Sungai Terancam Eceng Gondok, Warga Nilai Pemdes Jumbleng Lamban Bertindak

Indramayu7 Views

DermayuMagz.com – Warga Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, menyuarakan keprihatinan mendalam terkait kondisi Sungai Kali Betokan yang kini telah dipenuhi oleh tanaman eceng gondok.

Tumpukan tanaman air ini dilaporkan telah menguasai hampir seluruh permukaan sungai, khususnya di area bawah Jembatan Gantung Cinta. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kelancaran aliran air, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat setempat.

Banyak warga yang merasa bahwa Pemerintah Desa (Pemdes) Jumbleng belum mengambil tindakan nyata untuk mengatasi permasalahan yang semakin memburuk ini.

Padahal, kondisi sungai yang kian memprihatinkan ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, baik dari segi lingkungan maupun kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa keberadaan eceng gondok di sungai tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang memadai. Jumlahnya pun terus bertambah seiring waktu.

Menurutnya, situasi ini tidak hanya merusak estetika pemandangan, tetapi juga berisiko memicu masalah-masalah lain yang lebih serius.

“Sudah lama dibiarkan seperti ini. Awalnya tidak terlalu banyak, tapi sekarang hampir penuh menutupi sungai. Air jadi tidak mengalir lancar, baunya juga mulai terasa,” ujar warga tersebut saat ditemui di lokasi kejadian pada Selasa, 21 April 2026.

Ia juga menambahkan kekhawatirannya bahwa tumpukan eceng gondok tersebut bisa menjadi tempat berkembang biak bagi nyamuk dan sumber berbagai penyakit. Lebih lanjut, saat musim hujan tiba, kondisi sungai yang tersumbat ini berpotensi memperparah risiko terjadinya banjir.

Keluhan yang sama juga datang dari warga lainnya. Mereka sangat berharap ada tindakan konkret dari pemerintah desa maupun instansi terkait untuk segera membersihkan sungai tersebut. Selain itu, mereka juga mendesak adanya upaya pencegahan agar pertumbuhan eceng gondok tidak lagi semakin tak terkendali.

Baca juga di sini: Awan Panas Semeru Meluncur ke Barat

Warga berpendapat bahwa penanganan masalah eceng gondok ini seharusnya tidak hanya dilakukan sekali, melainkan memerlukan tindakan yang rutin dan berkelanjutan. Mereka juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan, terutama pada aliran sungai.

“Kami ingin ada perhatian. Minimal ada pembersihan rutin atau program khusus. Kalau dibiarkan terus, nanti dampaknya bisa lebih besar,” tegas warga lainnya, menunjukkan kepedulian mereka terhadap kondisi sungai.

Di sisi lain, masyarakat mengakui bahwa Sungai Kali Betokan memegang peranan penting sebagai saluran air utama di wilayah tersebut. Oleh karena itu, kondisi sungai yang bersih dan lancar merupakan kebutuhan mendasar untuk mendukung aktivitas warga serta menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya langkah penanganan yang signifikan di lokasi tersebut. Tumpukan eceng gondok masih mendominasi permukaan air, bahkan di beberapa titik terlihat semakin padat.

Seorang pengamat lingkungan setempat menyoroti bahwa masalah eceng gondok merupakan fenomena yang kerap terjadi di berbagai daerah dan memerlukan solusi yang terpadu. Selain pembersihan fisik secara langsung, diperlukan juga strategi pengendalian pertumbuhan tanaman tersebut agar tidak kembali meluas dengan cepat.

“Eceng gondok memang cepat tumbuh, terutama di perairan yang kaya nutrisi. Jika tidak dikendalikan, pertumbuhannya bisa sangat masif dan sulit ditangani,” jelas pengamat tersebut, menggarisbawahi kompleksitas masalah ini.

Warga Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, kini menaruh harapan besar agar pemerintah desa dapat segera merespons keluhan mereka dengan tindakan nyata. Mereka juga berharap adanya koordinasi yang baik dengan dinas-dinas terkait di tingkat kabupaten untuk penanganan yang lebih efektif.

Dengan kondisi sungai yang terus memburuk, masyarakat memiliki kekhawatiran bahwa dampaknya tidak hanya terbatas pada gangguan lingkungan, tetapi juga dapat meluas hingga mempengaruhi aspek kesehatan dan keselamatan warga.

Kini, perhatian dan harapan masyarakat tertuju pada keseriusan pemerintah dalam upaya menjaga kebersihan dan kelestarian Sungai Kali Betokan. Tujuannya agar sungai tersebut dapat kembali berfungsi secara optimal dan tidak menjadi sumber masalah di masa mendatang.