Keysha Melaju ke Babak 42 Besar Dangdut Academy 8, Soimah Soroti Pentingnya Karakter

showbiz3 Dilihat

DermayuMagz.com – Kompetisi Dangdut Academy 8 (DA8) semakin memanas dengan bergulirnya babak Top 42. Dalam persaingan sengit ini, Keysha, yang mewakili Belitung Timur, berhasil menunjukkan performa gemilang dan melangkah ke babak selanjutnya. Penampilannya tidak luput dari perhatian para juri, termasuk pedangdut senior Soimah, yang memberikan catatan penting mengenai pengembangan diri.

Malam itu, Keysha tampil memukau di hadapan juri utama yang terdiri dari Soimah, Nassar, dan Lesti Kejora. Di bawah bimbingan Selfi Yamma sebagai coach, Keysha berjuang dalam Tim Selfi Yamma Grup 1. Acara yang dipandu oleh Ramzi, Gilang Dirga, Rina Nose, Rizky Billar, Jirayut, dan Andi Syakirah ini juga turut diramaikan oleh kehadiran kakak kelas dari alumni Dangdut Academy 7, April dan Mila Nurwanti.

Evaluasi dari para juri mencakup berbagai aspek, mulai dari kualitas vokal, penghayatan lagu, hingga penampilan di atas panggung. Namun, di balik kelolosannya, terselip pesan mendalam dari Soimah yang menekankan pentingnya karakter unik bagi setiap peserta agar dapat bersaing di level kompetisi yang semakin tinggi.

Sorotan Lesti Kejora dan Nassar pada Usaha Keysha

Lesti Kejora, sebagai salah satu juri, memberikan apresiasi khusus terhadap usaha keras Keysha. Ia mengakui bahwa lagu yang dibawakan oleh Keysha memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi, terutama karena tempo yang cepat dan kepadatan lirik. “Keysha, lagu ini tuh memang susah. Susahnya, karena ini kan cepat ya. Temponya cepat, terus liriknya padat,” ujar Lesti.

Lesti menambahkan bahwa kondisi tersebut sangat menuntut kemampuan pernapasan yang baik. Meski mengakui adanya beberapa bagian di mana napas Keysha terlihat terputus akibat tantangan lagu, Lesti tetap menilai penampilan Keysha dalam membawakan lagu Japin Melayu sudah cukup memuaskan.

Nassar pun turut memberikan pujian atas upaya Keysha. Ia melihat kesungguhan Keysha dalam setiap gerakan di panggung, meskipun terlihat sangat berusaha keras. “Kamu punya usaha yang bagus sayang,” puji Nassar. Ia juga menyoroti sikap positif Keysha yang tidak pernah menyerah dan terus berani mencoba, terlepas dari berbagai masukan atau kesulitan yang dihadapi.

Ramzi, sang pembawa acara, turut mengamini pengamatan Nassar. Ia menangkap kesan bahwa Keysha seolah mencari validasi dan pengakuan dari para juri, terutama dari Soimah, yang dikenal dengan penilaiannya yang tajam.

Soimah: Pentingnya Karakter Unik di DA8

Di sisi lain, Soimah memberikan penekanan yang lebih mendalam mengenai esensi persaingan di Dangdut Academy 8. Ia berpendapat bahwa di babak Top 42, kualitas vokal dan cengkok dangdut yang sudah mumpuni tidak lagi menjadi satu-satunya penentu. Peserta harus mampu menawarkan sesuatu yang lebih, sebuah keunikan yang membuat mereka berbeda dari yang lain.

“Artinya kita butuh di luar itu. Kalau suara, cengkok, kita udah tau semua bagus. Tapi bagaimana caranya orang ini bisa menotis kamu,” tegas Soimah.

Menurut Soimah, penampilan Keysha pada malam itu belum cukup menonjolkan ciri khas atau aura personal yang kuat. “Kalau penampilannya seperti kamu tadi, kita belum bisa menemukan, oh ini Keysha. Oh ini ciri khasnya Kesha. Oh ini aura-auranya Kesha begini,” jelasnya.

Soimah menekankan bahwa “pekerjaan rumah” terbesar bagi para peserta DA8 adalah menemukan dan memperkuat karakter mereka. Hal ini mencakup penggalian jati diri dan kemampuan untuk memberikan elemen kejutan atau “faktor WOW” dalam setiap penampilan. Ia bahkan berujar bahwa Keysha mungkin saja bisa meraih kesuksesan di kompetisi lain, namun DA8 menuntut standar yang lebih tinggi dan karakter yang lebih kuat.

Kelolosan Keysha ke Top 42 Dangdut Academy 8 menjadi bukti perjuangannya. Namun, kritik membangun dari juri, terutama dari Soimah, menjadi cambuk berharga agar Keysha dapat terus berkembang dan menampilkan performa yang lebih berkarakter di babak-babak selanjutnya.

Anisa Ogan Komering Ilir Tersenggol di Top 42 Grup 2

Sementara itu, di grup yang berbeda, Dangdut Academy 8 Top 42 Grup 2 telah menyelesaikan persaingannya. Enam peserta berhasil melanjutkan langkah mereka ke babak berikutnya, yaitu Ikhwan Polewali Mandar, Murama Sijunjung, Khinan Surabaya, Kadhafy Bangkalan, Niswah Pemalang, dan Tazir Langkat. Sayangnya, Anisa Ogan Komering Ilir harus tersenggol, menjadi academia kedua yang tereliminasi di babak Top 42.

Ikhwan Polewali Mandar Tampil Nyaris Tanpa Celah

Ikhwan membuka malam kompetisi dengan duet yang memukau bersama Murama membawakan lagu Jalan Datar. Penampilan mereka sukses meraih tiga standing ovation dari para juri. Soimah secara khusus menyoroti Ikhwan sebagai salah satu peserta andalan sejak babak audisi, berkat kualitas vokal dan cengkok dangdutnya yang khas.

Ketika membawakan lagu solo, “Rembulan Bersinar Lagi,” Ikhwan kembali meraih tiga standing ovation. Dewi Perssik memuji interpretasi lagu dan tatapan matanya yang penuh penghayatan. Lesti Kejora berharap Ikhwan dapat terus belajar dan konsisten agar mampu melaju hingga babak akhir. Ikhwan menjadi peserta pertama dari Grup 2 yang dipastikan lolos.

Murama Sijunjung Dipuji sebagai Paket Lengkap

Murama Sijunjung juga menampilkan performa yang luar biasa sejak awal, termasuk saat duet pembuka bersama Ikhwan. Dewi Perssik menilai keduanya sudah memiliki karakter kuat dan hanya perlu menjaga konsistensi.

Saat menyanyikan “Pestamu Dukaku,” Murama kembali menuai pujian dengan tiga standing ovation. Lesti menyebut Murama sebagai peserta yang “sempurna” karena dinilai memiliki paket lengkap: suara, paras, sikap, dan pembawaan panggung yang memikat. Soimah turut mengapresiasi kontrol vokal Murama yang stabil dan mendorongnya untuk terus berkembang. Murama pun menyusul Ikhwan lolos ke babak selanjutnya.

Kadhafy Bangkalan Pertahankan Karakter Suara

Kadhafy Bangkalan tampil dalam formasi trio bersama Niswah dan Tazir membawakan lagu “Yang Tersayang.” Dewi Perssik memuji artikulasi, improvisasi, dan warna suara khas Kadhafy, meskipun Soimah mengingatkannya untuk tidak terlalu menyeret tempo.

Dalam penampilan solonya membawakan “Air Mata Perkawinan,” Kadhafy kembali menunjukkan kualitas vokalnya dan mendapat apresiasi atas cengkok serta jangkauan nadanya. Namun, para juri memberikan catatan agar Kadhafy dapat memperkuat ekspresi, dinamika lagu, dan penguasaan materi untuk penampilan yang lebih maksimal.

Niswah Pemalang Diminta Perkuat Aura Bintang

Penampilan trio Niswah bersama Kadhafy dan Tazir mendapat pujian atas warna suara dangdut yang kental. Meski demikian, Lesti menilai harmoni vokal ketiganya masih perlu ditingkatkan.

Saat membawakan lagu “Bunga Bunga Rindu,” Niswah kembali menunjukkan kemampuan vokalnya. Dewi Perssik menyarankan agar Niswah lebih aktif dan ekspresif di atas panggung. Soimah menambahkan bahwa Niswah hanya perlu mempertebal karakter dan aura bintangnya agar lebih menonjol di antara kompetitor lainnya.

Tazir Langkat Lolos dengan Catatan

Tazir Langkat, meskipun membawakan lagu “Cinta Hitam” dengan tempo yang cukup menantang dan mendapatkan beberapa catatan terkait tempo, kontrol nada, serta improvisasi, tetap berhasil menarik perhatian juri.

Warna suaranya yang tebal dan berkarakter menjadi nilai plus yang membuatnya tetap bisa lolos ke babak berikutnya. Penampilan Tazir menunjukkan bahwa konsistensi dalam mempertahankan ciri khas vokal dapat menjadi modal penting dalam sebuah kompetisi dangdut.