Scott McTominay Cedera, Bisakah Main Melawan Haiti?

bola4 Dilihat

DermayuMagz.com – Gelandang Timnas Skotlandia, Scott McTominay, dikabarkan mengalami sakit dan kondisinya diragukan untuk tampil dalam laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Haiti.

Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu (15/6) pagi WIB. Skotlandia akan memulai kiprahnya di turnamen akbar ini dengan menghadapi Haiti di Boston Stadium.

Di grup C, Skotlandia dipastikan akan menghadapi persaingan ketat dari tim kuat seperti Maroko dan Brasil. Oleh karena itu, memetik kemenangan di laga perdana menjadi krusial untuk membuka peluang lolos ke fase gugur.

Namun, jelang laga penting tersebut, tim berjuluk The Tartan Army ini dihadapkan pada masalah kebugaran salah satu pemain andalannya. Scott McTominay sempat dilaporkan tidak dalam kondisi prima.

Kekhawatiran mengenai kondisi McTominay diungkapkan oleh rekan setimnya, Kenny McLean. Namun, McLean menyatakan optimismenya bahwa McTominay akan segera pulih dan siap diturunkan.

McTominay Sudah Baikan, Siap Bela Skotlandia

Sebelumnya, Scott McTominay sempat absen dalam sesi latihan tim yang digelar pada hari Kamis. Ia dilaporkan mengalami gangguan pencernaan.

Namun, Kenny McLean meyakini bahwa kondisi gelandang yang bermain di klub Napoli itu akan segera membaik. Ia pun optimis McTominay dapat memperkuat Skotlandia saat pertandingan melawan Haiti dimulai.

“Kondisi saya baik-baik saja, syukurlah. Semoga saja masalah itu tidak menyebar ke pemain lain. Kami berharap Scott akan baik-baik saja, dan saya yakin dia akan siap,” ujar McLean.

Kehadiran McTominay dinilai sangat krusial bagi Skotlandia. Perannya sebagai gelandang dianggap dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya tim mencatatkan sejarah baru di Piala Dunia.

Meskipun kekuatan utama tim terletak pada kekompakan kolektif, kualitas individu McTominay diyakini dapat menjadi pembeda dalam pertandingan-pertandingan penting.

“Saya rasa saya tidak perlu banyak berbicara tentang dirinya. Semua orang tahu betapa penting perannya bagi tim ini,” tambah McLean, yang merupakan gelandang Norwich City.

Ingin Buat Sejarah Baru

Skuad Skotlandia saat ini dihuni oleh sejumlah pemain yang telah memiliki pengalaman tampil di tiga turnamen besar secara beruntun. Mereka datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar untuk mengukir sejarah baru, yaitu lolos dari fase grup untuk pertama kalinya.

“Kami ingin menciptakan lebih banyak sejarah. Kami percaya masih ada banyak hal yang bisa kami capai, dan saya pribadi sangat yakin akan hal itu,” tegas McLean.

Meskipun memiliki target yang tinggi, McLean menekankan bahwa fokus utama tim saat ini adalah pertandingan melawan Haiti. Ia tidak ingin timnya terlalu larut memikirkan peluang di babak selanjutnya sebelum menyelesaikan tugas di laga pembuka.

“Kami ingin meninggalkan jejak di turnamen ini. Namun, yang terpenting saat ini adalah pertandingan melawan Haiti. Kami tidak ingin terlalu jauh memikirkan hal-hal berikutnya,” lanjutnya.

McTominay dan rekan-rekannya bertekad untuk mengakhiri penantian panjang Skotlandia yang belum pernah lolos dari fase grup Piala Dunia sejak 1998.

“Masih banyak hal positif yang sedang dibangun. Kami memiliki banyak pemain muda berbakat yang mulai berkembang. Penantian selama 28 tahun untuk kembali ke turnamen besar adalah waktu yang terlalu lama, dan saya yakin hal itu tidak akan terjadi lagi,” tutup McLean.

Sumber: BBC Sports

Brasil vs Maroko: Carlo Ancelotti Tak Sabar Jalani Debut di Piala Dunia

Carlo Ancelotti akan memasuki babak baru dalam karier kepelatihannya saat memimpin Timnas Brasil di ajang Piala Dunia 2026. Meski dikenal sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola modern, turnamen kali ini menjadi pengalaman pertamanya tampil di panggung terbesar sepak bola dunia bersama tim nasional.

Pelatih asal Italia tersebut akan menjalani debut Piala Dunia ketika Brasil menghadapi Maroko pada laga pembuka Grup C yang berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, Amerika Serikat, Minggu (14/6/2026) pagi WIB.

Bagi Ancelotti, momen ini memiliki arti khusus. Setelah lebih dari dua dekade mengukir prestasi di level klub, ia kini mendapat kesempatan memimpin negara dengan tradisi sepak bola paling kuat di dunia.

Antusiasme Ancelotti

Sepanjang kariernya, Ancelotti telah menorehkan berbagai pencapaian bergengsi. Ia sukses meraih gelar liga di lima kompetisi elite Eropa, yakni Italia, Inggris, Spanyol, Jerman, dan Prancis. Prestasi tersebut diraih bersama sejumlah klub besar seperti AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain, Bayern Munich, hingga Real Madrid.

Namun, tantangan bersama Brasil menghadirkan pengalaman yang berbeda. Setelah resmi ditunjuk sebagai pelatih Selecao pada Mei 2025, Ancelotti kini bersiap menghadapi turnamen internasional pertamanya sebagai pelatih tim nasional.

Pelatih berusia 67 tahun itu mengaku antusias sekaligus bangga bisa mengemban tugas besar bersama Brasil. Menurutnya, memimpin tim yang memiliki sejarah panjang dan koleksi gelar Piala Dunia terbanyak merupakan sebuah kehormatan yang tidak bisa dirasakan setiap pelatih.

“Ini adalah pengalaman baru bagi saya. Sesuatu yang sangat spesial,” ujar Ancelotti.

Ia menyadari ekspektasi tinggi yang selalu menyertai Brasil di setiap edisi Piala Dunia. Meski demikian, hal tersebut justru menjadi motivasi tambahan baginya untuk membawa Selecao tampil maksimal.

“Tentu ada tanggung jawab yang besar. Merupakan kehormatan bisa mewakili negara sepak bola dan tim nasional paling sukses di dunia,” lanjutnya.

Momen Berharga Ancelotti

Ancelotti menegaskan bahwa kesempatan memimpin Brasil di Piala Dunia merupakan salah satu momen paling berharga dalam perjalanan kariernya.

“Ini adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab. Saya menikmati momen yang indah ini,” kata mantan pelatih Real Madrid tersebut.

Laga melawan Maroko akan menjadi ujian pertama Ancelotti dalam mewujudkan ambisi membawa Brasil kembali berjaya di pentas dunia. Publik Selecao pun menaruh harapan besar agar sentuhan pelatih berpengalaman itu mampu mengantarkan tim meraih hasil positif sejak pertandingan perdana.