Undian Perempat Final Piala Dunia 2026: Argentina dan Maroko Dikelilingi Tim Eropa

bola4 Dilihat

DermayuMagz.com – Piala Dunia 2026 telah memasuki babak perempat final dengan persaingan yang semakin memanas. Swiss menjadi negara terakhir yang berhasil mengamankan tiket ke babak delapan besar setelah mengalahkan Kolombia melalui drama adu penalti yang menegangkan pada Rabu (8/7/2026) dini hari WIB.

Kemenangan dramatis Swiss ini menambah daftar kejutan di turnamen akbar ini. Setelah Jerman dan Belanda tersingkir di babak sebelumnya, kini giliran Brasil dan Portugal yang harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Tuan rumah, termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, juga telah gugur, menyisakan persaingan yang semakin terbuka.

Babak perempat final menjanjikan pertandingan-pertandingan yang sangat menarik. Maroko, yang membuat kejutan dengan mencapai perempat final di Piala Dunia 2022, kini dihadapkan pada ujian berat melawan juara bertahan, Prancis. Pertemuan kedua tim ini diprediksi akan menjadi salah satu laga paling dinanti.

Sementara itu, duel Eropa akan tersaji dalam pertandingan antara Spanyol melawan Belgia, serta Norwegia yang akan berhadapan dengan Inggris. Swiss, yang baru saja mengukir sejarah, akan menghadapi tantangan terbesar mereka melawan juara dunia 2022, Argentina, dalam pertandingan yang diprediksi akan sangat ketat.

Serangkaian pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 dijadwalkan akan berlangsung mulai Jumat (10/7/2026) hingga Minggu (12/7/2026) dini hari WIB.

Duel Impian yang Urung Terwujud

Seiring berjalannya turnamen, beberapa duel besar yang sangat dinantikan penggemar sepak bola harus terpaksa batal. Salah satunya adalah potensi pertemuan antara Jerman dan Prancis, yang urung terjadi setelah timnas Jerman tersingkir lebih awal.

Begitu pula, duel antara Jerman atau Prancis melawan Belanda, serta potensi bentrokan antara Brasil dan Inggris di babak perempat final, juga tidak akan terwujud. Kegagalan De Oranje (Belanda) dan Selecao (Brasil) di fase sebelumnya membuat duel-duel prestisius ini harus dilewatkan.

Jalan Menuju Final Semakin Terbuka

Dengan tersingkirnya beberapa tim unggulan, peta persaingan menuju babak selanjutnya menjadi lebih menarik. Jika Maroko ingin mengulang atau bahkan melampaui pencapaian mereka di edisi 2022, mereka harus terlebih dahulu melewati hadangan Prancis.

Sementara itu, jalur menuju final bagi tim-tim Eropa lainnya juga tidak kalah sengit. Pertandingan derby Eropa antara Spanyol dan Belgia akan menjadi ujian bagi kedua tim untuk membuktikan siapa yang terbaik di benua biru.

Norwegia, yang secara mengejutkan berhasil melaju ke perempat final, akan menghadapi tantangan berat dari timnas Inggris yang selalu menjadi kandidat juara. Di sisi lain, Swiss, yang baru saja menorehkan sejarah dengan lolos melalui adu penalti, akan berhadapan dengan juara bertahan Argentina.

Perempat Final Piala Dunia 2026:

  • Prancis vs Maroko
  • Spanyol vs Belgia
  • Norwegia vs Inggris
  • Argentina vs Swiss

Pertandingan-pertandingan ini dipastikan akan menyajikan tontonan sepak bola berkualitas tinggi, di mana setiap tim akan berjuang keras untuk meraih kemenangan dan melangkah lebih jauh dalam kompetisi Piala Dunia 2026.

Ketangguhan Gregor Kobel Menjadi Kunci Kemenangan Swiss

Di balik keberhasilan Swiss melaju ke perempat final, nama Gregor Kobel bersinar terang. Penjaga gawang berusia 28 tahun ini menjadi pahlawan tim nasional Swiss dalam pertandingan dramatis melawan Kolombia di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Laga yang berlangsung di Vancouver, British Columbia, pada Selasa (7/7/2026) tersebut harus ditentukan melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang selama waktu normal dan perpanjangan waktu.

Momen krusial terjadi pada tendangan penalti keempat Kolombia. Cucho Hernandez yang maju sebagai eksekutor gagal menaklukkan Kobel. Kiper Swiss itu dengan sigap bergerak ke sisi kanan gawangnya dan berhasil menepis tendangan tersebut. Keberhasilan Kobel ini memberikan kepercayaan diri tambahan bagi rekan-rekannya.

Selanjutnya, Ruben Vargas yang mengambil tendangan penalti kelima untuk Swiss berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, memastikan kemenangan dramatis bagi timnya. Keberanian dan ketenangan Kobel di bawah tekanan menjadi faktor penentu lolosnya Swiss ke perempat final.

Kobel Percaya Diri Swiss Bisa Melangkah Lebih Jauh

Gregor Kobel mengungkapkan kebahagiaannya atas pencapaian timnya. Ia menilai bahwa keberhasilan Swiss, sebagai negara dengan populasi yang relatif kecil, untuk bersaing di level tertinggi sepak bola dunia sangatlah berarti.

“Sungguh luar biasa melihat apa yang mungkin diraih oleh negara kecil di olahraga sebesar ini dan di turnamen sebesar ini. Ini pencapaian yang sangat besar bagi kami sebagai tim dan setiap pemain yang ada di skuad ini. Berada di posisi kami sekarang membuat kami sangat bangga. Ini pencapaian luar biasa, tetapi perjalanan belum selesai karena kami masih memiliki pertandingan berikutnya.”

Kobel juga berbagi pandangannya mengenai eksekusi penalti. Ia mengakui bahwa keberhasilannya adalah kombinasi dari persiapan matang dan intuisi yang kuat. Ia selalu berusaha membaca pergerakan lawan, gestur tubuh, hingga arah pandangan mata untuk mengambil keputusan.

“Sejujurnya, itu perpaduan keduanya. Ada kiper yang lebih matang dalam persiapan dibanding saya, tetapi perasaan juga menjadi bagian penting dalam situasi seperti ini. Saya melihat bentuk tubuh penendang, pergerakan mereka, arah pandangan mata, semuanya menjadi kombinasi. Pada akhirnya saya mengikuti insting dan bergerak ke arah yang saya rasakan,” jelas Kobel.

Tantangan Argentina Menanti Swiss di Perempat Final

Kemenangan dramatis ini membawa Swiss untuk menghadapi lawan tangguh di perempat final, yaitu Argentina. Kapten Swiss, Granit Xhaka, menyatakan bahwa timnya memiliki keyakinan penuh pada kemampuan Gregor Kobel, terutama dalam situasi adu penalti.

“Dia juga membuat hidup kami sulit saat latihan penalti! Kami tahu jika pertandingan berakhir dengan adu penalti, kami memiliki penjaga gawang yang mampu melakukan penyelamatan, ditambah para penendang yang berkualitas,” ujar Xhaka.

Ruben Vargas, eksekutor penentu kemenangan Swiss, juga memberikan apresiasi mendalam kepada Kobel. Ia mengakui bahwa sang kiper telah membuktikan kapasitasnya di momen paling krusial.

“Saya rasa kami semua tahu kemampuan Gregor dan hari ini dia memperlihatkannya di panggung besar ketika tim benar-benar membutuhkannya. Rasanya menyenangkan memiliki penjaga gawang seperti dia,” tutur Vargas.

Menghadapi Argentina, yang diperkuat oleh mega bintang Lionel Messi, Kobel menyadari status timnya sebagai underdog. Namun, ia tetap optimis dan yakin bahwa peluang selalu ada selama pertandingan belum berakhir.

“Dengan semua yang telah Lionel Messi capai, tidak ada yang salah jika banyak orang menempatkannya di puncak. Sekarang tugas saya adalah menghentikannya karena mereka memang difavoritkan. Mereka jelas menjadi unggulan utama, tetapi pada akhirnya ini adalah sepak bola. Kami harus memainkan pertandingannya lebih dulu, lalu melihat apa yang akan terjadi. Kami juga memiliki kualitas dan rasa percaya diri yang tinggi,” pungkas Kobel.