DermayuMagz.com – Ratusan institusi keuangan di Jepang sempat mengalami lumpuh total pada layanan sistem perbankan mereka pada Sabtu, 7 November 2026. Sebanyak 128 Shinkin Bank di berbagai wilayah dilaporkan tidak dapat memproses transaksi nasabah selama beberapa jam akibat kendala teknis pada infrastruktur utama.
Gangguan yang terjadi pada sistem perbankan tersebut memicu perhatian publik, terutama terkait keamanan data. Namun, pihak pengelola melalui Shinkin Central Bank dan Shinkin Kyodo Center telah memberikan klarifikasi resmi bahwa insiden ini dipastikan bukan merupakan tindak kejahatan siber atau serangan peretas.
Berdasarkan keterangan manajemen, akar permasalahan terletak pada kegagalan perangkat keras (hardware malfunction) yang berlokasi di fasilitas sistem pusat di Kota Kobe, Prefektur Hyogo. Kerusakan teknis ini berdampak langsung pada operasional jaringan antarbank yang menaungi 128 institusi keuangan tersebut.
Dampak dari gangguan sistem ini mulai dirasakan nasabah sekitar pukul 13.30 waktu setempat. Layanan krusial seperti penarikan dan penyetoran uang melalui mesin ATM tidak dapat diakses. Selain itu, transaksi melalui konter bank serta layanan perbankan daring juga sempat terhenti secara total.
Cakupan wilayah yang terdampak cukup luas, meliputi kawasan Tokai, Hokuriku, hingga ke bagian barat Jepang. Beberapa institusi yang terdampak di antaranya adalah Okazaki Shinkin Bank di Prefektur Aichi, Osaka City Shinkin Bank di Prefektur Osaka, serta Hiroshima Shinkin Bank di Prefektur Hiroshima.
Menanggapi situasi tersebut, tim teknis segera melakukan langkah mitigasi darurat untuk memulihkan fungsi sistem. Upaya tersebut membuahkan hasil secara bertahap mulai pukul 18.00 waktu setempat, di mana layanan dasar seperti penarikan dan penyetoran tunai mulai kembali normal.
Setelah melalui proses perbaikan intensif, seluruh layanan perbankan, termasuk transfer antarbank dan transaksi daring, akhirnya dinyatakan pulih sepenuhnya pada pukul 19.00 waktu setempat. Pihak pengelola menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah selama durasi gangguan tersebut.
Ke depan, Shinkin Central Bank berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur teknologi mereka. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan sistem agar insiden kegagalan perangkat keras serupa tidak terulang kembali di masa depan, mengingat pentingnya stabilitas layanan perbankan bagi mobilitas ekonomi masyarakat.

















