DermayuMagz.com – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi gempa yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa, 16 Juni 2026. Gempa dengan magnitudo 6,7 tersebut dilaporkan telah memakan satu korban jiwa.
“Kami mohon izin menyampaikan rasa duka cita terhadap kejadian gempa di Palu kemarin, yang ada satu korban meninggal dunia dan beberapa yang sedang dirawat,” ujar Prasetyo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 17 Juni 2026.
Pemerintah pusat dilaporkan terus berkoordinasi dengan Gubernur Sulawesi Tengah untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal dan cepat. Mensesneg juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
“Termasuk terus memberikan informasi kepada masyarakat untuk tidak boleh lengah, tetap waspada apabila mengantisipasi kejadian gempa-gempa susulan,” tegas Prasetyo.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, tercatat sebanyak 800 unit rumah mengalami kerusakan di Kabupaten Sigi. Rinciannya meliputi 720 rumah rusak ringan, 68 rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.
Selain rumah warga, fasilitas umum lainnya juga terdampak. Kerusakan dilaporkan terjadi pada dua unit kantor, 15 sarana ibadah, satu unit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta satu jembatan yang menghubungkan Desa Kamora B dan Desa Tongoa.
Hasil pendataan sementara menunjukkan dampak kerusakan gempa tersebar di beberapa wilayah, termasuk Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Kota Palu, dan Kabupaten Poso.
Di Kabupaten Parigi Moutong, dilaporkan sebanyak 37 unit rumah terdampak. Sementara itu di Kota Palu, kerusakan meliputi satu unit rumah, satu bangunan usaha, Gedung Auditorium Universitas Tadulako, Gedung Serba Guna Universitas Tadulako, serta beberapa bagian bangunan di Hotel Best Western dan Hotel Santika.
Di Kabupaten Poso, tiga unit rumah di Desa Tumora mengalami kerusakan. Selain itu, akses jalan di wilayah Napu dilaporkan ambles akibat guncangan gempa.
Selain menyebabkan kerusakan bangunan, BPBD juga mencatat adanya korban jiwa dan luka-luka. Terdapat 1 orang meninggal dunia, 13 orang mengalami luka berat, dan 63 orang lainnya mengalami luka ringan.
Korban meninggal dunia dilaporkan berasal dari Desa Ampera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Di Kota Palu, tercatat 2 warga mengalami luka ringan.
Di Kabupaten Sigi, korban luka ringan tersebar di beberapa desa. Sebanyak 21 orang mengalami luka ringan di Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota. Di Desa Uwenuni, Kecamatan Palolo, terdapat 22 orang luka ringan.
Selanjutnya, 16 orang mengalami luka ringan di Desa Kamarora A, dan 3 orang di Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki. Di Desa Sibalaya Barat, Kecamatan Tanambulava, tercatat 1 orang luka ringan.
Sementara itu, korban luka berat masing-masing satu orang tercatat di Desa Bora, dua orang di Desa Uwenuni, satu orang di Desa Bakubakulu, dan sembilan orang di Desa Kamarora B.
Di Kabupaten Poso, satu warga Desa Tumora mengalami luka ringan akibat tertimpa atap rumahnya yang rusak.






