Waspadai Penipuan Silent Call yang Kian Marak, Rekening Anda Terancam

Berita14 Views

DermayuMagz.com – Fenomena panggilan telepon tanpa suara dari nomor tak dikenal atau yang dikenal sebagai silent call semakin marak terjadi, dan masyarakat diminta untuk waspada karena modus ini diduga merupakan langkah awal dari berbagai jenis penipuan yang dapat merugikan, bahkan menguras isi rekening.

Peningkatan laporan mengenai panggilan misterius ini memicu kekhawatiran baru di kalangan pengguna ponsel. Panggilan tersebut biasanya hanya berlangsung beberapa detik lalu terputus tanpa ada suara atau percakapan apa pun. Namun, di balik kesederhanaannya, praktik ini ternyata memiliki tujuan yang lebih gelap.

Menurut informasi yang beredar, terutama yang diungkapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, panggilan silent call ini bukanlah sekadar iseng. Modus ini dapat menjadi bagian dari strategi pelaku untuk mengumpulkan data pengguna atau sebagai tahapan awal untuk melancarkan aksi penipuan yang lebih kompleks.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku penipuan seringkali memanfaatkan teknologi Voice over Internet Protocol (VoIP). Teknologi ini memungkinkan mereka untuk memanipulasi nomor telepon, membuatnya sulit dilacak, dan dapat berganti-ganti dalam waktu singkat. Hal ini menambah kerumitan dalam mengidentifikasi dan menangkap pelaku.

Tujuan di balik panggilan tanpa suara ini bisa beragam. Mulai dari sekadar memverifikasi apakah nomor telepon yang dituju masih aktif dan digunakan oleh seseorang, hingga mendorong penerima panggilan untuk melakukan panggilan balik. Ada pula kemungkinan bahwa panggilan ini merupakan bagian dari persiapan untuk melancarkan serangan siber lanjutan.

Risiko yang lebih besar muncul ketika nomor ponsel korban masuk ke dalam daftar target pelaku untuk penipuan yang lebih serius. Parahnya lagi, jika korban tanpa sadar melakukan panggilan balik, nomor mereka bisa saja terhubung ke layanan premium yang mengenakan biaya sangat mahal tanpa disadari.

PINTU MASUK PENIPUAN YANG LEBIH BERBAHAYA

Dalam berbagai kasus yang telah dilaporkan, korban yang terpancing untuk merespons panggilan misterius ini seringkali diarahkan pada modus penipuan lain. Salah satu yang paling umum adalah upaya pencurian kode one time password (OTP) yang krusial untuk keamanan transaksi perbankan, atau teknik phishing yang mengelabui korban agar memberikan informasi sensitif.

Bahkan, laporan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengindikasikan bahwa panggilan telepon yang tidak jelas asal-usulnya ini seringkali digunakan sebagai metode verifikasi nomor aktif sebelum penipuan yang sesungguhnya dilancarkan. Ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman yang terselubung di balik panggilan singkat tanpa suara tersebut.

Menyikapi maraknya modus ini, para ahli keamanan siber memberikan saran yang tegas. Dosen Program Studi Ilmu Komputer IPB University, Heru Sukoco, menekankan pentingnya tindakan pencegahan sejak dini.

“Jangan angkat, jangan telepon balik, blokir dan abaikan karena panggilan tersebut merupakan tahapan awal dari penipuan berbasis telepon,” tegas Heru Sukoco, seperti dikutip dari laman resmi IPB University. Ia menambahkan bahwa mengabaikan panggilan dari nomor yang tidak dikenal adalah langkah paling bijak.

Heru juga menyarankan agar masyarakat tidak merespons panggilan misterius, terutama yang berasal dari nomor luar negeri yang terlihat mencurigakan. Jika memang ada informasi penting yang ingin disampaikan, pelaku biasanya akan berusaha menghubungi kembali atau mengirimkan pesan singkat.

“Tindakan ini adalah yang paling sering menjebak, karena banyak scam menggunakan teknik ‘missed call bait’,” ujar Heru, merujuk pada modus panggilan tak terjawab yang kemudian membuat korban penasaran untuk menelepon balik.

Selain mengabaikan panggilan yang mencurigakan, masyarakat diimbau untuk memanfaatkan berbagai fitur keamanan yang tersedia pada ponsel. Mengaktifkan fitur pengenal spam, menggunakan aplikasi pemblokir nomor asing, serta memanfaatkan pengaturan bawaan ponsel seperti silence unknown callers atau block unknown numbers dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan yang efektif.

Baca juga di sini: Dahyun Kembali Bersama Twice di Tokyo, Kode "Comeback" dari Chaeyoung

Lebih lanjut, Heru menekankan pentingnya edukasi keamanan siber di lingkungan keluarga. Terutama bagi orang tua dan anak-anak, yang cenderung lebih rentan menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan siber yang memanfaatkan telepon sebagai media penipuan atau ancaman.