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan kontribusinya di sektor transportasi udara global.
Corporate Secretary Pelita Air, Patria Rhamadonna, menjelaskan bahwa pembukaan rute internasional ini merupakan bukti komitmen perusahaan untuk terus bertransformasi dan menjawab tantangan industri penerbangan. Ia menegaskan bahwa dalam operasional internasionalnya, Pelita Air akan tetap mengutamakan standar keselamatan, kenyamanan, dan pelayanan prima bagi seluruh penumpang.
VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyambut baik langkah ekspansi Pelita Air ini. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan strategi Pertamina dalam memperkuat daya saing dan kemandirian anak usahanya. Pembukaan rute internasional ini dianggap sebagai kemajuan signifikan yang memperkuat peran Pertamina dalam mendukung konektivitas nasional, membuka peluang bisnis baru, serta memperluas kontribusi BUMN untuk Indonesia.
Dengan penambahan rute internasional, Pelita Air berupaya memperkuat konektivitas udara Indonesia dengan dunia. Ekspansi ini diharapkan dapat mendorong sektor pariwisata, perdagangan, dan pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.






