Hillsong Worship Gelar Konser Perdana di Surabaya, Catat Waktu dan Tempatnya

showbiz6 Dilihat

DermayuMagz.com – Kabar gembira bagi para penggemar musik rohani dunia. Hillsong Worship, grup pujian dan worship ternama, akan menggelar konser perdana mereka di Surabaya.

Tur bertajuk “Hillsong Worship Nights Asia Tour 2026” ini akan singgah di Kota Pahlawan pada tanggal 11 September 2026. Konser tersebut dijadwalkan bertempat di Graha Unesa Surabaya.

Ini menandai pertama kalinya Hillsong Worship menggelar konser di Surabaya. Penyelenggaraan konser ini merupakan hasil kolaborasi antara promotor ternama di Indonesia, Color Asia Live dan Otello Asia.

Managing Director Color Asia Live, David Ananda, mengungkapkan kebanggaannya dapat menghadirkan Hillsong Worship ke Surabaya. Ia menyatakan bahwa ini adalah kesempatan langka bagi para pecinta musik gospel di Surabaya untuk menikmati lantunan pujian dari Hillsong Worship secara langsung.

David Ananda menambahkan, musik memiliki kekuatan untuk menyembuhkan, menginspirasi, dan menyatukan. Ia yakin konser ini akan menjadi momen yang luar biasa bagi semua yang hadir untuk merasakan kehadiran Tuhan dan merayakan iman.

CEO Otello Asia, Sysan Ibrahim, turut menyambut antusiasme tinggi untuk membawa pengalaman spiritual dan musikal berskala internasional ke Surabaya. Ia optimis bahwa “Hillsong Worship Nights Asia Tour 2026” bukan sekadar pertunjukan musik biasa, melainkan sebuah wadah untuk menghangatkan hati dan menguatkan iman para penonton.

“Kami berharap konser Hillsong Worship tak hanya menjadi sebuah pertunjukan musik, tapi juga momen kebersamaan intim dan penuh inspirasi bagi seluruh penonton yang hadir nantinya,” ujar Sysan Ibrahim.

Dedikasi Lebih dari 30 Tahun

Hillsong Worship dikenal sebagai salah satu grup ibadah modern yang paling berpengaruh di dunia. Selama lebih dari tiga dekade, grup global yang terdiri dari para musisi, penyanyi, dan penulis lagu ini telah berkomitmen untuk menciptakan musik yang mendekatkan pendengar kepada iman.

Karya-karya mereka yang telah mendunia dan bersifat transformatif, seperti “What a Beautiful Name”, “King of Kings”, “Broken Vessels (Amazing Grace)”, “This I Believe (The Creed)”, dan “Here I Am to Worship”, telah meraih kesuksesan besar di pasar musik internasional.

Ruang-Ruang Ibadah dan Keseharian

Lagu-lagu Hillsong Worship telah menjadi bagian tak terpisahkan dari ruang-ruang ibadah dan kehidupan sehari-hari jutaan orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Selain mampir ke Indonesia, tur Asia Hillsong Worship pada tahun 2026 juga akan menyambangi Singapura, Filipina, dan Malaysia. Konser ini bertujuan untuk menyatukan berbagai komunitas melalui iman dan musik.

Penjualan Tiket Konser Hillsong Worship

David Ananda mengumumkan bahwa tiket untuk konser “Hillsong Worship Nights Asia Tour 2026” akan mulai dijual pada tanggal 26 Juni 2026, pukul 11.59 WIB. Tiket dapat dibeli melalui situs resmi hillsongworshipsby.com dan loket.com.

Mengingat ini adalah kali pertama Hillsong Worship menyapa penggemarnya di Surabaya, David Ananda menjanjikan sebuah konser yang istimewa, bersejarah, dan penuh inspirasi untuk menghangatkan iman para penonton.

Liputan6.com, Jakarta – Grup pujian dan worship kelas dunia, Hillsong Worship, mengumumkan tur bertajuk “Hillsong Worship Nights Asia Tour 2026.” Dalam rangkaian tur ini, mereka akan menyapa penggemar di Surabaya pada 11 September 2026, di Graha Unesa. Ini merupakan kali pertama Hillsong Worship menggelar konser di Kota Pahlawan.

Konser di ibu kota Jawa Timur ini merupakan hasil kolaborasi antara promotor papan atas Indonesia, Color Asia Live dan Otello Asia. Managing Director Color Asia Live, David Ananda, menyatakan kebanggaannya bisa memboyong Hillsong Worship ke Surabaya.

“Untuk pertama kali dan bisa mengajak para pencinta musik gospel di Surabaya untuk menikmati malam dengan lagu-lagu pujian Hillsong Worship. Kami juga percaya, musik memiliki kekuatan untuk menyembuhkan, menginspirasi, dan menyatukan. Jadi, kami yakin, konser ini akan jadi kesempatan luar biasa bagi kita semua untuk merasakan kehadiran Tuhan dan merayakan iman,” kata David Ananda kepada awak media di Jakarta, pekan ini.

CEO Otello Asia, Sysan Ibrahim, sangat antusias dapat membawa pengalaman spiritual dan musikal berskala internasional ke Surabaya. Ia pun optimistis “Hillsong Worship Nights Asia Tour 2026” bukan sekadar pergelaran musik. Ada hati yang dihangatkan dan iman dikuatkan.

“Kami berharap konser Hillsong Worship tak hanya menjadi sebuah pertunjukan musik, tapi juga momen kebersamaan intim dan penuh inspirasi bagi seluruh penonton yang hadir nantinya,” beri tahu Sysan Ibrahim.

Dedikasi Lebih dari 30 Tahun

Hillsong Worship merupakan salah satu grup ibadah modern paling berpengaruh di dunia. Selama lebih dari 30 tahun, tim global yang terdiri dari musisi, penyanyi, dan penulis lagu ini berkomitmen menciptakan musik yang mendekatkan orang kepada iman.

Karya-karya Hillsong Worship yang transformatif seperti “What a Beautiful Name,” “King of Kings”, “Broken Vessels (Amazing Grace)”, “This I Believe (The Creed)”, dan “Here I Am to Worship,” sukses besar di pasar musik global.

Ruang-Ruang Ibadah dan Keseharian

Lagu-lagu Hillsong Worship telah menjadi mahakarya sekaligus bagian tak terpisahkan di ruang-ruang ibadah dan keseharian jutaan pendengar di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Selain Indonesia, tur Asia Hillsong Worship pada 2026 akan singgah dan menyatukan berbagai komunitas melalui iman serta musik di beberapa negara Asia, yakni Singapura, Filipina, dan Malaysia.

Penjualan Tiket Konser Hillsong Worship

David Ananda mengabarkan, tiket konser “Hillsong Worship Nights Asia Tour 2026” mulai dijual pada 26 Juni 2026 jam 11.59 WIB lewat situs resmi hillsongworshipsby.com dan loket.com.

Karena kali pertama menyapa Surabaya, David Ananda menjanjikan konser Hillsong Worship ini kesempatan istimewa, bersejarah, sekaligus penuh inspirasi dalam menghangatkan iman.

Liputan6.com, Jakarta – Di atas kertas, ada banyak alasan untuk menonton film aksi Hong Kong The Furious. Pertama, ini adalah reuni dua bintang laga kelas berat di Indonesia: Joe Taslim dan Yayan Ruhian. Kedua, sutradaranya adalah Kenji Tanigaki yang sebelumnya dikenal sebagai koreografer aksi untuk film-film seperti Rurouni Kenshin, Shinjuku Incident, dan stunt coordinator untuk Raging Fire.

Alasan ketiga, review film ini di situs agregator Rotten Tomatoes mendapat cap “Fresh.” Saat tulisan ini dibuat pada Selasa (16/6/2026), skornya terbilang sangat tinggi, 97 persen yang disarikan dari 113 review kritikus film.

Tapi apakah ketiga alasan di atas benar-benar menjamin mutu The Furious? Sebelum menonton langsung di bioskop Indonesia yang mulai menayangkannya pada Rabu (17/6/2026) besok, simak dulu ulasannya berikut ini.

The Furious mengisahkan tentang sosok pria bisu misterius (Xie Miao), yang bekerja sebagai tukang reparasi. Ia menekankan pentingnya belajar seni bela diri ini pada putri tunggalnya, Rainy (Yang Enyou), yang melakukannya dengan setengah hati. Gadis kecil ini hanya ingin berada bersama sang ayah, setelah ibunya tiada.

“Kamu harus belajar kung fu. Karena ayah tak selalu ada di sisimu untuk melindungimu,” kata pria ini dengan bahasa isyarat.

Sindikat Penculikan dengan Beking Kuat

Aslinya, pria ini sama sekali tidak ingin mencampuri urusan orang lain. Termasuk saat preman lokal berulah, maupun isu penculikan yang melanda kota.

Sampai akhirnya, Rainy diculik oleh sindikat perdagangan anak. Pria bisu ini mati-matian mengejar penculik anaknya. Dalam pengejarannya, ia bertemu dengan Navin (Joe Taslim), seorang jurnalis yang mencari istrinya. Wanita yang juga jurnalis investigatif ini menghilang setelah menelusuri deretan penculikan anak yang diduga untuk perdagangan manusia.

Tanpa mereka sadari, sindikat ini memiliki beking yang begitu kuat, melibatkan orang-orang penting dan berkuasa.

Berhasilkah keduanya bertemu kembali dengan orang yang mereka cintai?

Plot Biasa, Aksi Juara

Sesungguhnya, The Furious memakai formula yang sudah berkali-kali digunakan film laga. Mulai dari Taken yang dibintangi Liam Neeson, Stolen dengan bintang utama Nicolas Cage, hingga film klasik Commando-nya Arnold Schwarzenegger. Tentang seorang ayah yang mau melakukan apa pun demi menyelamatkan putrinya yang diculik.

Namun daya tarik The Furious memang bukan dari inovasi cerita, melainkan adegan laga yang ditampilkan. Kenji Tanigaki membuktikan kepiawaiannya dalam meramu adegan aksi yang penuh dinamika.

Ada porsi perkelahian yang terlihat begitu indah, di mana sang petarung melompat, meliukkan badan, dan berakrobat, seolah sedang membawakan tarian mematikan.

Namun ada pula bagian pertarungan yang terasa begitu liar, tidak “indah” secara visual tapi penuh emosi yang mewakili keputusasaan para tokoh di layar. Apalagi, para petarung di film ini memang bak punya sembilan nyawa. Dihantam sebagaimana pun tak juga tumbang.