Pesan Menohok Peltu Wargana: Pengurus Harus Bergerak di Sukra Wetan

Indramayu6 Dilihat

DermayuMagz.com – Musyawarah pembentukan kelembagaan Desa Sukra Wetan, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, baru-baru ini berlangsung dengan atmosfer yang penuh semangat, namun juga diwarnai sorotan tajam. Dalam forum penting tersebut, Peltu Wargana, seorang tokoh masyarakat yang disegani, menyampaikan pesan tegas yang menyentil para calon pengurus.

Pesan yang disampaikan oleh Peltu Wargana bersifat menohok, menekankan pentingnya proaktivitas dan dedikasi bagi siapa pun yang bercita-cita menduduki posisi pengurus di desa tersebut. Ia menegaskan bahwa menjadi pengurus bukanlah sekadar status, melainkan sebuah amanah yang menuntut kerja keras dan tindakan nyata.

“Kalau tidak mau bergerak, jangan mau jadi pengurus!” seru Peltu Wargana, menyuarakan kekecewaannya terhadap potensi sikap apatis yang mungkin dimiliki oleh sebagian calon pengurus. Kalimat ini sontak menciptakan keheningan sejenak, sebelum akhirnya memicu resonansi di antara hadirin.

Pernyataan ini merupakan kritik tersirat terhadap mentalitas yang hanya ingin menikmati fasilitas atau prestise jabatan tanpa mau berkontribusi secara aktif. Peltu Wargana ingin memastikan bahwa setiap individu yang terpilih benar-benar memiliki komitmen untuk melayani masyarakat dan membawa perubahan positif.

Baca juga: Desain Rumah Sejuk untuk Daerah Dekat Pantai: Hunian Idaman Tanpa Gerah

Ia melanjutkan, seorang pengurus desa idealnya memiliki visi yang jelas dan kemauan untuk mewujudkan program-program yang bermanfaat bagi kemajuan Sukra Wetan. Hal ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kualitas layanan publik.

Lebih lanjut, Peltu Wargana menyoroti bahwa peran pengurus desa sangatlah krusial dalam roda pemerintahan di tingkat terkecil. Mereka adalah garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan aspirasi warga sehari-hari. Oleh karena itu, integritas dan semangat juang mutlak diperlukan.

Ia mengibaratkan, seorang pengurus yang tidak aktif ibarat kendaraan yang mogok di tengah jalan. Alih-alih membawa kemajuan, justru akan menjadi penghambat. Semangat ini penting untuk ditanamkan sejak awal pembentukan kelembagaan agar tercipta tim yang solid dan efektif.

Pesan ini juga dapat diartikan sebagai ajakan untuk berani mengambil inisiatif dan tidak menunggu perintah. Pengurus yang baik seharusnya mampu mengidentifikasi permasalahan dan mencari solusi secara mandiri, berkoordinasi dengan berbagai pihak jika diperlukan.

Dalam konteks musyawarah pembentukan kelembagaan, pesan Peltu Wargana menjadi semacam filter awal. Ia berharap para calon pengurus dapat merefleksikan diri dan memastikan bahwa mereka benar-benar siap untuk berjuang dan bekerja keras demi Sukra Wetan.

Semangat untuk membangun desa tidak hanya datang dari satu atau dua orang, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama. Namun, peran pengurus menjadi sangat sentral dalam menggerakkan dan mengarahkan upaya kolektif tersebut.

Oleh karena itu, pemilihan pengurus haruslah dilakukan secara cermat, mempertimbangkan rekam jejak, kemampuan, dan yang terpenting, kemauan untuk berdedikasi. Pesan Peltu Wargana adalah pengingat bahwa jabatan pengurus bukanlah untuk bersantai, melainkan untuk berjuang.

Ia menekankan bahwa kemajuan desa hanya bisa dicapai jika semua elemen masyarakat, terutama para pengurusnya, memiliki kesadaran dan kemauan untuk bergerak. Tanpa gerakan, tanpa tindakan, segala rencana dan harapan akan tinggal angan-angan.

Pesan menohok dari Peltu Wargana ini diharapkan dapat menjadi cambuk penyemangat bagi para calon pengurus Desa Sukra Wetan. Ia ingin memastikan bahwa kelembagaan yang terbentuk nantinya akan diisi oleh orang-orang yang memiliki semangat juang tinggi dan siap memberikan kontribusi nyata.

Semoga dengan pesan ini, para pengurus terpilih akan selalu ingat bahwa tugas mereka adalah melayani dan membawa perubahan, bukan sekadar menduduki kursi. Semangat bergerak dan berinovasi harus selalu menjadi landasan utama dalam setiap langkah mereka.