Ketua IKA UNAIR Bondowoso Terpilih Kepala Dinas Kesehatan

Berita14 Views

DermayuMagz.com – dr. M. Jasin, Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, kembali terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) Cabang Bondowoso untuk periode kedua.

Terpilihnya kembali dr. M. Jasin ini terjadi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) I IKA UNAIR Cabang Bondowoso yang diselenggarakan di Aula Edelweiss, sebuah hotel di Bondowoso, pada Sabtu, 25 April 2026.

Proses pemilihan ketua berjalan melalui musyawarah mufakat. Meskipun mekanisme voting telah disiapkan sebelumnya sesuai dengan aturan organisasi, seluruh peserta musyawarah akhirnya bersepakat untuk kembali menunjuk dr. M. Jasin melanjutkan estafet kepemimpinannya.

Baca juga di sini: Peran Ghefira Agisha: Dari Farmasi ke Gerakan Tasik Kota Resik

“Teman-teman ternyata masih memberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin di periode kedua,” ungkap dr. M. Jasin usai forum pemilihan, menyatakan rasa terima kasih atas amanah yang diberikan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa IKA UNAIR Bondowoso bukan sekadar wadah perkumpulan bagi para alumni. Organisasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat dan turut berperan dalam pembangunan daerah.

Komitmen ini sejalan dengan semangat organisasi yang mengusung visi Solid Bergerak Dan Nyata Berdampak. Dalam masa kepemimpinannya yang kedua ini, dr. M. Jasin menargetkan beberapa program strategis yang akan dibawa ke Bondowoso.

Program-program tersebut rencananya akan dijalankan melalui sinergi dengan pengurus IKA UNAIR di tingkat wilayah maupun pusat. Selain itu, kegiatan yang bersifat sosial dan program untuk meningkatkan kapasitas para anggota juga akan terus diperkuat.

Salah satu program prioritas utama yang akan didorong oleh IKA UNAIR Bondowoso adalah upaya membantu pemerintah daerah dalam menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di wilayah Bondowoso.

Untuk mewujudkan hal tersebut, organisasi berencana untuk melaksanakan program skrining kesehatan jantung bagi ibu hamil dan bayi. Rencana program ini muncul setelah meninjau data tahun 2024 yang menunjukkan bahwa sekitar 50 persen kasus AKI dan AKB di Bondowoso dipicu oleh penyakit penyerta yang dialami oleh ibu.

Penyakit penyerta ini menjadi faktor utama, bukan komplikasi yang terjadi saat proses persalinan. Dengan demikian, skrining dini menjadi langkah krusial.

“Harapannya, lewat pemeriksaan dini ini masalah kesehatan bisa diketahui lebih cepat sehingga penanganannya juga bisa dilakukan lebih awal,” pungkas dr. M. Jasin, optimis bahwa program ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan masyarakat Bondowoso.