Veda Ega Pratama Gagal Optimal di Kualifikasi Moto3 Italia, Finis ke-13

bola7 Dilihat

DermayuMagz.com – Veda Ega Pratama harus memulai balapan Moto3 Italia 2026 dari posisi yang kurang ideal, yaitu grid ke-13. Keputusan strategis yang diambilnya pada sesi kualifikasi di Sirkuit Mugello, Sabtu (30/5/2026) malam WIB, terbukti kurang tepat.

Perjalanan Veda Ega Pratama di sesi latihan bebas menunjukkan fluktuasi performa. Setelah menempati posisi ke-20 pada latihan bebas pertama, ia mampu merangkak naik ke posisi kesembilan pada latihan berikutnya. Namun, performanya kembali menurun ke urutan ke-21 di latihan bebas kedua.

Saat sesi kualifikasi, Veda Ega Pratama membuat kesalahan dalam pemilihan waktu keluar dari pit. Hal ini menyebabkan ia kehabisan waktu untuk memaksimalkan usahanya memperbaiki posisi startnya.

Kesalahan serupa juga dilakukan oleh pemimpin klasemen sementara, Maximo Quiles, yang akhirnya harus memulai balapan dari posisi ke-15.

Dengan banyak pembalap yang tidak mampu meningkatkan catatan waktu mereka, posisi terdepan yang diraih oleh David Almansa dari Liqui Moly Dynavolt Intact GP tidak tergoyahkan. Ia berhasil merebut pole position dengan waktu terbaik 1 menit 54,862 detik.

Posisi kedua dan ketiga grid terdepan diisi oleh Hakim Danish dari AEON Credit – MT Helmets – MSi, dan Joel Kelso dari Gryd – MLav Racing.

Berikut adalah hasil lengkap kualifikasi Moto3 Italia 2026:

Posisi – Pembalap – Asal – Tim – Motor – Waktu/Selisih

1. David Almansa – SPA – Liqui Moly Dynavolt Intact GP – (KTM) – 1m 54.862s

2. Hakim Danish – MAL – AEON Credit- MT Helmets – MSI – (KTM) – +0.018s

3. Joel Kelso – AUS – GRYD – MLav Racing – (Honda) – +0.125s

4. Brian Uriarte – SPA – Red Bull KTM Ajo – (KTM) – +0.230s

5. Jesus Rios – SPA – Rivacold Snipers Team – (Honda) – +0.311s

6. Joel Esteban – SPA – LEVEL UP – MTA – (KTM) – +0.315s

7. David Munoz – SPA – Liqui Moly Dynavolt Intact GP – (KTM) – +0.340s

8. Marco Morelli – ARG – CFMOTO Valresa Aspar$$\text{ar}$$ Team – (KTM) – +0.512s

9. Adrian Fernandez – SPA – Leopard Racing – (Honda) – +0.535s

10. Scott Ogden – GBR – CIP Green Power – (KTM) – +0.573s

11. Ryusei Yamanaka – JPN – AEON Credit- MT Helmets – MSI – (KTM) – +0.643s

12. Alvaro Carpe – SPA – Red Bull KTM Ajo – (KTM) – +0.649s

13. Veda Pratama – INA – Honda Team Asia – (Honda) – +0.686s

14. Eddie O’Shea – GBR – GRYD – MLav Racing – (Honda) – +0.778s

15. Maximo Quiles – SPA – CFMOTO Valresa Aspar$$\text{ar}$$ Team – (KTM) – +0.888s

16. Valentin Perrone – ARG – Red Bull KTM Tech3 – (KTM) – +0.917s

17. Matteo Bertelle – ITA – LEVEL UP – MTA – (KTM) – +0.958s

18. Cormac Buchanan – NZL – CODE Motorsports – (KTM) – +0.992s

19. Guido Pini – ITA – Leopard Racing – (Honda) – 1m 56.415s

20. Ruche Moodley – RSA – CODE Motorsports – (KTM) – 1m 56.427s

21. Rico Salmela – FIN – Red Bull KTM Tech3 – (KTM) – 1m 56.553s

22. Adrian Cruces – SPA – CIP Green Power – (KTM) – 1m 57.002s

23. Leo Rammerstorfer – AUT – SIC58 Squadra Corse – (Honda) – 1m 57.097s

24. Nicola Carraro – ITA – Rivacold Snipers Team – (Honda) – 1m 57.215s

25. Zen Mitani – JPN – Honda Team Asia – (Honda) – 1m 57.370s

Balapan Moto3 Italia 2026 akan digelar pada Minggu, 31 Mei 2026, pukul 16.00 WIB.

Perjalanan Veda Ega Pratama di ajang Moto3 musim 2026 sejauh ini menunjukkan potensi yang menjanjikan. Ia telah beberapa kali finis di posisi teratas, termasuk peringkat kelima di Thailand, ketiga di Brasil, keenam di Spanyol, keempat di Prancis, dan kedelapan di Catalunya.

Satu-satunya balapan yang tidak ia selesaikan adalah di Amerika Serikat, di mana ia mengalami kecelakaan. Performa yang konsisten ini diharapkan dapat terus berlanjut meskipun harus memulai dari grid ke-13 di Italia.

Sementara itu, di ajang sepak bola, Timnas Argentina mengincar sejarah baru di Piala Dunia 2026. Jika berhasil mempertahankan gelar juara, mereka akan menyamai rekor legendaris Brasil yang meraih gelar juara dunia dua kali berturut-turut pada tahun 1962.

Brasil, pada tahun 1962, menjadi negara terakhir yang berhasil mempertahankan gelar Piala Dunia. Sebelumnya, Italia juga pernah mencetak prestasi serupa pada tahun 1934 dan 1938.

Namun, sejarah membuktikan bahwa mempertahankan gelar juara Piala Dunia adalah sebuah tantangan yang sangat berat. Dalam beberapa edisi terakhir, banyak tim juara bertahan yang kesulitan, bahkan ada yang gagal lolos dari babak grup.

Argentina sendiri pernah merasakan pahitnya kegagalan mempertahankan gelar. Pada Piala Dunia 1990, mereka yang merupakan juara bertahan, harus mengakui keunggulan Jerman Barat di partai final.

Timnas Argentina yang diperkuat oleh Lionel Messi dan para pemain berpengalaman lainnya, diharapkan mampu mengatasi tekanan dan sejarah yang kurang menguntungkan tersebut. Kombinasi antara pengalaman dan talenta yang dimiliki skuad Argentina menjadi modal penting bagi mereka untuk meraih target ambisius ini.

Baca juga : Dapur Minimalis Kecil yang Nyaman untuk Lansia

Pelatih Lionel Scaloni diharapkan dapat meracik strategi yang jitu untuk menghadapi persaingan ketat di Piala Dunia 2026. Publik sepak bola dunia akan menantikan bagaimana Argentina akan berjuang untuk mengukir sejarah baru dan menjadi tim kedua yang berhasil mempertahankan gelar Piala Dunia.