JK Minta Bertemu Prabowo, Seskab Teddy Jelaskan

News7 Dilihat

DermayuMagz.com – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, telah mengajukan permintaan untuk bertemu dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Permintaan pertemuan tersebut disampaikan oleh Jusuf Kalla beberapa hari yang lalu.

Teddy menambahkan bahwa Jusuf Kalla direncanakan akan datang bersama putranya yang juga aktif di dunia bisnis.

Pihak Istana belum merinci agenda spesifik yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

Namun, Teddy menekankan bahwa Presiden Prabowo selalu terbuka untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai tokoh nasional.

Menurutnya, dialog dengan para tokoh bangsa dan pelaku usaha merupakan bagian penting dari upaya memperkuat persatuan nasional.

Hal ini juga sejalan dengan upaya membangun kolaborasi demi memajukan Indonesia.

Sebelumnya, Jusuf Kalla telah menyampaikan pandangannya mengenai kondisi ekonomi global yang tengah mengalami pergeseran signifikan.

Ia menilai bahwa era globalisasi yang sebelumnya mendorong keterbukaan perdagangan dan investasi kini beranjak menuju deglobalisasi.

Pergeseran ini ditandai dengan peningkatan peran pemerintah dalam mengatur aktivitas ekonomi di berbagai negara.

Menurut Kalla, situasi ini terjadi di tengah tekanan yang dihadapi ekonomi global akibat berbagai konflik geopolitik yang melanda beberapa kawasan dunia.

Ia menyatakan bahwa kondisi ekonomi dunia saat ini sedang dalam keadaan yang kurang baik, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di banyak negara lain.

Perlambatan ekonomi global ini tidak hanya disebabkan oleh faktor ekonomi semata.

Ketidakpastian geopolitik, termasuk konflik di Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah serta Asia Selatan, turut memberikan pengaruh yang besar.

Jusuf Kalla juga menjelaskan bahwa perubahan dalam pola ekonomi global ini merupakan fenomena siklus yang terjadi setiap beberapa dekade.

Ketika suatu sistem ekonomi dianggap tidak lagi mampu menjawab tantangan zaman, negara-negara akan cenderung mencari pendekatan baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan domestik mereka.