Turki dan Paraguay Beradu Nasib dalam Situasi Genting

bola4 Dilihat

DermayuMagz.com – Turki dan Paraguay akan melakoni laga krusial pada matchday kedua Grup D Piala Dunia 2026. Kedua tim sama-sama menelan kekalahan di pertandingan pembuka, sehingga duel ini menjadi penentu nasib mereka di turnamen.

Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di San Francisco pada Sabtu, 20 Juni 2026, pukul 10.00 WIB. Kekalahan kedua secara beruntun akan sangat menyulitkan langkah kedua tim untuk lolos ke babak selanjutnya.

Saat ini, Amerika Serikat dan Australia berada di posisi yang lebih menguntungkan setelah meraih kemenangan di laga perdana. Oleh karena itu, Turki dan Paraguay sangat membutuhkan poin penuh untuk menjaga asa bertahan di Piala Dunia 2026.

Turki Dituntut Bangkit Setelah Kekalahan Mengejutkan

Turki memulai kampanye Piala Dunia 2026 mereka dengan hasil yang tidak sesuai harapan. Tim asuhan Vincenzo Montella harus mengakui keunggulan Australia dengan skor 0-2, meskipun mereka mendominasi jalannya pertandingan.

Tim berjuluk Bulan Bintang ini tercatat melepaskan 30 tembakan ke gawang lawan, namun tidak ada satupun yang berbuah gol. Hasil ini menimbulkan pertanyaan mengenai status mereka yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu tim kuda hitam.

Kekalahan tersebut cukup mengejutkan mengingat performa Turki yang tergolong stabil dalam beberapa bulan terakhir. Mereka berhasil meraih tujuh kemenangan dan satu hasil imbang sejak kekalahan telak 0-6 dari Spanyol pada kualifikasi September tahun lalu.

Turki juga sempat mencapai perempat final Euro 2024. Namun, kekalahan dari Australia ini melanjutkan catatan kurang baik mereka di turnamen besar, dengan sembilan kekalahan dari 13 pertandingan terakhir.

Piala Dunia 2026 merupakan penampilan pertama Turki di ajang ini sejak tahun 2002. Pada edisi tersebut, mereka berhasil mencatatkan sejarah dengan meraih posisi ketiga.

Paraguay Berusaha Menutup Luka dari Laga Pertama

Paraguay juga mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang mengecewakan. Tim asuhan Gustavo Alfaro harus takluk dengan skor 1-4 dari Amerika Serikat, setelah tertinggal 0-3 pada babak pertama.

La Albirroja sempat menunjukkan perlawanan setelah jeda pertandingan. Mauricio mencetak gol setelah menerima umpan dari Julio Enciso, namun gol tersebut tidak cukup untuk menghindarkan timnya dari kekalahan telak.

Hasil ini melanjutkan tren kurang menyenangkan Paraguay dalam laga pembuka Piala Dunia. Mereka hanya mampu meraih satu kemenangan dari sembilan pertandingan pertama dalam sejarah keikutsertaan mereka di turnamen ini.

Sebelum kekalahan tersebut, Paraguay sebenarnya memiliki reputasi sebagai tim yang sulit dikalahkan. Mereka bahkan mampu membukukan tiga kemenangan dari empat pertandingan terakhir sebelum tampil di Piala Dunia 2026.

Gustavo Alfaro mendapatkan apresiasi atas keberhasilannya membawa Paraguay lolos dari kualifikasi zona CONMEBOL. Dalam perjalanan tersebut, Paraguay berhasil meraih kemenangan mengejutkan atas Brasil dan Argentina.

Duel antara Turki dan Paraguay diprediksi akan berlangsung ketat, mengingat kedua tim sama-sama berada dalam situasi terdesak. Tim mana pun yang gagal meraih poin dalam pertandingan ini berisiko besar mengakhiri petualangan mereka lebih cepat di Piala Dunia 2026.

Sumber: Sports Mole

DermayuMagz.com – Tangis Lionel Messi sempat pecah sebelum ia berhasil mencatatkan hattrick pertamanya di Piala Dunia 2026. Momen tersebut terjadi saat ia mencetak gol pertama untuk Argentina yang membawa timnya unggul 1-0 atas Aljazair pada menit ke-17 dalam laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026 di Stadion Arrowhead, Kansas City, Rabu (17/6).

Pada saat itu, mata Lionel Messi terlihat berkaca-kaca. Meskipun demikian, ia tetap mampu melanjutkan pertandingan dengan penampilan gemilang dan sukses mencetak dua gol tambahan, masing-masing pada menit ke-60 dan ke-76.

Ketiga gol tersebut membuat Messi mencatatkan sejarah baru. Ia bergabung dengan Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia dengan total 16 gol. Selain itu, Messi juga melampaui rekor kontribusi gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia yang sebelumnya dipegang oleh Pelé (21 gol), dengan total 24 gol (16 gol dan delapan assist).

Bukan karena Sepak Bola

Usai pertandingan, Messi menjelaskan bahwa tangisnya pecah karena sesuatu yang tidak berkaitan langsung dengan sepak bola. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai hal tersebut.

“Mengapa saya menangis? Itu adalah sesuatu yang sama sekali tidak berhubungan dengan sepak bola. Saya melewati beberapa hari yang sulit,” ujar Messi pada hari Selasa, seperti dikutip dari ESPN, Jumat (19/6).

Messi juga mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan penuh yang diberikan oleh seluruh tim nasional Argentina, baik sebelum maupun selama pertandingan melawan Aljazair.

“Tetapi saya berterima kasih kepada seluruh delegasi dan rekan-rekan setim saya karena mereka selalu berada di sisi saya, memberi saya banyak kekuatan untuk membantu saya melewatinya,” tambahnya.

Ternyata karena Kondisi Ayahnya

Dua hari setelah pertandingan, terungkap alasan sebenarnya di balik tangis Messi. Keluarga Lionel Messi mengonfirmasi bahwa ayahnya, Jorge Messi, sedang mengalami masalah kesehatan.

“Saat ini ia berada di bawah pengawasan medis, sedang dalam masa pemulihan, dan kondisinya membaik,” kata keluarga Messi dalam sebuah pernyataan yang dikirimkan kepada ESPN.

Keluarga Messi tidak merinci penyakit yang diderita oleh Jorge Messi, yang berusia 68 tahun. Namun, mereka dengan tegas mengecam rumor yang beredar mengenai kondisi kesehatan kepala keluarga tersebut.

“Mengingat berbagai versi, rumor, dan spekulasi yang beredar dalam beberapa jam terakhir, keluarga ingin menyampaikan kekecewaan mendalam atas kurangnya kepekaan, rasa hormat, dan prinsip moral yang ditunjukkan oleh sebagian orang dalam menangani masalah pribadi dan keluarga ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Keluarga Messi juga mengklarifikasi bahwa kondisi kesehatan Jorge Messi seharusnya hanya diungkapkan oleh orang-orang terdekat sang bintang. “Keluarga juga ingin mengklarifikasi bahwa hanya anggota keluarga terdekatnya yang memiliki informasi akurat dan dapat diandalkan tentang kondisi Jorge. Oleh karena itu, setiap versi, pernyataan, atau informasi yang tidak berasal dari keluarga itu sendiri dan saluran resminya tidak boleh dianggap valid atau benar,” demikian klarifikasi keluarga Messi.

Pihak keluarga menambahkan bahwa kesehatan seseorang dan ketenangan pikiran orang-orang di sekitarnya tidak seharusnya menjadi bahan spekulasi atau perhatian media yang tidak bertanggung jawab. “Kami sangat menghargai ungkapan kasih sayang, rasa hormat, dan kepedulian yang diterima, dan kami meminta agar privasi, kerahasiaan, dan keintiman Jorge dan seluruh keluarganya dihormati selama proses ini. Setiap pembaruan yang relevan akan segera dikomunikasikan oleh keluarga dan melalui saluran yang sesuai,” tutup mereka.