DermayuMagz.com – Pemerintah Kabupaten Malang, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan keselamatan para pengunjung di seluruh destinasi wisata pantai yang ada di wilayah Malang Selatan.
Langkah proaktif ini diambil sebagai respons terhadap tingginya angka kunjungan wisatawan yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Data yang dihimpun oleh Disparbud Kabupaten Malang menunjukkan bahwa kawasan pantai di Malang Selatan mampu menarik perhatian sekitar 1,5 juta wisatawan setiap tahunnya.
Angka tersebut diprediksi akan terus mengalami pertumbuhan. Hal ini seiring dengan berbagai upaya perbaikan dan pengembangan infrastruktur akses yang terus dilakukan oleh pemerintah daerah, yang pada gilirannya akan semakin memudahkan para wisatawan untuk menjangkau destinasi-destinasi indah di pesisir selatan.
Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, menyatakan bahwa fokus pemerintah tidak hanya terbatas pada pengembangan daya tarik dan fasilitas wisata. Perhatian serius juga diberikan pada aspek krusial seperti keamanan dan keselamatan pengunjung, yang dianggap sebagai pondasi penting dalam memberikan pengalaman berwisata yang positif.
“Kami terus berupaya untuk memberikan inovasi dan inisiasi untuk wisata, khususnya pantai Malang Selatan. Selain perawatan dan peningkatan fasilitas, salah satu yang kita lakukan juga bagaimana pengelolaan keselamatan dan keamanan pengunjung. Ini kita lakukan bersama dengan Polres Malang,” ujar Firmando.
Dijelaskan lebih lanjut, bahwa saat ini upaya yang sedang digalakkan masih berada dalam tahap sosialisasi. Program ini menyasar para pengelola destinasi wisata yang ada di sepanjang pantai Malang Selatan. Tujuannya adalah untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan pemahaman mengenai standar keselamatan yang harus diterapkan.
Baca juga di sini: Makkah Semakin Ketat, Jemaah Haji Indonesia Diimbau Selalu Bawa Kartu Nusuk, Paspor, dan Visa
Ke depannya, Disparbud Kabupaten Malang berencana untuk melakukan evaluasi dan pengecekan langsung di lapangan. Pengecekan ini akan difokuskan pada kesiapan masing-masing lokasi wisata, terutama dalam hal penerapan standar keselamatan yang telah ditetapkan, guna meminimalisir potensi risiko.
“Saat ini baru tahapan kita sosialisasi. Nantinya Dinas Pariwisata akan mencoba mengecek kesiapan destinasi,” imbuh Firmando.
Inisiatif penguatan keselamatan ini sangat penting mengingat karakteristik geografis pantai Malang Selatan yang sering kali dihadapkan pada kondisi laut yang menantang, seperti ombak besar yang dikenal sebagai ciri khasnya. Hal ini meningkatkan potensi terjadinya insiden laut, termasuk wisatawan yang terseret arus atau bahkan tenggelam.
Oleh karena itu, penguatan sistem pengamanan dan peningkatan kapasitas para pengelola wisata menjadi kunci utama. Dengan kesiapan yang matang dari para pengelola, diharapkan risiko kecelakaan laut dapat ditekan secara signifikan.
“Sehingga nanti ke depan tidak ada lagi kasus pengunjung yang tenggelam atau terbawa arus di pantai Malang Selatan. Tentunya kesiapan pengelola ini yang harus dikuatkan,” tegasnya.
Melalui penguatan sistem keamanan yang terintegrasi dan peningkatan kapabilitas sumber daya manusia di sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Malang optimis bahwa sektor pariwisata, khususnya wisata pantai di wilayah selatan, dapat terus berkembang. Perkembangan ini diharapkan tidak hanya lebih aman dan berkelanjutan, tetapi juga mampu memberikan rasa nyaman dan kepuasan maksimal bagi setiap wisatawan yang berkunjung.






