Magang Nasional 2026 Segera Dibuka, Uang Saku Ditanggung Pemerintah

Bisnis5 Dilihat

DermayuMagz.com – Pemerintah Indonesia telah mengumumkan bahwa Program Magang Nasional 2026 akan dibuka pada bulan Juli mendatang. Kabar baiknya, uang saku bagi para peserta magang masih akan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menyatakan bahwa skema pendanaan untuk program ini belum melibatkan pembagian beban antara pemerintah dan perusahaan mitra. Hal ini berarti peserta akan menerima uang saku penuh yang besarnya setara dengan upah minimum di wilayah tempat mereka menjalani magang.

Besaran uang saku ini akan disesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) atau Upah Minimum Provinsi (UMP) yang berlaku di daerah pelaksanaan magang.

Persetujuan anggaran dan kuota peserta untuk Program Magang Nasional 2026 telah diperoleh dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama dengan Kementerian Keuangan.

Program ini menargetkan partisipasi sebanyak 150 ribu peserta dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda serta memperluas kesempatan pengalaman kerja bagi para lulusan baru.

Kajian Kontribusi Bersama Pemerintah dan Swasta

Meskipun saat ini uang saku peserta sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah, Kementerian Ketenagakerjaan tidak menutup kemungkinan untuk mengkaji skema kontribusi bersama antara pemerintah dan perusahaan mitra di masa mendatang.

Menaker Yassierli menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mendorong keterlibatan perusahaan yang lebih aktif. Keterlibatan ini tidak hanya terbatas pada penyediaan tempat magang, tetapi juga mencakup pendampingan dan evaluasi peserta.

Pemerintah ingin perusahaan berperan lebih intensif dalam aspek mentorship dan evaluasi. Hal ini akan dilakukan melalui mekanisme yang lebih mendalam untuk memastikan efektivitas program.

Baca juga : Rumah Terancam Roboh di Tepi Ciliwung Akibat Longsor

Sebelumnya, pada akhir April lalu, Menaker Yassierli telah menekankan pentingnya komitmen dari perusahaan untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program magang ini.

Ia mengusulkan agar partisipasi perusahaan dapat diwujudkan dalam bentuk kontribusi tertentu. Salah satu bentuk kontribusi yang diharapkan adalah kewajiban perusahaan untuk memberikan sertifikat kompetensi kepada peserta setelah program magang selesai.

Hal ini sejalan dengan harapan agar perusahaan dapat memberikan kontribusi nyata, termasuk dalam hal pengakuan formal atas keterampilan yang diperoleh peserta melalui sertifikasi.

Magang Nasional Berjalan Juli 2026

Selain merampungkan skema pembiayaan, pemerintah juga tengah menyusun berbagai tahapan pelaksanaan Program Magang Nasional 2026. Program ini secara spesifik ditujukan bagi lulusan baru atau yang dikenal sebagai fresh graduate.

Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan bahwa pelaksanaan tahap pertama program ini akan mulai berjalan pada bulan Juli tahun 2026.

Untuk gelombang awal, pemerintah telah menetapkan target partisipasi sebanyak 50 ribu orang.

Menaker Yassierli berharap program ini dapat menjadi kesempatan berharga bagi para lulusan baru yang baru saja menyelesaikan pendidikan tinggi dalam satu tahun terakhir. Program ini diharapkan dapat membekali mereka dengan pengalaman kerja yang relevan dan meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

“Dan insya Allah, Juli kita bisa jalan ya, untuk batch pertama angkatan kedua kita (Magang Nasional) 2026 dengan target 50 ribu orang. Semoga ini menjadi satu kabar baik buat para fresh graduate lulusan satu tahun terakhir,” ujar Menaker Yassierli.