DermayuMagz.com – Jetour kembali membuat gebrakan di pasar otomotif nasional dengan memperkenalkan lini terbarunya, Jetour T2 i-DM, dalam ajang pameran otomotif GIIAS 2026. Kehadiran SUV ini menandai langkah strategis perusahaan dalam memperkuat portofolio kendaraan elektrifikasi di Indonesia, sekaligus menawarkan solusi mobilitas jarak jauh yang efisien bagi para pecinta petualangan.
Salah satu daya tarik utama dari Jetour T2 i-DM adalah kemampuannya dalam menempuh jarak yang sangat impresif. Dengan mengandalkan teknologi Intelligent Dual Mode (i-DM), kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) ini diklaim sanggup menjelajah hingga lebih dari 1.200 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh. Angka ini tentu menjadi angin segar bagi konsumen yang mendambakan performa SUV tangguh tanpa harus khawatir akan keterbatasan jarak tempuh.
Teknologi Jantung Pacu yang Efisien
Secara teknis, Jetour T2 i-DM dibekali dengan perpaduan sistem yang canggih. Komposisi utamanya mencakup mesin Hybrid Dedicated Engine generasi kelima ACTECO 1.5 TGDI, yang dipadukan dengan baterai CATL LFP berkapasitas 18,4 kWh. Sistem ini bekerja secara sinkron melalui 3-Speed Dedicated Hybrid Transmission dan didukung oleh dua motor listrik yang responsif.
Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director Jetour Motor Indonesia (JMI), menjelaskan bahwa mesin ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 134 tk dengan torsi puncak mencapai 220 Nm. Selain itu, efisiensi termal mesin tersebut mencapai angka 44,5 persen, yang memastikan konsumsi bahan bakar tetap optimal meski dalam kondisi penggunaan yang berat. Pengemudi juga dimanjakan dengan fitur Energy Recovery yang secara otomatis mengubah energi kinetik saat pengereman menjadi tenaga listrik, sehingga tidak diperlukan pengaturan manual yang rumit untuk menjaga daya baterai.
Desain Adventure yang Tangguh
Sebagai sebuah Adventure SUV, Jetour T2 i-DM tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga konstruksi bodi yang mumpuni. Mobil ini menggunakan struktur Hardtop Cage Body Monocoque yang dominan dengan 80 persen material high-strength steel. Ketangguhan struktur ini teruji dengan kemampuan menahan beban statis hingga 300 kilogram serta memiliki nilai torsional rigidity sebesar 32.000 Nm/derajat.
Secara visual, Jetour tetap mempertahankan siluet boxy yang ikonik dan gagah. Beberapa detail fungsional, seperti Tie-Down Point, disematkan untuk mendukung kebutuhan petualang di medan luar ruangan. Kehadiran emblem i-DM dan PHEV pada eksterior menjadi pembeda utama yang menegaskan identitas elektrifikasinya dibandingkan dengan varian konvensional.
Dominasi Jetour di Pasar Otomotif
Peluncuran model i-DM ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan besar Jetour T2 di pasar global, yang tercatat telah terjual lebih dari 500.000 unit dalam periode 33 bulan. Di Indonesia, posisi Jetour juga terbilang sangat kuat. Pada semester pertama tahun 2026, Jetour T2 berhasil dinobatkan sebagai mobil merek Tiongkok nomor satu di kategori kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE).
Kepercayaan konsumen yang tinggi terhadap seri T2 menjadi fondasi utama bagi Jetour untuk memperkenalkan teknologi plug-in hybrid ini ke tanah air. Dengan memadukan kenyamanan berkendara harian, fleksibilitas, dan ketangguhan di jalur ekstrem, Jetour T2 i-DM diproyeksikan akan menjadi standar baru dalam segmen SUV petualang yang ramah lingkungan.
“Kehadiran teknologi plug-in hybrid ini tidak mengubah karakter utamanya, melainkan memperkaya pengalaman berkendara melalui performa dan efisiensi yang lebih adaptif,” ungkap pihak Jetour saat memperkenalkan produk ini kepada publik di ICE BSD, Tangerang.
Dengan banderol harga sekitar Rp 688 juta, Jetour T2 i-DM diharapkan mampu menarik minat konsumen Indonesia yang mencari perpaduan antara gaya hidup petualang yang modern dan tuntutan akan kendaraan masa depan yang lebih berkelanjutan.






