Kuwu Santing H. Tarman: Idul Adha Ajarkan Keikhlasan & Cinta Tertinggi

Indramayu5 Dilihat

DermayuMagz.com – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kali ini menjadi pengingat krusial bagi seluruh umat Muslim mengenai makna terdalam dari keikhlasan, pengorbanan, serta kepedulian terhadap sesama.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kuwu Desa Santing, H. Tarman, yang menekankan bahwa perayaan Idul Adha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban semata. Lebih dari itu, momen ini mengajarkan nilai-nilai luhur yang mencerminkan cinta tertinggi kepada Sang Pencipta dan sesama manusia.

H. Tarman menjelaskan bahwa kisah Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, demi menaati perintah Allah SWT merupakan teladan utama. Peristiwa ini mengajarkan kepada umat manusia tentang tingkatan keikhlasan tertinggi dalam menjalankan perintah agama.

“Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Bagaimana beliau menunjukkan ketaatan mutlak dan keikhlasan yang luar biasa kepada Allah SWT. Ini adalah bentuk cinta tertinggi yang patut kita teladani,” ujar H. Tarman.

Ia menambahkan bahwa semangat pengorbanan yang diajarkan dalam Idul Adha tidak hanya terbatas pada materi, seperti menyembelih hewan kurban. Namun, juga mencakup pengorbanan dalam bentuk waktu, tenaga, dan bahkan ego pribadi demi kebaikan bersama dan untuk meraih ridha Allah.

Baca juga: Box Motor Belakang Kapasitas Besar untuk Aktivitas Harian Hingga Touring

Lebih lanjut, Kuwu Desa Santing mengaitkan perayaan Idul Adha dengan pentingnya membangun kepedulian sosial. Pembagian daging kurban kepada mereka yang membutuhkan adalah wujud nyata dari kepedulian dan solidaritas umat.

“Melalui pembagian daging kurban ini, kita secara langsung turut merasakan kebahagiaan bersama. Kita berbagi rezeki dan menunjukkan empati kepada saudara-saudara kita yang mungkin kurang beruntung. Ini mempererat tali persaudaraan dan menciptakan rasa kebersamaan yang kuat di tengah masyarakat,” tuturnya.

H. Tarman juga berharap agar semangat Idul Adha ini dapat terus tertanam dalam diri setiap individu, tidak hanya pada saat perayaan berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Keikhlasan dalam berbuat baik, keberanian untuk berkorban demi kebenaran, dan kepedulian tulus kepada sesama adalah pilar-pilar penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berakhlak mulia.

Ia mengajak seluruh warga Desa Santing, khususnya, dan umat Muslim pada umumnya untuk meresapi makna Idul Adha. Jadikan momen ini sebagai sarana introspeksi diri dan peningkatan kualitas spiritual serta sosial.

“Mari kita jadikan Idul Adha ini sebagai momentum untuk membersihkan hati, menebalkan keikhlasan, dan memperluas kepedulian. Semoga amalan kurban kita diterima oleh Allah SWT dan kita semua senantiasa diberikan kekuatan untuk menjalankan perintah-Nya dengan penuh cinta,” pungkas H. Tarman.