Belajar dari Sinetron Istiqomah Cinta, Pentingnya Melanjutkan Hidup Setelah Putus Cinta

showbiz8 Dilihat

DermayuMagz.com – Aktor muda Cakrawala Airawan, yang kini tengah memerankan karakter Emran Syailendra dalam sinetron SCTV “Istiqomah Cinta”, menemukan banyak pelajaran berharga dari perannya tersebut. Salah satu hikmah terpenting yang ia tarik adalah pentingnya kemampuan untuk move on usai hubungan asmara berakhir, sebuah konsep yang sangat kontras dengan apa yang dijalani oleh karakternya.

Dalam sinetron “Istiqomah Cinta”, Emran digambarkan sebagai sosok yang kompleks, terus berjuang untuk mendapatkan kembali hati Khansa (diperankan oleh Yasmin Napper). Perjalanan Emran diwarnai dengan persaingan dengan karakter lain seperti Fatan (Arbani Yasiz) dan Oscar (Teuku Ryan), yang semakin menambah kerumitan alur cerita.

Cakrawala Airawan, yang telah memerankan Emran selama lebih dari 100 episode, mengaku bahwa jika dihadapkan pada situasi percintaan yang rumit seperti yang dialami Emran, ia pribadi akan memilih untuk move on.

“Jawabannya Cakra, kayaknya move on deh. Lebih bijak untuk move on karena harusnya (berkaca pada) pengalaman hidup Emran, dia sudah mengetahui sesuatu yang dipaksakan tidak akan baik,” ujar Cakrawala Airawan dalam sebuah wawancara daring.

Namun, ia juga memahami alasan di balik sikap Emran yang sulit melepaskan. Menurut Cakrawala, Emran bertindak demikian karena ia sangat memahami besarnya cinta yang pernah ia rasakan dan berikan, namun harus berakhir dengan perpisahan yang menyakitkan.

“Tapi, aku enggak bisa 100 persen setuju move on karena Emran melakukan semua ini karena tahu rasanya pernah mencintai dan dicintai begitu besar tapi harus ditinggal dengan kondisi ‘pisah dunia.’ Jadi, kalau aku ditanya sebagai Cakra, akan memilih move on,” tambahnya.

Jadi intinya…

  • Cakrawala Airawan memerankan Emran, karakter kompleks di “Istiqomah Cinta” yang mengejar Khansa.
  • Cakrawala Airawan memilih move on dari hubungan rumit, berbeda dengan karakter Emran.
  • Emran tetap mengejar Khansa meski menikah dan bersaing, namun tanpa niat mencelakai.

Perbedaan pandangan ini menunjukkan bagaimana aktor mampu membedakan antara diri sendiri dan karakter yang diperankannya. Cakrawala melihat move on sebagai pilihan yang lebih realistis dan sehat dalam kehidupan nyata, sementara Emran dalam cerita harus terus berjuang demi cintanya, meskipun dalam situasi yang semakin rumit.

Cakrawala Airawan lebih lanjut menjelaskan bahwa jika ia berada di posisi Emran, ia akan memilih untuk melepaskan. Ia percaya bahwa memaksakan sebuah hubungan yang sudah tidak berjalan semestinya hanya akan menghasilkan sesuatu yang tidak maksimal.

“Sesuatu yang dipaksakan tidak akan baik,” tegasnya, menekankan filosofi hidupnya yang berbeda dengan karakter yang ia bawakan di layar kaca.

Namun, sang aktor juga memberikan apresiasi terhadap kedalaman karakter Emran. Ia mengakui bahwa Emran memiliki alasan kuat untuk tidak move on, mengingat besarnya cinta yang pernah terjalin dalam hidupnya. Pengalaman ini membentuk perspektif Emran yang membuatnya enggan untuk melepaskan begitu saja.

“Jadi, kalau aku ditanya sebagai Cakra, akan memilih move on,” ulangnya, menegaskan kembali prinsip pribadinya.

Kondisi Emran Syailendra

Meskipun Cakrawala Airawan memilih jalan move on, karakternya, Emran Syailendra, memiliki alur cerita yang berbeda dan lebih kompleks. Emran dalam dunia “Istiqomah Cinta” menolak untuk melepaskan Khansa, didorong oleh alasan-alasan yang kuat dalam narasi sinetron tersebut.

Sebagai salah satu fondasi cerita, Emran Syailendra memiliki perspektif dan kepentingan yang membuatnya terus berjuang. Cakrawala Airawan mengulas lebih dalam mengenai kondisi Emran saat ini.

“Satu lagi, dengan kondisi sekarang Emran sudah menikah, menurutku pergerakan yang dia lakukan terhadap Khansa jadi enggak bisa dibenarkan karena dia berstatus suami orang tapi masih mengejar orang lain lah,” kata Cakrawala Airawan, mengutip sudut pandangnya terhadap tindakan Emran yang mulai memasuki ranah abu-abu.

Baca juga : Depay Beri Sinyal Positif untuk Belanda di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Saat ini, tujuan Emran masih sama, yaitu merebut kembali hati Khansa. Namun, situasi yang dihadapi Emran semakin pelik. Selain statusnya yang sudah menikah, ia juga harus bersaing tidak hanya dengan Fatan, tetapi juga dengan kehadiran karakter Oscar yang diperankan oleh Teuku Ryan, menambah intrik dalam cerita.

Tak Ada Niat Mencelakai Khansa

Penting untuk dicatat bahwa di balik segala usahanya untuk mendapatkan Khansa, Emran tidak memiliki niat untuk mencelakai perempuan yang dicintainya. Tindakannya lebih didorong oleh obsesi dan keinginan untuk kembali bersama Khansa.

Dalam sinetron ini, Emran juga kehilangan sosok penting dalam hidupnya, yaitu partner in crime atau sahabatnya yang usil, Monika Lazuardi (diperankan oleh Anjani Dina). Kepergian Monika ini kemungkinan akan memengaruhi dinamika Emran ke depannya.

Cakrawala Airawan menegaskan bahwa apapun yang dilakukan Emran, motif utamanya adalah untuk mendapatkan Khansa, bukan untuk menyakiti siapa pun, termasuk Khansa itu sendiri.

“Jadi, kalau ada orang berusaha menjahati Khansa, Emran kadang-kadang lupa bahwa lagi saingan sama Fatan. Entar dia bekerja sama, tiba-tiba dia bantu, setelah membantu jalan masing-masing lagi,” urai Cakrawala Airawan, menggambarkan kompleksitas moral karakter Emran yang terkadang berpihak pada kebaikan Khansa meskipun sedang bersaing.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Emran bertindak egois dalam usahanya merebut Khansa, ia tetap memiliki sisi kepedulian terhadap keselamatan dan kebahagiaan Khansa.

Monika dan Om Yudha

“Istiqomah Cinta” sendiri tayang setiap hari pukul 18.25 WIB di SCTV. Cakrawala Airawan mengakui bahwa sinetron ini memiliki banyak karakter yang menarik dan ikonis.

Bahkan, jika diberi kesempatan untuk bertukar peran, Cakrawala sudah memiliki karakter yang ia incar. Ia mengaku akan tertarik memerankan karakter Monika Lazuardi jika ia bisa menjadi lawan jenis.

“Kalau boleh lawan jenis, versi laki-laki Monika kayaknya seru. Dengan tutur kata yang luas dan ceplas-ceplosnya seru sih,” ujar Cakrawala Airawan, membayangkan bagaimana rasanya memerankan karakter yang begitu ekspresif.

Selain itu, ia juga menyebutkan karakter Doddy sebagai peran lain yang menarik baginya. Namun, ia dengan tegas menolak memerankan Om Yudha, yang menurutnya terlalu banyak menyamar.

“Tapi, kalau laki-laki kayaknya jadi Doddy seru. Yang pasti jangan jadi Om Yudha karena kebanyakan menyamar,” imbuhnya sambil tertawa.

Pengalaman memerankan Emran Syailendra dalam “Istiqomah Cinta” tidak hanya memberikan Cakrawala Airawan panggung untuk berakting, tetapi juga menjadi sarana refleksi diri. Pelajaran tentang pentingnya move on, meskipun bertentangan dengan karakter yang ia perankan, menjadi hikmah berharga yang ia bawa dalam kehidupan pribadinya.

Sinetron “Istiqomah Cinta” terus menghadirkan cerita yang menarik, dengan dinamika antar karakter yang semakin kompleks dan penuh emosi, membuat penonton setia menantikan kelanjutan kisah mereka.