DermayuMagz.com – Mazda CX-5 generasi terbaru berhasil mencuri perhatian pasar otomotif Jepang, terbukti dengan lonjakan pemesanan yang signifikan sejak diluncurkan pada Mei 2026. Model SUV ini tidak hanya memikat hati konsumen dengan desain Kodo yang elegan, tetapi juga menawarkan teknologi mutakhir yang menjadi daya tarik utamanya.
Dalam industri otomotif yang sangat kompetitif, terutama di segmen medium SUV, pencapaian luar biasa ini menunjukkan betapa kuatnya daya tarik Mazda CX-5 di mata konsumen. Peluncurannya di Jepang pada 21 Mei 2026 disambut antusiasme tinggi, melampaui ekspektasi pabrikan.
Dalam kurun waktu satu bulan sejak peluncuran, Mazda CX-5 generasi ketiga berhasil mengumpulkan lebih dari 10.000 unit pemesanan. Angka ini sungguh mengesankan, mengingat target penjualan bulanan yang dipatok Mazda sebelumnya hanya sekitar 2.000 unit. Ini berarti permintaan terhadap model terbaru ini mencapai lebih dari lima kali lipat dari perkiraan awal.
Keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi Mazda sebelum melakukan ekspansi pasar ke berbagai negara lain, termasuk Malaysia yang dijadwalkan akan segera menyusul Jepang dalam daftar negara yang akan disambangi oleh CX-5 generasi terbaru ini.
Di pasar global, Mazda CX-5 generasi ketiga akan hadir dalam tiga pilihan varian utama: S, G, dan L. Masing-masing varian dirancang untuk tetap mempertahankan karakter berkendara khas Mazda, yang selalu mengutamakan keseimbangan antara kenyamanan superior, pengendalian yang presisi, serta pengalaman berkendara yang menyenangkan melalui integrasi berbagai fitur dinamis.
Untuk pasar Jepang, Mazda CX-5 generasi ketiga ditawarkan dengan rentang harga mulai dari 3,3 juta Yen hingga 4.306.500 Yen. Jika dikonversikan ke dalam Rupiah, angka ini berkisar antara Rp330 juta hingga Rp431 jutaan, dengan catatan sudah termasuk pajak konsumsi sebesar 10 persen.
Menariknya, dari data pemesanan yang dihimpun oleh Mazda di Jepang, varian tertinggi, yaitu tipe L, menjadi pilihan mayoritas konsumen. Tipe ini menyumbang sekitar 65 persen dari total pemesanan yang masuk. Varian G menyusul di posisi kedua dengan kontribusi sekitar 32 persen, sementara varian S yang merupakan tipe dasar hanya diminati oleh sekitar 3 persen konsumen.
Temuan ini mengindikasikan bahwa konsumen di Jepang memiliki preferensi yang kuat terhadap varian dengan kelengkapan fitur yang paling maksimal, bahkan jika harus merogoh kocek lebih dalam dibandingkan memilih model entry-level.
Di balik performa dan daya tariknya, seluruh varian Mazda CX-5 generasi ketiga ditenagai oleh mesin terbaru e-Skyactiv G. Mesin berkapasitas 2.5 liter ini menggunakan konfigurasi empat silinder naturally aspirated dengan siklus Miller, yang dikenal dengan kode mesin PY-VPH. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga puncak hingga 178 PS pada putaran mesin 6.000-6.200 rpm, dengan torsi maksimum mencapai 237 Nm pada rentang 3.800-4.000 rpm.
Spesifikasi tenaga dan torsi ini bahkan tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan yang diperkenalkan saat debut globalnya, menunjukkan adanya penyempurnaan lebih lanjut untuk pasar Jepang.
Untuk meningkatkan efisiensi dan performa, mesin ini dipadukan dengan sistem mild hybrid 24 volt. Sistem ini menggunakan Integrated Starter Generator (ISG) yang mampu menyuplai tenaga tambahan sebesar 6,5 PS dan torsi tambahan 60,5 Nm. Teknologi mild hybrid ini memberikan dorongan torsi yang lebih halus saat mobil mulai bergerak dari posisi diam, sekaligus berkontribusi pada peningkatan efisiensi bahan bakar melalui sistem i-Stop.
Transmisi yang digunakan pada seluruh varian adalah transmisi otomatis Skyactiv-Drive enam percepatan. Konsumen dapat memilih antara sistem penggerak roda depan (FWD) atau penggerak semua roda (AWD), sesuai dengan preferensi dan kebutuhan berkendara mereka.
Mazda Masih Jual CX-5 Generasi Kedua
Menariknya, di tengah peluncuran generasi terbaru, Mazda Jepang tidak serta merta menghentikan penjualan CX-5 generasi kedua. Model ini tetap dipertahankan sebagai pilihan alternatif bagi konsumen yang mencari SUV dengan banderol harga yang lebih terjangkau.
Untuk varian bermesin bensin, Mazda CX-5 generasi kedua dijual mulai dari 2.810.500 Yen hingga 3.812.600 Yen, atau setara dengan kisaran Rp281 juta hingga Rp381 jutaan.
Sementara itu, versi diesel dari generasi kedua ini dipasarkan dengan rentang harga 3.129.500 Yen hingga 4.132.700 Yen, yang jika dikonversikan setara dengan Rp313 juta hingga Rp413 jutaan.
Model generasi kedua ini hadir dalam tiga pilihan trim utama, yaitu i Selection, Black Selection, dan Sports Appearance. Pilihan ini memberikan variasi bagi konsumen sesuai dengan selera dan kebutuhan mereka.
Untuk varian bensin i Selection dan Black Selection, Mazda membekali mesin Skyactiv-G berkapasitas 2.0 liter. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 156 PS dengan torsi puncak 199 Nm.
Sementara itu, tipe Sports Appearance menggunakan mesin e-Skyactiv G berkapasitas 2.5 liter. Mesin ini menawarkan tenaga yang lebih besar, yakni 190 PS untuk varian FWD dan sedikit lebih rendah, 188 PS, pada varian AWD.
Bagi konsumen yang menginginkan performa lebih bertenaga, tersedia pilihan mesin Skyactiv-D 2.2 liter turbo diesel. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga hingga 200 PS dan torsi maksimum yang impresif sebesar 450 Nm. Mesin diesel ini ditawarkan dalam empat pilihan trim, termasuk varian khusus bernama Drive Edition.






