Paguyuban Buyut Kepel Dikukuhkan: Lestarikan Cagar Budaya, Pererat Silaturahmi

Indramayu5 Dilihat

DermayuMagz.com – Sejarah dan warisan budaya di Desa Totoran, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, kini memiliki garda terdepan baru. Pengurus Paguyuban Buyut Kepel secara resmi telah dikukuhkan, menandai komitmen kuat untuk melestarikan cagar budaya yang ada serta mempererat tali silaturahmi di antara anggota dan masyarakat.

Pengukuhan ini merupakan puncak dari serangkaian persiapan dan harapan masyarakat Totoran untuk memiliki wadah yang solid dalam menjaga identitas dan kekayaan lokal. Paguyuban Buyut Kepel diharapkan menjadi motor penggerak dalam berbagai kegiatan pelestarian, mulai dari edukasi hingga revitalisasi situs-situs bersejarah.

Acara pengukuhan berlangsung khidmat, dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh adat, serta perwakilan pemerintah daerah. Suasana kebersamaan terasa kental, mencerminkan semangat gotong royong yang selalu menjadi ciri khas masyarakat Indramayu.

Secara historis, Buyut Kepel merupakan salah satu tokoh leluhur yang memiliki peran penting dalam pembentukan dan perkembangan Desa Totoran. Keberadaan paguyuban ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada pendahulu, tetapi juga sebagai upaya strategis untuk menjaga kesinambungan nilai-nilai luhur yang diwariskan.

Salah satu fokus utama pengurus yang baru dilantik adalah revitalisasi dan pelestarian cagar budaya yang tersebar di wilayah Desa Totoran. Cagar budaya ini, yang seringkali menjadi saksi bisu perjalanan sejarah, membutuhkan perhatian serius agar tidak tergerus oleh modernisasi dan perubahan zaman.

Melalui paguyuban ini, diharapkan akan tersusun program kerja yang terarah dan terukur untuk merawat, mempromosikan, dan bahkan mengembangkan potensi cagar budaya tersebut. Hal ini tidak hanya penting bagi identitas lokal, tetapi juga berpotensi mendatangkan manfaat ekonomi melalui sektor pariwisata budaya.

Selain aspek pelestarian, Paguyuban Buyut Kepel juga memiliki misi penting untuk mempererat silaturahmi antar anggota. Di era digital yang serba cepat, menjaga hubungan antar sesama, terutama yang memiliki ikatan sejarah dan budaya, menjadi semakin krusial.

Kegiatan-kegiatan rutin seperti pertemuan, diskusi, bakti sosial, dan acara kebudayaan lainnya akan menjadi agenda penting paguyuban. Tujuannya adalah untuk menciptakan komunitas yang harmonis, saling mendukung, dan memiliki rasa kepemilikan yang tinggi terhadap warisan leluhur.

Pengukuhan ini juga menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran serta masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya. Tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, upaya pelestarian akan terasa berat dan kurang optimal.

Para pengurus baru diharapkan dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Mereka dituntut untuk kreatif dalam mencari solusi, inovatif dalam program kerja, serta mampu merangkul semua pihak demi tercapainya tujuan bersama.

Dalam sambutannya, salah satu tokoh masyarakat menyatakan optimisme terhadap kepengurusan yang baru. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pengurus, anggota paguyuban, pemerintah desa, dan stakeholder lainnya untuk memastikan keberlanjutan program-program pelestarian.

Lebih lanjut, dipertegas bahwa pelestarian cagar budaya bukanlah tugas yang hanya dibebankan kepada segelintir orang. Ini adalah tanggung jawab kolektif yang harus diemban oleh seluruh warga Desa Totoran, bahkan masyarakat Indramayu secara luas.

Paguyuban Buyut Kepel diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola dan melestarikan warisan budayanya. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, cagar budaya dan nilai-nilai luhur akan tetap lestari untuk generasi mendatang.

Pengukuhan ini sekaligus menjadi pengingat akan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Indramayu. Desa Totoran dengan Paguyuban Buyut Kepel-nya kini siap untuk menunjukkan kontribusinya dalam menjaga keutuhan warisan bangsa.