DermayuMagz.com – Thomas Tuchel bertekad membawa Timnas Inggris meraih gelar Piala Dunia 2026. Ambisi ini sekaligus menjadi upaya untuk mematahkan kutukan pelatih asing yang belum pernah sukses menjuarai turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.
Inggris dijadwalkan memulai perjalanan mereka di Grup L Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Kroasia. Pertandingan ini menjadi langkah awal The Three Lions untuk mengakhiri penantian gelar juara yang sudah berlangsung sejak tahun 1966.
Secara historis, seluruh 22 tim yang pernah menjuarai Piala Dunia selalu dilatih oleh pelatih yang berasal dari negara yang sama. Thomas Tuchel kini memiliki kesempatan untuk mencetak sejarah baru bersama timnas Inggris.
Pelatih asal Jerman ini menyatakan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan oleh Federasi Sepak Bola Inggris. Ia merasa memiliki kedekatan emosional dengan budaya sepak bola Inggris sejak pertama kali menukangi Chelsea pada tahun 2021.
Tuchel mengungkapkan bahwa ia merasa terhormat mendapat kesempatan untuk memimpin timnas Inggris di Piala Dunia. Perasaan ikatan dengan negara tersebut, budayanya, dan olahraga sepak bolanya, telah ia rasakan sejak awal kariernya di Premier League.
Ia menambahkan bahwa federasi memilihnya dan memintanya memimpin tim ini di Piala Dunia adalah sebuah kehormatan besar. Perasaan tersebut tidak pernah hilang sejak ia mulai melatih Chelsea pada tahun 2021.
Thomas Tuchel Ingin Cetak Sejarah Bersama Inggris
Thomas Tuchel merasa sangat menghargai kepercayaan yang diberikan oleh Federasi Sepak Bola Inggris kepadanya. Ia menilai kesempatan untuk memimpin Inggris di Piala Dunia merupakan sebuah kehormatan besar dalam perjalanan karier kepelatihannya.
Pelatih berusia 52 tahun ini mengaku memiliki hubungan emosional dengan Inggris sejak ia menangani Chelsea pada tahun 2021. Perasaan tersebut, menurutnya, terus bertahan hingga saat ini.
“Saya masih bangga karena federasi memilih saya dan meminta saya memimpin tim ini di Piala Dunia. Ini adalah kehormatan besar bagi saya,” ujar Tuchel.
“Saya merasakan koneksi dengan negara ini, budayanya, dan budaya olahraganya sejak sangat awal. Begitu mulai melatih Chelsea pada 2021, saya merasakan ikatan itu dan perasaan tersebut tidak pernah hilang,” lanjut Tuchel.
Bertekad Mematahkan Kutukan Pelatih Asing
Thomas Tuchel baru mengetahui fakta bahwa belum pernah ada pelatih yang berasal dari luar negeri yang berhasil menjuarai Piala Dunia. Namun, fakta ini justru menjadi motivasi tambahan baginya.
Menurut Tuchel, sudah saatnya tradisi tersebut dipatahkan. Ia percaya bahwa pencapaian besar dapat diraih oleh tim manapun, tanpa memandang negara asal pelatihnya.
“Itu selalu menjadi ikatan yang kuat. Saya sangat terkesan dan selalu merasa bahagia serta bangga melatih di sana. Sekarang berada di sini adalah sebuah privilese,” kata Tuchel.
“Saya tidak mengetahui statistik itu, tetapi Anda benar. Sudah saatnya mematahkan pola tersebut dan menunjukkan bahwa hal itu mungkin dilakukan,” tegas Tuchel.
Kebahagiaan Fans Jadi Motivasi Utama
Bagi Thomas Tuchel, memenangkan gelar juara bukan hanya sekadar pencapaian pribadi atau menambah koleksi trofi. Ia ingin membawa kebahagiaan bagi para pemain, staf, dan seluruh pendukung timnas Inggris.
Pelatih asal Jerman ini menilai momen ketika melihat banyak orang berbahagia berkat kesuksesan tim adalah kepuasan terbesar dalam dunia sepak bola. Hal ini menjadi salah satu motivasi utamanya dalam menghadapi Piala Dunia 2026.
“Kami ingin bisa memenangkan gelar. Namun ketika Anda memenangkan gelar, itu tentang membuat teman-teman Anda, tim Anda, dan staf Anda bahagia serta melihat para suporter ikut bahagia,” tutur Tuchel.
“Ketika Anda menyadari hal itu, itulah yang membuat saya paling bangga dan bahagia,” imbuh Tuchel.
Persaingan Sengit di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 diprediksi akan menyajikan persaingan yang sangat ketat. Berbagai negara diprediksi akan saling unjuk gigi demi meraih gelar juara.
Timnas Portugal akan memulai langkah mereka di Grup K dengan menghadapi Republik Demokratik Kongo. Pertandingan ini akan digelar di Houston Stadium pada Kamis, 18 Juni 2026, pukul 00.00 WIB.
Pertandingan ini dapat disaksikan melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport secara gratis. Selain itu, bagi yang ingin menonton melalui platform digital, bisa melalui FolaPlay dan MAXStream TV.
Portugal, yang dianggap sebagai salah satu kandidat kuat juara, akan berusaha keras untuk meraih poin penuh di laga perdana. Kualitas skuad yang mereka miliki menjadi modal penting dalam perjalanannya di turnamen ini.
Sementara itu, RD Kongo mencatatkan sejarah dengan kembali tampil di Piala Dunia setelah absen selama 52 tahun. Kehadiran mereka di turnamen ini tentu akan menambah warna persaingan di Grup K, yang juga dihuni oleh Kolombia dan Uzbekistan.
Portugal, di bawah arahan pelatih Roberto Martinez, menunjukkan performa impresif dalam beberapa laga persahabatan terakhir. Mereka berhasil meraih tiga kemenangan beruntun melawan Amerika Serikat, Chile, dan Nigeria.
Dalam babak kualifikasi, Portugal juga tampil dominan dengan kemenangan telak 9-1 atas Armenia. Meskipun sempat mengalami kekalahan dari Republik Irlandia pada akhir tahun lalu, performa mereka secara keseluruhan tetap patut diperhitungkan.
Pertemuan Sebelumnya
Hingga berita ini diturunkan, belum ada catatan pertemuan resmi antara Portugal dan RD Kongo dalam ajang internasional.
5 Pertandingan Terakhir Portugal
- 16 November 2025: Portugal 9-1 Armenia
- 29 Maret 2026: Meksiko 0-0 Portugal
- 1 April 2026: Amerika Serikat 0-2 Portugal
- 7 Juni 2026: Portugal 2-1 Chile
- 11 Juni 2026: Portugal 2-1 Nigeria
5 Pertandingan Terakhir RD Kongo
- 6 Januari 2026: Aljazair 1-0 RD Kongo
- 26 Maret 2026: RD Kongo 2-0 Bermuda
- 1 April 2026: RD Kongo 1-0 Jamaika
- 4 Juni 2026: RD Kongo 0-0 Denmark
- 9 Juni 2026: RD Kongo 1-2 Chile
Tempat Menonton Portugal vs RD Kongo
Seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 dapat disaksikan secara langsung melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport dengan menggunakan antena televisi digital (FTA).
Bagi Anda yang ingin menonton melalui platform digital, siaran pertandingan dapat diakses melalui FolaPlay dan MAXStream TV.






