Embung untuk Mencegah Kebakaran Berulang di Sekitar TPA Jatiwaringin

News5 Dilihat

DermayuMagz.com – Pasca insiden kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kabupaten Tangerang mengambil langkah proaktif dengan membangun sejumlah embung dan hidran di sekitar lokasi tersebut. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana yang dirancang untuk mencegah terulangnya kebakaran serupa di masa mendatang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menjelaskan bahwa pembangunan embung dan hidran ini akan difokuskan di sepanjang jalur menuju TPA Jatiwaringin. Tujuannya jelas: untuk memudahkan akses dan respons cepat apabila terjadi kembali insiden kebakaran di area TPA yang sangat rentan.

Pembangunan infrastruktur ini menjadi sebuah keharusan, terutama setelah kebakaran besar yang menghanguskan area TPA seluas belasan hektare. Kejadian tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga mengganggu aktivitas warga sekitar dan menimbulkan kekhawatiran akan dampak lingkungan.

Sebagai tahap awal, Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana untuk membangun lima unit hidran. Ketersediaan hidran ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam pemadaman api, terutama di area yang sulit dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran konvensional.

Achmad Taufik juga mengonfirmasi bahwa api di TPA Jatiwaringin telah berhasil dipadamkan sepenuhnya, mencapai angka 100 persen. Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras dan sinergi tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, TNI, dan Polri.

Meskipun api utama telah padam, proses pemantauan dan pendinginan intensif tetap dilakukan. Tim gabungan menyiagakan armada pemadam kebakaran untuk terus menyiram timbunan sampah selama beberapa hari ke depan. Langkah ini krusial untuk mencegah munculnya kembali titik api yang bisa memicu kebakaran baru.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melaporkan bahwa area utama TPA Jatiwaringin yang terdampak kebakaran, seluas kurang lebih 15 hektare, kini telah sepenuhnya terkendali. Fokus saat ini adalah pada fase pendinginan intensif untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang tersembunyi.

Tim gabungan tetap siaga, mengantisipasi potensi munculnya titik panas atau kepulan asap tipis di area pembuangan sampah yang berada di luar kawasan utama TPA. Kewaspadaan ini penting untuk menjaga agar kondisi tetap aman dan terkendali.

Penanganan darurat kebakaran TPA Jatiwaringin ini juga didukung oleh regulasi yang kuat. Keputusan Bupati Tangerang Nomor 609 Tahun 2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana dan Keputusan Nomor 613/2026 tentang Satgas Penanganan Darurat menjadi landasan hukum dalam mobilisasi sumber daya dan koordinasi antarlembaga.

Dukungan dari udara juga menjadi komponen penting dalam upaya pemadaman. BNPB mengerahkan empat unit helikopter pengebom air (water bombing). Tiga unit, yaitu helikopter jenis Mi-8AMT, Sikorsky UH60A, dan Sikorsky UH60L, telah beroperasi secara bergantian. Sementara itu, satu unit Mi-8 MSBT sedang menjalani perbaikan teknis.

Selain dukungan udara, BNPB juga menyalurkan bantuan logistik yang sangat dibutuhkan di lapangan. Bantuan tersebut meliputi 500 liter cairan pemadam Enviro Class A Foam, pompa mini, selang pemadam, serta perangkat komunikasi radio jinjing (handy talkie) untuk memfasilitasi komunikasi yang efektif antar tim di lapangan.

Pembangunan embung dan hidran ini diharapkan tidak hanya menjadi respons terhadap insiden yang baru saja terjadi, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam pengelolaan risiko bencana di TPA Jatiwaringin. Dengan infrastruktur yang memadai dan kesiapsiagaan yang terus ditingkatkan, diharapkan TPA Jatiwaringin dapat beroperasi dengan lebih aman dan meminimalkan potensi risiko kebakaran di masa mendatang.