DermayuMagz.com – Sebanyak seribu anggota Serikat Tani Indramayu (STI) secara resmi memulai aksi long march atau berjalan kaki panjang menuju Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 23 Juli 2026. Langkah kaki para petani ini menjadi simbol puncak kekecewaan atas berlarut-larutnya penyelesaian konflik agraria yang mendera wilayah mereka.
Aksi massa ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Para petani dari berbagai pelosok desa di Indramayu ini memutuskan untuk menempuh perjalanan jauh sebagai bentuk protes atas janji pemerintah, khususnya kementerian terkait, yang dinilai belum terealisasi hingga saat ini. Kehadiran mereka di ibu kota diharapkan mampu mengetuk pintu hati para pemangku kebijakan agar segera menuntaskan persoalan tanah yang telah lama membelenggu produktivitas pertanian mereka.
Konflik Agraria yang Menahun
Persoalan agraria di Indramayu bukanlah isu baru. Selama bertahun-tahun, petani di wilayah tersebut kerap berhadapan dengan sengketa lahan yang melibatkan korporasi besar maupun ketidakjelasan status tanah negara. Bagi para petani, tanah bukan sekadar aset ekonomi, melainkan fondasi utama kehidupan dan warisan yang harus mereka jaga demi keberlangsungan pangan keluarga.
Dalam sejarahnya, Serikat Tani Indramayu (STI) telah berulang kali menempuh jalur audiensi dan dialog dengan otoritas terkait. Namun, janji-janji manis yang disampaikan oleh pihak kementerian sering kali hanya berhenti di meja perundingan tanpa ada tindakan eksekusi di lapangan. Ketidakpastian hukum atas tanah garapan inilah yang membuat ribuan petani merasa tidak lagi memiliki pilihan selain turun ke jalan.
Menagih Janji Menteri
Poin utama dalam tuntutan aksi ini adalah realisasi janji menteri yang sebelumnya sempat berkomitmen untuk melakukan reforma agraria secara nyata di Indramayu. Petani merasa bahwa komitmen tersebut hanya menjadi alat peredam kemarahan massa tanpa dibarengi dengan kebijakan konkret, seperti pelepasan lahan atau pemberian hak kelola yang adil bagi rakyat kecil.
“Kami tidak akan berhenti berjalan sebelum ada kepastian. Tanah adalah hidup kami, dan janji yang tidak ditepati adalah pengkhianatan terhadap nasib ribuan keluarga petani,” tegas salah satu perwakilan massa di sela-sela keberangkatan.
Dampak bagi Kehidupan Petani
Ketidakpastian status lahan ini berdampak sistemik terhadap kesejahteraan petani. Tanpa legalitas yang jelas, petani sering kali kesulitan mengakses bantuan pemerintah, modal perbankan, hingga perlindungan jika terjadi intimidasi dari pihak luar. Berikut adalah beberapa dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat tani di lapangan:
- Kecemasan akan penggusuran: Petani selalu hidup dalam bayang-bayang ketakutan bahwa lahan yang mereka olah sewaktu-waktu bisa diambil alih.
- Penurunan produktivitas: Kurangnya kepastian membuat petani enggan melakukan investasi jangka panjang pada tanah mereka, seperti perbaikan irigasi atau pemupukan yang lebih intensif.
- Keterbatasan akses bantuan: Syarat administrasi yang ketat sering kali gagal dipenuhi karena status lahan yang masih bersengketa.
Harapan di Ujung Perjalanan
Aksi long march yang dilakukan oleh seribu petani ini merupakan bentuk tekanan moral yang sangat kuat. Dengan berjalan kaki dari Indramayu menuju Jakarta, mereka ingin menunjukkan kepada publik bahwa mereka adalah kelompok yang gigih dan memiliki daya tahan tinggi dalam memperjuangkan hak-hak dasarnya.
Pemerintah diharapkan tidak memandang aksi ini sebagai gangguan keamanan semata, melainkan sebagai pesan darurat bahwa ada kebijakan agraria yang perlu segera dibenahi. Masyarakat luas pun kini menaruh perhatian besar pada bagaimana pemerintah merespons kedatangan ribuan petani ini di gerbang Istana Negara nanti.
Hingga berita ini diturunkan, rombongan massa masih terus bergerak dengan pengawalan ketat dan semangat yang tetap menyala. Mereka membawa harapan agar sengketa yang telah berlangsung bertahun-tahun ini dapat diakhiri dengan solusi yang berpihak pada keadilan sosial dan kesejahteraan petani Indramayu.
Perkembangan mengenai aksi long march ini akan terus dipantau oleh redaksi DermayuMagz.com guna menyajikan informasi terkini bagi masyarakat Indramayu dan publik secara luas.






