DermayuMagz.com – Otoritas Arab Saudi telah meningkatkan langkah-langkah keamanan di Makkah, khususnya di sekitar Masjidil Haram, yang mengharuskan jemaah haji Indonesia untuk selalu membawa dokumen penting seperti kartu nusuk, paspor, dan visa.
Pengetatan keamanan ini teramati oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah. Pihak berwenang Arab Saudi kini rutin melakukan pemeriksaan dokumen secara acak bagi siapa saja yang hendak memasuki area Masjidil Haram.
Kepala Daker Makkah, Ihsan Faisal, menekankan pentingnya membawa kartu nusuk ke mana pun jemaah pergi. Ia menjelaskan bahwa kartu nusuk merupakan salah satu syarat utama untuk dapat memasuki kawasan Masjidil Haram.
Baca juga di sini: Sambadha Vokalis Coldiac Rilis EP Perdana, Ruang Ruang Sandar
Kartu nusuk ini sendiri telah didistribusikan kepada jemaah haji Indonesia sejak masih berada di tanah air, bahkan sebelum keberangkatan menuju Arab Saudi. Pendistribusian dan aktivasi kartu dilakukan oleh syarikah yang bertanggung jawab atas jemaah Indonesia.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah berkomitmen untuk memastikan setiap jemaah haji yang akan berangkat telah menerima kartu nusuk. Proses aktivasi kartu ini bahkan sudah dilakukan di embarkasi masing-masing.
Sebagai informasi tambahan, jemaah haji Indonesia gelombang pertama telah tiba di Madinah pada Rabu, 22 April 2026. Mereka dijadwalkan akan berada di Madinah selama 8 hingga 9 hari. Setelah periode tersebut, jemaah akan melanjutkan perjalanan dari Madinah menuju Makkah untuk melaksanakan puncak ibadah haji di Armuzna, sebelum akhirnya kembali ke tanah air melalui bandara Jeddah.






