Pramono Ungkap Desain Jembatan Gembok Cinta di Rasuna Said

News2 Dilihat

DermayuMagz.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, baru-baru ini mengungkapkan rencana ambisius untuk mempercantik kawasan Jalan HR Rasuna Said dengan pembangunan tiga hingga empat unit jembatan yang dikonsep sebagai “Jembatan Gembok Cinta”. Proyek ini merupakan bagian integral dari upaya penataan kawasan yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Jembatan-jembatan unik ini rencananya akan dibangun di sepanjang Kali Cideng, dengan lokasi strategis berada tepat di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kehadiran jembatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperindah lanskap perkotaan, tetapi juga untuk memberikan ruang interaksi baru bagi masyarakat.

Menurut Pramono Anung, konsep “Gembok Cinta” terinspirasi dari fenomena global yang telah diadopsi oleh berbagai kota di dunia. Ide ini diharapkan dapat menambah daya tarik kawasan Rasuna Said, menjadikannya destinasi yang lebih menarik dan berkesan bagi para pengunjung.

Pembangunan jembatan ini menjadi bagian dari revitalisasi area di sekitar Kali Cideng. Tujuannya adalah untuk menciptakan ruang publik yang lebih fungsional dan estetis. Dengan adanya jembatan ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati suasana yang berbeda dan memiliki tempat baru untuk berekspresi.

Pramono Anung menekankan bahwa jembatan-jembatan ini dirancang khusus untuk pejalan kaki. Ini berarti jembatan tersebut tidak akan diperuntukkan bagi kendaraan bermotor, melainkan sebagai area untuk berjalan santai dan menikmati pemandangan.

“Di penataan Rasuna Said itu kan ada Sungai Cideng. Di Sungai Cideng itu akan ada jembatan-jembatan kecil,” ujar Pramono saat ditemui usai menghadiri Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 di Istora Senayan pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Beliau menambahkan bahwa konsep ini sengaja dihadirkan agar jembatan-jembatan kecil di kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur biasa, tetapi juga memiliki nilai tambah dari sisi pariwisata dan rekreasi. Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat mempercantik wajah kawasan.

Lebih lanjut, Pramono membayangkan bagaimana jembatan ini dapat menjadi tempat yang menarik bagi pasangan untuk mengabadikan momen mereka. “Dan saya membayangkan daripada jembatannya itu tidak apa, dikelola dengan baik, apalagi di situ ada KPK dan kita kemarin sudah meresmikan Halte Integritas yang di sana,” jelasnya.

Konsep “love lock bridge” atau jembatan gembok cinta, yang populer di berbagai belahan dunia, memungkinkan pengunjung untuk mengunci gembok sebagai simbol cinta atau janji. Pramono melihat potensi besar dalam penerapan konsep ini di Jakarta.

“Nah, saya membayangkan kalau orang kemudian sambil apa punya waktu sama pasangannya termasuk kamu mungkin, kemudian memasang gemboknya di sana itu kan lebih colorful,” ungkap Pramono dengan antusias.

Penting untuk dicatat bahwa Jembatan Gembok Cinta ini berbeda dengan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Jembatan ini akan dibangun di atas Kali Cideng dan khusus diperuntukkan bagi aktivitas pejalan kaki dan pemasangan gembok.

“Jadi (jembatan gembok cinta) bukan disiapkan di jembatan penyeberangan, JPO, bukan. Itu di jembatan yang ada di Sungai Cideng,” tegas Pramono untuk menghindari kesalahpahaman.

Proyek penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk terus meningkatkan kualitas ruang publik dan kenyamanan warga. Dengan penambahan Jembatan Gembok Cinta, diharapkan area ini akan menjadi lebih hidup dan menarik.

Keberadaan jembatan ini juga diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang berkunjung ke Jakarta. Selain itu, konsep ini juga sejalan dengan upaya pemerintah kota untuk menciptakan kota yang lebih ramah pejalan kaki dan inklusif.

Pembangunan jembatan-jembatan ini diharapkan dapat selesai sesuai dengan target yang telah ditetapkan, sehingga masyarakat dapat segera menikmati fasilitas baru ini dan menjadikannya sebagai salah satu ikon baru di Jakarta.