Pohon Berakar Perusak Fondasi Rumah dan Cara Mencegahnya

hot3 Dilihat

DermayuMagz.com – Menanam pohon buah di halaman rumah seringkali menjadi pilihan menarik untuk menambah keindahan dan menyediakan buah segar. Namun, tidak semua jenis pohon buah aman ditanam terlalu dekat dengan bangunan. Beberapa pohon memiliki sistem akar yang kuat dan agresif, yang dalam kurun waktu sekitar lima tahun dapat berpotensi merusak fondasi rumah, saluran air, bahkan lantai dan dinding bangunan.

Kerusakan ini seringkali baru disadari ketika retakan mulai muncul pada struktur rumah. Akar pohon yang terus membesar dapat menyusup ke celah-celah fondasi dan memberikan tekanan yang merusak. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jenis pohon buah mana yang sebaiknya dihindari penanamannya terlalu dekat dengan rumah.

Pohon Buah dengan Potensi Merusak Fondasi Rumah

Beberapa jenis pohon buah memiliki sistem perakaran yang kuat dan invasif, menjadikannya ancaman potensial bagi struktur fondasi rumah jika ditanam dalam jarak yang tidak aman.

  • Mangga: Dikenal dengan akar tunggang yang kuat dan mampu menembus tanah keras, akar mangga juga memiliki akar lateral yang menyebar luas untuk mencari air dan nutrisi. Akar ini berpotensi masuk ke celah fondasi atau saluran air, menyebabkan kerusakan pada dinding dan lantai.

  • Rambutan: Meskipun rindang, akar rambutan bersifat agresif dan menyebar horizontal dengan cepat. Hal ini dapat mengganggu sistem drainase dan berpotensi menekan tanah di sekitar fondasi, memicu pergeseran struktur bangunan.

  • Durian: Pohon durian memiliki akar yang agresif dan kuat. Jika ditanam terlalu dekat, akarnya dapat memberikan tekanan signifikan pada struktur tanah dan fondasi rumah.

  • Nangka: Pohon nangka berukuran besar dengan akar yang agresif. Selain potensi kerusakan fondasi, buahnya yang besar dan getahnya juga bisa menimbulkan masalah kebersihan.

  • Alpukat: Akar alpukat berpotensi merusak bangunan di dekatnya. Disarankan menanamnya sejauh minimal 7,5 meter dari bangunan untuk mengurangi risiko kerusakan.

  • Sawo: Memiliki sistem akar yang kuat dan mampu tumbuh luas, baik secara vertikal maupun horizontal. Akar sawo dapat mengganggu struktur di sekitarnya dan mencari sumber air hingga ke bawah fondasi.

    Baca juga : Juventus Belum Mampu Penuhi Tuntutan Permainan Spalletti

  • Jambu Biji: Akarnya cukup agresif dan menyebar luas, aktif mencari air dan nutrisi. Akar ini dapat memperbesar retakan pada fondasi dan mengganggu sistem drainase.

  • Jambu Air: Akarnya cenderung dangkal namun menyebar luas, berpotensi mengangkat paving atau lantai. Akar jambu air juga dapat menjangkau fondasi dan masuk ke celah kecil, menyebabkan kerusakan struktural.

  • Pepaya: Akar pohon pepaya menjalar sangat dalam ke bawah tanah, berpotensi merusak fondasi dan mengurangi kepadatan tanah di sekitarnya, yang dapat menyebabkan kemiringan rumah atau keretakan dinding.

Mengapa Akar Pohon Merusak Fondasi Rumah?

Akar pohon dapat merusak fondasi rumah melalui beberapa mekanisme utama. Pertama, akar secara alami akan mencari sumber air dan nutrisi, termasuk dari celah fondasi atau pipa air yang bocor.

Kedua, seiring bertambahnya usia pohon, akar akan membesar dan memberikan tekanan fisik pada dinding fondasi. Tekanan ini dapat menyebabkan fondasi melengkung, retak, atau bahkan terangkat.

Ketiga, penyerapan air oleh akar dapat menyebabkan tanah di sekitar fondasi mengering dan menyusut. Kondisi ini memicu pergerakan yang tidak merata pada bangunan, terutama pada rumah dengan fondasi dangkal.

Terakhir, akar yang menyebar luas juga dapat mengganggu sistem drainase dan menyebabkan penyumbatan pada saluran air, yang dapat memperparah kondisi tanah di sekitar fondasi.

Pertimbangan Penting Sebelum Menanam Pohon Buah

Sebelum memutuskan untuk menanam pohon buah di pekarangan, pertimbangkan beberapa hal penting untuk menghindari potensi masalah di masa depan.

Pilihlah jenis pohon yang akarnya tidak agresif atau invasif. Beberapa pohon yang relatif aman antara lain jeruk (varietas kerdil), delima, sawo (varietas kerdil), kedondong, pisang, belimbing, dan kelengkeng mini.

Jaga jarak tanam yang aman. Sebagai aturan umum, tanam pohon minimal 3–5 meter dari bangunan. Untuk pohon yang lebih tinggi, jarak yang lebih jauh sangat direkomendasikan.

Pertimbangkan ukuran pohon saat dewasa. Akar pohon umumnya akan tumbuh satu hingga tiga kali lebar kanopinya. Perhatikan juga kondisi tanah, karena tanah yang subur dapat mendukung pertumbuhan akar yang lebih baik.

Cara Efektif Mencegah Kerusakan Fondasi Akibat Akar Pohon

Untuk mencegah kerusakan fondasi akibat akar pohon, beberapa langkah proaktif dapat dilakukan.

Prioritaskan menanam pohon buah dengan sistem akar yang tidak agresif. Jaga jarak tanam yang aman dengan menanam pohon pada jarak yang cukup jauh dari fondasi rumah.

Gunakan penghalang akar (root barrier) yang ditempatkan di sekitar sistem akar pohon untuk mengendalikan arah pertumbuhannya. Untuk lahan terbatas, menanam pohon buah dalam pot besar (tabulampot) adalah solusi efektif.

Jika akar sudah mendekati fondasi, pemangkasan akar secara berkala dapat dilakukan dengan hati-hati. Pastikan pohon mendapatkan cukup air di lokasi yang jauh dari bangunan untuk mengurangi kecenderungan akar mencari air ke arah fondasi.

Tambahkan mulsa untuk membantu meningkatkan retensi kelembapan tanah. Perhatikan sistem drainase di sekitar rumah agar berfungsi baik, menghindari genangan air yang dapat menarik akar pohon. Jika kerusakan sudah terjadi, segera konsultasikan dengan ahli.

Pertanyaan Umum Pohon Buah yang Akarnya Bisa Merusak Fondasi Rumah dalam 5 Tahun

1. Apakah akar pohon alpukat bisa merusak fondasi rumah?

Ya, akar pohon alpukat memiliki potensi merusak fondasi rumah, terutama jika ditanam terlalu dekat, melalui tekanan fisik dan perubahan kadar air tanah.

2. Berapa jarak aman menanam pohon alpukat dari dinding rumah?

Jarak aman yang direkomendasikan adalah minimal 7,5 meter dari struktur bangunan, meskipun beberapa ahli menyarankan hingga 10-15 meter untuk pohon besar.

3. Pohon buah apa saja yang akarnya berpotensi merusak fondasi rumah?

Pohon buah seperti mangga, rambutan, durian, nangka, alpukat, sawo, jambu biji, jambu air, dan pepaya memiliki akar yang kuat dan invasif yang berpotensi merusak fondasi rumah.