DermayuMagz.com – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Indramayu telah meluncurkan sebuah inisiatif baru dalam pelayanan publik yang diberi nama Sapa Obrolan Hangat ASN Indramayu, atau disingkat SOBAT AYU.
Program SOBAT AYU ini dirancang sebagai platform sosialisasi yang aktif dan wadah diskusi, dengan tujuan utama untuk mempererat hubungan antara BKPSDM dengan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Fokus utamanya adalah untuk membahas berbagai tantangan dan persoalan yang kerap dihadapi dalam urusan kepegawaian.
Episode perdana dari program SOBAT AYU ini telah berhasil dilaksanakan secara virtual pada hari Kamis, 23 April 2026. Dalam sesi pembukaannya, program ini mengangkat topik yang sangat relevan bagi para ASN, yaitu “KUPAS TUNTAS UJIAN DINAS DAN UPKP BARENG ASN INDRAMAYU”. Acara ini menghadirkan narasumber ahli yang berasal dari Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur (PKA).
Baca juga di sini: Tim Advokasi Peduli Hukum Indonesia Menolak Pendanaan APBN untuk Advokat
Kepala BKPSDM Kabupaten Indramayu, Muhammad Zainal Muttaqin, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa program SOBAT AYU ini akan diselenggarakan secara berkala, dengan jadwal rutin setiap dua minggu sekali. Beliau berharap, melalui program ini, pemahaman dan pengetahuan para ASN dapat meningkat.
Lebih lanjut, Zainal menjelaskan bahwa SOBAT AYU juga bertujuan untuk membangun budaya kerja yang positif, mempercepat penyebaran informasi penting, serta mendorong peningkatan kompetensi dan kemampuan adaptasi para ASN. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menciptakan sumber daya manusia aparatur yang unggul.
Dalam kesempatan yang sama, Zainal juga menyampaikan kabar baik mengenai rencana pengembangan fasilitas BKPSDM. Di masa mendatang, BKPSDM Indramayu berencana untuk membangun sebuah gedung Assessment Center yang akan dilengkapi dengan sistem Computer Assisted Competency Test (CACT). Pembangunan ini diharapkan dapat memandirikan Kabupaten Indramayu dalam menyelenggarakan ujian dinas dan UPKP.
Pembangunan Assessment Center ini akan memungkinkan pelaksanaan ujian dinas dan UPKP dilakukan secara mandiri di Kabupaten Indramayu, tanpa perlu bergantung pada fasilitas eksternal. Hal ini tentu akan memberikan kemudahan dan efisiensi bagi para ASN yang akan mengikuti kedua jenis ujian tersebut.
Pada bagian inti dari episode perdana ini, narasumber Sunarto memberikan penjelasan yang mendalam dan komprehensif mengenai berbagai aspek terkait Ujian Dinas Tingkat II dan UPKP. Materi yang disampaikan mencakup landasan hukum yang mendasarinya, persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta, nilai ambang batas (NAB) yang menjadi standar kelulusan, hingga panduan mengenai sistematika penyusunan makalah.
Sunarto menekankan pentingnya kedua ujian ini. Ia menegaskan bahwa Ujian Dinas dan UPKP bukanlah sekadar formalitas untuk mendapatkan kelulusan. Sebaliknya, kedua ujian ini merupakan komponen krusial dalam proses pengembangan karier setiap ASN. Keberhasilan dalam ujian ini berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas dan profesionalisme aparatur sipil negara, yang pada akhirnya akan mendukung terciptanya pemerintahan yang lebih baik.
Narasumber kedua, Darsono, turut memberikan paparan mengenai kemudahan dalam mekanisme pendaftaran ujian. Saat ini, seluruh proses pendaftaran telah beralih ke sistem digital sepenuhnya, yang dapat diakses melalui website resmi bidang PKA. Sistem pendaftaran digital ini diharapkan dapat menyederhanakan dan mempercepat proses administrasi bagi para ASN.
Lebih lanjut, Darsono menjelaskan bahwa sistem pendaftaran ini telah terintegrasi dengan aplikasi pesan instan WhatsApp. Dengan integrasi ini, peserta ujian akan secara otomatis menerima notifikasi melalui pesan WhatsApp apabila terdapat berkas pendaftaran yang kurang lengkap atau salah. Peserta kemudian diberikan jangka waktu maksimal selama tiga hari untuk melakukan perbaikan atau revisi dokumen secara online.











