Tips Menyimpan Telur Agar Tahan Lama dan Aman Dikonsumsi

hot3 Dilihat

DermayuMagz.com – Harga telur ayam di pasaran Indonesia belakangan ini mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini menyebabkan stok telur melimpah, mendorong banyak orang mencari cara menyimpan telur agar tetap awet, segar, dan aman dikonsumsi dalam jangka waktu lebih lama.

Tingginya produksi telur ternyata belum sepenuhnya terserap oleh pasar. Akibatnya, stok telur terus bertambah di berbagai daerah. Meskipun demikian, situasi ini bisa menjadi keuntungan bagi konsumen karena harga telur menjadi lebih terjangkau. Agar telur yang dibeli dalam jumlah banyak tidak cepat rusak, penting untuk memahami cara penyimpanan yang benar.

Telur adalah bahan makanan yang cukup tahan lama, namun tetap memerlukan penanganan yang tepat. Penyimpanan yang salah dapat mempercepat pertumbuhan bakteri berbahaya seperti Salmonella. Oleh karena itu, memahami cara penyimpanan telur yang benar sangat penting dilakukan di rumah.

1. Simpan Telur di Dalam Kulkas

Salah satu tips menyimpan telur yang paling penting adalah meletakkannya di dalam lemari pendingin. Suhu dingin membantu menjaga kesegaran telur sekaligus memperlambat pertumbuhan bakteri.

Penyimpanan dalam kulkas dapat memperpanjang umur simpan telur jauh lebih lama dibandingkan menyimpannya di suhu ruang. Telur yang disimpan dingin bisa bertahan hingga sekitar 15 minggu, sementara telur pada suhu ruang hanya bertahan sekitar 21 hari.

Penting untuk menyimpan telur di refrigerator guna mencegah bakteri Salmonella berkembang hingga tingkat berbahaya.

2. Jangan Menyimpan Telur di Pintu Kulkas

Banyak orang terbiasa menaruh telur di rak pintu kulkas. Namun, bagian ini mengalami perubahan suhu yang cukup sering karena terus dibuka dan ditutup.

Sebaiknya, telur disimpan di bagian terdalam dan terdingin kulkas, bukan di pintu. Suhu yang stabil membantu menjaga kualitas telur lebih lama dan mencegah pengembunan pada permukaan cangkang.

Pengembunan dapat meningkatkan risiko perpindahan bakteri melalui pori-pori kecil pada kulit telur. Oleh karena itu, menjaga kestabilan suhu adalah bagian penting dalam tips menyimpan telur sehari-hari.

3. Tetap Simpan Telur di Kartonnya

Beberapa orang memindahkan telur ke wadah khusus agar kulkas terlihat lebih rapi. Namun, karton asli justru menjadi tempat penyimpanan terbaik.

Karton membantu melindungi telur dari benturan sekaligus mencegah penyerapan aroma makanan lain di dalam kulkas. Cangkang telur memiliki pori-pori kecil yang dapat menyerap bau dari makanan sekitar.

Selain itu, karton juga memudahkan pengguna memantau tanggal kedaluwarsa atau batas konsumsi telur. Dengan begitu, telur lebih mudah digunakan sesuai urutan kesegarannya.

4. Hindari Mencuci Telur Sebelum Disimpan

Banyak orang berpikir mencuci telur sebelum masuk kulkas akan membuatnya lebih higienis. Padahal, hal ini justru tidak direkomendasikan.

Air cucian dapat masuk melalui pori-pori cangkang dan meningkatkan risiko kontaminasi bakteri ke bagian dalam telur. Telur komersial umumnya sudah dibersihkan dengan prosedur khusus sebelum dijual.

Oleh karena itu, telur sebaiknya langsung disimpan dalam kondisi asli dan baru dibersihkan sesaat sebelum digunakan jika memang diperlukan.

5. Pastikan Cangkang Tidak Retak

Sebelum membeli atau menyimpan telur, periksa kondisi cangkangnya terlebih dahulu. Telur yang retak lebih mudah terkontaminasi bakteri.

Bakteri dapat masuk melalui retakan pada cangkang telur, sehingga telur retak sebaiknya segera dibuang. Selain itu, hindari menumpuk telur terlalu tinggi agar tidak mudah pecah saat disimpan di rumah.

6. Jauhkan dari Makanan Berbau Tajam

Kulit telur bersifat cukup porous atau memiliki pori-pori kecil. Karena itu, telur dapat menyerap aroma makanan lain seperti bawang, durian, ikan, atau rempah tajam.

Untuk menjaga rasa dan kualitas telur, simpan telur terpisah dari bahan makanan dengan aroma kuat. Penggunaan karton asli juga membantu mengurangi risiko penyerapan bau tersebut.

Baca juga : Pemerintah Pusat Hadir Penuh Pulihkan Keamanan di Wamena

7. Gunakan Telur Sesuai Urutan Pembelian

Ketika stok telur di rumah cukup banyak, gunakan metode FIFO (first in, first out), yaitu telur yang dibeli lebih dulu harus dipakai terlebih dahulu.

Cara ini membantu mencegah telur terlalu lama tersimpan hingga kualitasnya menurun. Anda bisa memberi tanda tanggal pembelian pada karton agar lebih mudah memantau umur simpan telur.

8. Simpan Putih dan Kuning Telur di Wadah Tertutup

Kadang ada sisa putih atau kuning telur setelah memasak. Jangan langsung dibuang karena masih bisa disimpan.

Putih telur dapat disimpan sekitar 2 hari dalam wadah kedap udara di kulkas, sedangkan kuning telur dapat bertahan hingga 4 hari. Untuk menjaga tekstur kuning telur tetap lembut, tambahkan sedikit lapisan susu tipis di atasnya.

Pastikan wadah selalu tertutup rapat agar tidak terkontaminasi makanan lain.

9. Telur Bisa Dibekukan

Tidak banyak yang tahu bahwa telur juga bisa disimpan di freezer. Namun, telur tidak boleh dibekukan dalam kondisi masih bercangkang karena dapat pecah saat membeku.

Cara terbaik adalah mengocok telur terlebih dahulu sebelum dibekukan. Menambahkan sedikit garam atau gula dapat membantu menjaga tekstur telur tetap baik setelah dicairkan kembali.

Telur beku sebaiknya diberi label tanggal penyimpanan dan digunakan maksimal dalam 6 bulan.

10. Masak Telur Hingga Matang Sempurna

Meski terlihat sederhana, memasak telur dengan benar termasuk bagian penting dari tips menyimpan telur dan menjaga keamanannya.

Telur setengah matang masih memiliki risiko lebih tinggi karena bakteri mungkin belum sepenuhnya mati. Oleh karena itu, telur sebaiknya dimasak hingga putih dan kuningnya matang sempurna, terutama untuk anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

Risiko Menyimpan Telur dengan Cara yang Salah

Penyimpanan telur yang buruk dapat meningkatkan risiko kontaminasi Salmonella. Bakteri ini dapat menyebabkan mual, diare, demam, dan kram perut.

Menjaga kebersihan tangan, alat masak, dan suhu penyimpanan menjadi hal penting saat mengolah telur di rumah untuk mencegah penyakit bawaan makanan.

Pertanyaan Umum Seputar Tips Penyimpanan Telur Ayam

1. Berapa lama telur bisa bertahan di kulkas?

Telur umumnya dapat bertahan beberapa minggu di dalam kulkas jika disimpan dengan benar dan suhu tetap stabil.

2. Apakah telur boleh disimpan di suhu ruang?

Boleh dalam waktu singkat, tetapi penyimpanan di kulkas lebih disarankan agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga.

3. Kenapa telur tidak boleh dicuci sebelum disimpan?

Karena air dapat membuka jalan bakteri masuk melalui pori-pori cangkang telur.

4. Bagaimana cara mengetahui telur masih segar?

Salah satu cara populer adalah merendam telur dalam air. Telur segar biasanya tenggelam, sedangkan telur lama cenderung mengapung.

5. Apakah telur beku masih aman dikonsumsi?

Ya, selama dibekukan dengan benar dan belum melewati masa simpan yang dianjurkan.