Perjalanan Musik Ariel NOAH dari Masa Kecilnya

Hiburan3 Dilihat

DermayuMagz.com – Vokalis ternama Nazriel Irham, atau yang lebih dikenal sebagai Ariel NOAH, baru-baru ini membagikan sisi lain dari kehidupannya yang jarang diketahui publik. Dalam sebuah podcast yang tayang pada 23 November 2025, ia mengungkapkan bahwa masa kecilnya ternyata jauh dari citra kalem yang sering terlihat saat ini.

Ariel NOAH mengaku bahwa ia adalah anak yang sangat nakal. Masa kecilnya diwarnai dengan perilaku gemar berkelahi dan bahkan melakukan perundungan atau bullying terhadap teman-temannya. Pengakuannya ini tentu mengejutkan banyak penggemar yang terbiasa melihatnya sebagai sosok yang tenang dan berkarisma di atas panggung.

Menurut penuturan Ariel, sifat temperamental dan kecenderungan untuk berkelahi ini dipicu oleh tontonan film-film aksi yang sangat digemarinya semasa kecil. Ia tanpa sadar meniru adegan kekerasan yang ia lihat di layar kaca dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Ariel kecil itu bandel banget, suka ngebully. Hobinya dulu berantem, selalu cari orang buat diajak berantem,” ujarnya dalam podcast tersebut.

Baca juga di sini: Qeysa Novtya Aqila Ajak Karawang Jadi Pusat Wisata Budaya dengan Dukungan UMKM dan Kaum Muda

Ia menambahkan bahwa pada saat itu, ia belum memiliki pemahaman yang cukup mendalam mengenai dampak kekerasan dan ketidaknyamanan yang bisa ditimbulkan pada orang lain. Hal ini membuatnya seringkali melewati batas dalam berinteraksi dengan teman-temannya.

“Abis nonton film banyak berantem-berantem, nggak ngerti kalau orang lain nggak suka kekerasan. Jadi jatohnya ngebully,” jelas Ariel.

Meskipun demikian, Ariel NOAH menegaskan bahwa ia kini telah menyadari kesalahannya di masa lalu. Ia memandang pengalaman masa kecil yang penuh dengan kenakalan tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran yang membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih baik seperti sekarang.

Di balik kenakalan dan sifat kerasnya semasa kecil, tersembunyi pula bakat seni yang dimiliki oleh Ariel NOAH. Ia mengaku bahwa semasa kecil, ia justru lebih mahir dalam menggambar dibandingkan bernyanyi. Bahkan, ia tidak menyukai apabila diminta untuk bernyanyi.

Ketertarikannya pada dunia musik baru mulai tumbuh ketika ia memasuki masa SMP dan SMA. Pergaulannya di kota kelahirannya, Bandung, menjadi salah satu faktor yang mendorongnya untuk mulai belajar musik. Melalui proses inilah, ia akhirnya memiliki keinginan untuk membentuk sebuah band.

“SMP mulai suka musik, pergaulan sama ngeband. Dari SMP-SMA sampai akhirnya punya band,” kenangnya dengan senyum.

Perjalanan karier musik Ariel NOAH ternyata juga memiliki cerita yang menarik. Ia tidak langsung memulai kiprahnya sebagai seorang vokalis. Sebelum memegang mic di depan panggung, Ariel lebih dulu menekuni instrumen drum, kemudian beralih ke bass.

Pengalamannya belajar musik juga membawanya berkolaborasi dengan musisi lain yang kelak juga dikenal luas. Ia sempat bermain musik bersama Qibil dan Erik dari grup musik The Changcuters, serta Uki, yang kemudian menjadi rekan satu bandnya di NOAH.

“Pertama kali gue belajar drum. Terus lumayan lama sama Qibil The Changcuters. Dulu Qibil vokalisnya, gua main bass, Uki main gitar, Erik main drum,” ungkapnya, mengenang masa-masa awal perjalanannya di dunia musik.

Kisah masa kecil dan awal perjalanan musik Ariel NOAH ini memberikan gambaran yang lebih utuh tentang sosoknya. Ini menunjukkan bahwa perjalanan menuju kesuksesan besar yang ia raih saat ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses yang panjang, penuh perubahan, dan bahkan dimulai dari sisi yang jauh berbeda dari citra publik yang ia miliki sekarang.