DermayuMagz.com – Pasangan suami istri Tomi Trisandi dan Reyke Dia Widya, yang dikenal sebagai Tomikeke, telah menjelma menjadi kreator konten ternama di Indonesia. Akun TikTok mereka kini diikuti oleh 4 juta pengguna, sementara kanal YouTube mereka telah meraih 3 juta pelanggan. Kesuksesan ini tentu tak datang begitu saja, melainkan melalui perjalanan panjang yang dimulai dari video sederhana setelah mereka menikah.
Perjalanan Tomikeke di dunia konten dimulai pada tahun 2022. Awalnya, Tomi dan Keke tidak memiliki niat untuk menjadi kreator konten profesional. Mereka hanya membuat video untuk mengisi waktu luang dan sebagai dokumentasi momen-momen awal pernikahan mereka.
Namun, sebuah video lelucon (prank) yang dibuat secara spontan ternyata mendapat respons positif dari warganet. Antusiasme penonton inilah yang kemudian mendorong Tomikeke untuk lebih serius dalam membuat berbagai jenis konten. Seiring berjalannya waktu dan kehadiran putri mereka, Jasmine Arsyla Althea, sang buah hati pun tak jarang turut dilibatkan dalam beberapa konten.
Kesuksesan yang diraih saat ini membuat Tomikeke kerap kali mengenang kembali masa-masa sulit di awal pernikahan. Mereka pernah tinggal di rumah kontrakan dengan kondisi finansial yang terbatas. Tomi harus bekerja sebagai karyawan kantoran sekaligus merangkap sebagai editor, memutar otak agar uang yang dimiliki cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup selama satu bulan.
“Saya bahkan pernah berangkat kerja dengan uang saku hanya Rp8.000 untuk satu hari,” ungkap Tomi dalam sebuah wawancara daring pada 15 Juni 2026. Saking terbatasnya keuangan, Tomikeke bahkan harus rela berbagi seporsi mi instan untuk menyambung hidup mereka.
Bagaimana Caranya Bisa Bertahan
Di tengah keterbatasan, Tomi dan Keke memiliki prinsip yang kuat. Mereka fokus pada bagaimana caranya agar bisa bertahan dan terus berusaha. Semangat pantang menyerah menjadi kunci utama mereka.
“Saat itu kami hanya fokus bagaimana caranya bisa bertahan dan terus berusaha. Yang penting tetap semangat dan tidak menyerah,” kenang Tomi, yang kini juga aktif di Instagram dengan akun @tomzot31 dan memiliki lebih dari 200 ribu pengikut.
Kesuksesan dalam membuat konten tidak membuat Tomikeke terlena. Mereka juga merintis usaha sampingan dengan berjualan pakaian di salah satu platform lokapasar untuk menambah pemasukan. Menjalani tiga kesibukan sekaligus—membuat konten, berbisnis, dan bekerja di kantor—tentu bukanlah hal yang mudah.
Ide, Konsep, Rekam, Edit
Manajemen waktu menjadi faktor krusial dalam keseharian Tomikeke. Tomi menjelaskan bahwa seluruh proses pembuatan konten, mulai dari mencari ide, menyiapkan konsep, merekam video, hingga tahap editing, dilakukan secara mandiri. Aktivitas ini biasanya mereka lakukan setelah semua pekerjaan harian selesai, dimulai sekitar pukul 22.00 hingga larut malam.
“Dari cari ide, menyiapkan konsep, merekam video, hingga editing dilakukan secara mandiri,” tutur Tomi.
Keke menambahkan bahwa mereka tidak memiliki modal besar saat memulai. Segala keterbatasan tersebut diatasi dengan kemauan untuk terus belajar dan konsistensi dalam membuat konten. “Tidak memiliki modal besar saat memulai. Yang diandalkan, kemauan terus belajar dan konsisten bikin konten,” ujarnya.
Konsistensi Membuka Peluang
Selain itu, akun Instagram Keke, @reykediawidya, juga telah diikuti oleh lebih dari 300 ribu pengguna. Konten-konten yang variatif dan kisah perjalanan cinta Tomikeke yang unik, termasuk perbedaan usia mereka yang mencapai 11 tahun, turut mencuri perhatian publik dan penggemar.
Dalam urusan rumah tangga, Tomikeke sepakat bahwa komunikasi yang baik, saling menghargai, dan fokus pada tujuan bersama adalah pilar keharmonisan. Sementara itu, terkait karier mereka di dunia digital, Tomikeke menyimpulkan bahwa konsistensi dalam membangun sesuatu dari nol dapat membuka peluang besar di era digital saat ini.
Perjalanan Tomikeke menjadi inspirasi bagi banyak orang, menunjukkan bahwa dengan kerja keras, konsistensi, dan semangat pantang menyerah, impian untuk meraih kesuksesan dapat terwujud, bahkan dimulai dari hal yang paling sederhana.





