DermayuMagz.com – Potret hunian baru selebritas selalu menarik perhatian publik. Kali ini, presenter dan pelawak Ananda Omesh memamerkan rumah barunya bersama sang istri, Dian Ayu Lestari. Pasangan ini telah menanti selama enam tahun untuk menemukan rumah impian mereka.
Melalui unggahan di media sosial, Omesh dan Dian Ayu berbagi momen saat pertama kali memasuki kediaman baru mereka. Perjalanan mereka dalam mencari rumah yang sesuai ternyata tidaklah singkat, memakan waktu hingga enam tahun.
Rumah baru ini memiliki konsep yang unik, berbeda dari kebanyakan rumah artis pada umumnya. Material lokal seperti tanah liat dan batu bata merah menjadi elemen utama yang mendominasi struktur luar, memberikan kesan antik dan otentik.
Gaya klasik terlihat jelas pada lengkungan pintu masuk dan dinding di bagian tengah. Rumah ini mengusung gaya bata ekspos yang memadukan nuansa kuno dengan sentuhan modern yang nyaman.
1. Potret Rumah Baru Ananda Omesh Pada Area Teras Halaman Depan
Area teras depan rumah baru Ananda Omesh menampilkan perpaduan antara bangunan klasik dan taman hijau yang asri. Dinding luar rumah menggunakan material batu bata merah ekspos, tanpa lapisan semen yang menonjolkan tekstur alaminya.
Elemen air dan tanaman di sekitar teras berfungsi untuk menyeimbangkan suhu lingkungan. Tata letak pepohonan diatur agar tidak menghalangi akses utama menuju pintu bangunan.
Rumah ini merupakan impian Omesh dan Dian Ayu yang telah didambakan sejak enam tahun lalu. Kebahagiaan mereka bertambah setelah berhasil memiliki hunian ini, tepat setelah menunaikan ibadah haji pada tahun 2025.
“Hampir 6 tahun kami mencari rumah baru dan belum ada yang berjodoh sambil terus menabung, kemudian tahun lalu di 2025 setelah uang mulai terkumpul Ibu meminta kami menunaikan ibadah haji yang berarti akan memotong uang tabungan rumah kami,” tulis Omesh dalam unggahannya.
2. Potret Rumah Baru Ananda Omesh Pada Bagian Pintu Masuk Utama
Pintu masuk utama rumah ini menggunakan model dengan bagian atas yang melengkung, terbuat dari material kayu berkualitas. Lembaran kaca berpetak menghiasi seluruh fasad pintu, memberikan sentuhan elegan.
Bentuk lengkung pada bagian atas pintu selaras dengan susunan batu bata merah yang dipasang melingkar di atas kusen. Pola pemasangan bata merah pada dinding sekitar pintu terlihat rapi dan sedap dipandang.
Melalui foto ini, Omesh mengungkapkan harapannya agar impian keluarga kecilnya dapat terwujud satu per satu di balik pintu rumah baru ini. Ia menuliskan, “Semoga di balik pintu rumah ini, satu per satu impian kita berdua pelan-pelan mulai terwujud.”
3. Potret Rumah Baru Ananda Omesh Pada Area Ruang Tengah
Memasuki bagian dalam, ruang tengah rumah ini memiliki konsep yang berbeda. Dindingnya dicat dengan warna putih, menciptakan suasana yang lebih terang. Omesh dan Dian Ayu terlihat berdiri di tengah ruangan yang masih kosong.
Pembatas antar ruangan menggunakan sekat berbentuk gerbang melengkung yang senada dengan desain pintu utama. Lantai ruangan dilapisi ubin keramik yang memantulkan cahaya dari langit-langit.
Ruang tengah ini direncanakan akan diisi secara bertahap dengan berbagai perlengkapan rumah tangga. “Di sinilah kita sekarang, ruang tengah masih kosong, tapi senyum kita udah penuh. Siap ditata pelan-pelan!,” tulis Omesh.
4. Struktur Bagian Langit-Langit Rumah Baru Ananda Omesh
Dari sudut pandang bawah, terlihat bagian langit-langit ruangan yang memiliki jarak cukup tinggi dari lantai. Rangka penopang atap dibiarkan terekspos tanpa plafon, dilapisi cat berwarna gelap untuk menciptakan kontras.
Sebuah lampu gantung dengan beberapa wadah lampu terpasang di tengah pertemuan rangka atap. Omesh dan Dian Ayu tampak berdiri bergandengan tangan, memandang ke arah struktur langit-langit.
Omesh mengungkapkan rasa syukurnya karena keinginan memiliki rumah impian dikabulkan oleh Tuhan. Ia menceritakan bahwa meskipun tabungan sempat digunakan untuk ibadah haji, hal tersebut justru mendatangkan rezeki yang lebih besar.
“Kami bulatkan hati untuk berangkat karena kami merasa sudah saatnya menjalankan perintah Allah ini, salah satu doa kami ketika berhaji adalah “Ya Allah, berikanlah kami rumah yang kami impikan, rumah yang berkah, rumah tempat keluarga kami bertumbuh, rumah yang akan menjadi tempat kami menjalankan ibadah kepada-Mu”…Qadarullah sebulan setelah pulang haji tanpa sengaja kami mengobrol dengan sahabat kami yang ternyata mau menjual rumah keluarganya, besoknya kami sekeluarga melihat dan sangat cocok dari semua aspek. Melewati proses ini dan itu, ternyata juga Allah cukupkan rejeki kami untuk membeli rumah ini,” tulis Omesh.
5. Sudut Tempat Berbincang Santai di Rumah Baru Ananda Omesh
Momen kebersamaan Omesh dan Dian Ayu terekam di sebuah ruangan dengan lantai bermotif urat kayu horizontal. Dinding di sisi kiri menggunakan batako putih bertekstur, sementara sisi kanan mempertahankan bata merah tanpa lapisan semen.
Dua bingkai kaligrafi terpasang berdampingan di dinding bata merah dekat jendela kayu. Omesh duduk di tepi struktur permanen yang dilapisi kain bermotif sajadah, sementara Dian Ayu berdiri di hadapannya.
Percakapan mereka menyiratkan refleksi tentang pentingnya doa dan keyakinan dalam usaha. “Jadi sadar ya kita, Mi, kalau usaha kita berdua aja gak akan pernah cukup. Ternyata, kuncinya, harus dijemput lewat doa, minta rumah yang berkah,” tulis Omesh.
6. Potret Rumah Baru Ananda Omesh Pada Koridor Teras Belakang Rumah
Di bagian belakang rumah, terdapat area yang menghadap langsung ke kolam renang. Jendela kayu bergaya klasik terlihat di sepanjang koridor luar samping rumah, memberikan pemandangan saat hujan.
Dinding pembatas pekarangan yang tinggi terbuat dari susunan batu bata. Koridor ini berfungsi sebagai pemisah antara area dalam dan ruang terbuka di luar, serta menjadi tempat yang nyaman untuk berteduh.
7. Potret Rumah Baru Ananda Omesh Pada Fasilitas Kolam Renang Terbuka
Area halaman belakang rumah ini dilengkapi dengan fasilitas kolam renang. Pembatas kolam menggunakan ubin yang warnanya selaras dengan dinding pagar pembatas.
Tangga berbahan logam tahan karat terpasang di tepi kolam sebagai akses keluar masuk. Pagar pengaman dipasang untuk memisahkan kolam dengan area berjalan.
Dinding di sekitar kolam renang menggunakan material terakota atau bata ekspos dengan warna merah natural (earth tone).
8. Potret Rumah Baru Ananda Omesh Pada Area Pekarangan Terbuka Belakang
Omesh berdiri di tepi kolam renang yang terisi air. Di samping kolam, terdapat bangunan kecil beratap genteng yang berfungsi sebagai tempat beristirahat, menghadap sebuah taman.
Lantai di sekitar kolam menggunakan ubin batu dengan pola geometris yang rapi. Omesh memproyeksikan area ini akan menjadi favorit anak-anak mereka karena adanya ruang terbuka hijau dan kolam renang.
9. Struktur Bangunan Utama Belakang di Rumah Baru Ananda Omesh
Potret terakhir menampilkan Omesh dan Dian Ayu berdiri berdampingan di depan bangunan utama bagian belakang rumah. Keduanya menuliskan harapan agar rumah ini dapat terus ditata dan dibangun sebagai rumah impian.
Mereka bersyukur bahwa ibadah haji telah membuka pintu rezeki untuk memiliki hunian ini. Omesh dan Dian berharap dapat menjaga amanah rumah tersebut sebagai ruang untuk bertumbuh dan berkolaborasi sebagai keluarga.
“Doa dan ikhtiar kami langsung Allah balas, Allah titipkan rumah ini, semoga kami bisa menjaga amanah ini, mohon doa dari teman-teman semua untuk kami memulai cerita baru yang Allah ridhoi,” tambah keterangan yang ditulis Omesh.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa yang dimaksud dengan konsep dinding bata ekspos pada bangunan?
Konsep bata ekspos adalah teknik penyelesaian dinding yang membiarkan material batu bata tetap terlihat tanpa dilapisi plester atau semen. Penggunaan material ini menonjolkan tekstur alami serta warna asli tanah liat untuk menciptakan kesan bangunan yang hangat dan tradisional.
2. Mengapa desain pintu dan jendela berbentuk lengkung (arch) banyak digunakan?
Desain melengkung atau arch pada pintu dan jendela berfungsi untuk memberikan karakter klasik serta melunakkan garis-garis kaku pada sebuah bangunan. Selain aspek estetika, bentuk ini juga memungkinkan penggunaan panel kaca yang lebih luas untuk memaksimalkan masuknya cahaya alami ke dalam ruangan.
3. Apa keuntungan memiliki atap tinggi (high ceiling) di dalam rumah?
Struktur atap tinggi dengan rangka terekspos membantu kelancaran sirkulasi udara sehingga suhu di dalam ruangan tetap sejuk meski tanpa pendingin udara berlebih. Secara visual, langit-langit yang tinggi juga memberikan kesan ruangan yang jauh lebih lapang dan megah bagi para penghuninya.
4. Bagaimana cara menciptakan suasana asri pada halaman belakang rumah?
Suasana asri dapat diciptakan dengan memadukan elemen air, seperti kolam renang, dengan area hijau yang ditanami rumput atau pohon peneduh. Penggunaan material alami seperti ubin batu dan bata merah pada area pagar juga membantu area terbuka terasa lebih menyatu dengan alam sekitar.
5. Mengapa warna putih sering dipadukan dengan material bata merah pada interior?
Warna putih pada dinding batako memberikan keseimbangan visual agar ruangan tidak terasa terlalu gelap atau berat akibat dominasi warna bata. Perpaduan ini menciptakan kesan ruangan yang bersih, cerah, namun tetap mempertahankan tekstur material bangunan yang jujur dan apa adanya.






