Kegendutan Rilis Single Ketika: Sindiran Tajam untuk Sifat Manusia

showbiz6 Dilihat

Kegendutan Rilis Single Ketika, Sentil Sifat Manusia Lewat Lirik Satir

Lagu anyar Kegendutan mengajak pendengar melihat kembali sifat-sifat yang kerap muncul ketika seseorang berada di puncak pencapaian.

OlehM Altaf JauharDiterbitkan 03 Agustus 2026, 14:06 WIBShareCopy LinkBatalkanKegendutan. (ist)Jadi intinya…

  • Kegendutan merilis single “Ketika” dengan perpaduan pop, reggae, dan folk.
  • Lirik satir “Ketika” menyoroti sifat manusia yang terlena dan mudah lupa.
  • Lagu ini mengingatkan pendengar untuk tetap rendah hati dan menyadari kesalahan.

“Ini single kedua yang bertajuk ‘Ketika’ dengan aliran musik Pop, Reggae dan Folk,” ujar Arie Ajie selaku gitaris, baru-baru ini. 

Lagu “Ketika” ditulis oleh Pieter Tanggar yang mengusung gaya lirik satir sebagai medium untuk menyoroti berbagai sisi kehidupan manusia. Melalui bahasa yang jenaka sekaligus reflektif, lagu ini mengajak pendengar melihat kembali sifat-sifat yang kerap muncul ketika seseorang berada di puncak pencapaian.

“Pieter Tanggar sebagai sang penulis lirik membungkus lagu keduanya dengan gaya tulisan syair yang satir yang membawa bercandaan akan esensi manusia itu sendiri,” kata Arie.

Secara tema, “Ketika” bercerita tentang manusia yang kerap terlena oleh harta, tahta, cinta, keyakinan, maupun ambisi hingga kehilangan arah dalam hidup. Tak hanya menjadi kritik sosial, lagu ini juga hadir sebagai pengingat bahwa manusia pada dasarnya tidak pernah luput dari kesalahan.

“Melalui liriknya, lagu ini mengingatkan bahwa manusia tidak pernah sempurna, penuh kesalahan, dan mudah lupa. Karena itu, setiap orang perlu tetap rendah hati, tidak merasa paling benar, dan menyadari bahwa pada akhirnya kita semua hanyalah manusia,” jelas Pieter.

 

Dibuat Secara MandiriKegendutan. (ist)

Untuk proses produksinya, Kegendutan memilih mengerjakan lagu ini secara mandiri di studio home recording. Selain merilis lagu, mereka juga menghadirkan video musik sebagai pelengkap pengalaman menikmati karya tersebut.

Video klip “Ketika” diproduksi oleh Aprod.id dan disutradarai oleh seniman digital Atha Fawazi Bibra. Kehadiran visual tersebut diharapkan dapat memperkuat pesan yang ingin disampaikan melalui lagu. Kini, single “Ketika” sudah tersedia di berbagai platform musik digital.

Perjalanan KegendutanKegendutan. (ist)

Kegendutan yang dikenal dengan nama panggung KGDTN, merupakan band yang berawal dari project solo sang vokalis Pieter Tanggar atau akrab disapa sebagai “Gendut”. Ia memulai perjalanan pada tahun 2018 dengan aktif membuat berbagai karya dengan beragam konsep, mulai dari membuat lagu-lagu dengan unsur fenomena masyarakat sekitar yang dikemas dengan jenaka dan satir tanpa membawa unsur sara.

Gendut kemudian berkolaborasi dengan teman-teman yang sekaligus menjadi bagian dari tim untuk menciptakan karya musiknya. Pada tahun 2026 project solo yang dijalani ini sudah terbentuk menjadi band dengan formasi 4 personel yaitu Arie Ajie sebagai gitaris, Wendy sebagai keyboardist, Raditya sebagai drummer.

Lanjut Baca:

Selamat! Felicia Jadi Juara The Icon Indonesia, Vedra di Posisi Runner Up

M Altaf Jauhar, Ratnaning AsihTim RedaksiShareCopy LinkBatalkan

Add as a preferred source on Google

Pentas Bola Dunia 2026

  • Pemain Argentina Dikritik usai Tidak Ikut Bentangkan Spanduk Malvinas11 jam yang lalu
  • FIFA Pacu Kajian 64 Tim untuk Piala Dunia 20303 hari yang lalu
  • FIFA Resmi Lakukan Investigasi atas Dugaan Pelanggaran Argentina di Piala Dunia 20264 hari yang lalu
  • Breel Embolo Seharusnya Tidak Dapat Kartu Merah, IFAB Sebut VAR Lewati Protokol5 hari yang lalu
  • Pemain Tanjung Verde Gondol Penghargaan Gol Terbaik Piala Dunia 20266 hari yang lalu
  • Slavko Vincic Pilih Pensiun usai Pimpin Final Piala Dunia 20266 hari yang lalu
  • Dani Olmo Tolak Permintaan Maaf Roberto Ayala, Sebut Alasannya Tidak Benar1 minggu yang lalu
  • Cristiano Ronaldo Masuk Tim Terburuk Piala Dunia 2026, 2 Pemain Inggris Ikut Tercantum1 minggu yang lalu
  • Roberto Ayala Akui Salah Pukul Dani Olmo di Final Piala Dunia 20261 minggu yang lalu
  • FIFA Tegaskan Tak Ada Match Fixing di Piala Dunia 20261 minggu yang lalu
  • Robert Lewandowski Tidak Melihat Versi Terbaik Lamine Yamal di Piala Dunia 20261 minggu yang lalu
  • Pelaku Kekerasan Argentina di Final Piala Dunia 2026 Tidak Perlu Dihukum1 minggu yang lalu

Lihat Selengkapnya

Selamat! Felicia Jadi Juara The Icon Indonesia, Vedra di Posisi Runner Up

Felicia mengucap terima kasih kepada orang-orang yang telah mendukungnya selama kompetisi di The Icon Indonesia.

OlehM Altaf JauharDiterbitkan 04 Agustus 2026, 00:37 WIBShareCopy LinkBatalkanFelicia di The Icon Indonesia. (Instagram/ sctv)Jadi intinya…

  • Felicia dinobatkan sebagai juara The Icon Indonesia 2026, mengalahkan Vedra.
  • Kedua finalis tampil memukau, dipuji juri saat kolaborasi dengan Dewa19.
  • Felicia meraih trofi, uang tunai Rp300 juta, mobil, lagu, dan beasiswa.

Secara keseluruhan, kedua finalis tampil apik di babak Grand Final Result The Icon Indonesia. Tantangan kolaborasi bersama Dewa19 hingga penampilan solo dituntaskan Vedra dan Felicia dengan sempurna.

Pada babak kolaborasi, Vedra mendapat pujian Ahmad Dhani, atas kemampuan membawakan karyanya yang berjudul “Bukan Cinta Manusia Biasa”. Padahal Dhani menyebut lagu itu yang paling kurang dikenal dibanding hits Dewa19 lainnya.

“Lagu ini sebenarnya bukan lagu yang terkenal. Lagu ini dikenal oleh Baladewa lagu yang tidak laku. (Tapi dibawakan Vedra) Kok bagus,” ungkap Ahmad Dhani usai tampil bersama Vedra.

Penampilan Felicia pun tak kalah memukau. Tampil bersama Dewa19 membawakan “Pupus”, Felicia sukses menjadikan lagu ini terasa kekinian. Titi DJ sebagai judge pun menilai kolaborasi Felicia bersama Dewa19 terasa begitu menyatu dan tidak terlihat ada perbedaan generasi di atas panggung.

“Kalau dilihat secara keseluruhan, penampilan itu tidak ada terlihat perbedaan umur. Dewa19 walaupun sudah lama, saat tampil bersama jadi kelihatan muda mereka. Jadi Pupus 2.0. Waduh gila,” ucap Titi DJ.

Pada babak Grand Final Result The Icon Indonesia, Vedra dan Felicia sempat tampil bersama membawakan “Andaikan Kau Datang” milik legenda Band Koes Plus. Harmonisasi dan aksi yang apik menunjukkan kedua finalis memang layak berada di babak Grand Final.

 

Momen MenegangkanVedra di The Icon Indonesia. (Instagram/ sctv)

Momen mendebarkan pun tiba ketika detik-detik jawara The Icon Indonesia diumumkan. Wajah-wajah tegang terlihat jelas terpancar dari Vedra dan Felicia, menanti pengumuman itu setelah perjalanan panjang yang mereka lalui di ajang ini.

“Siapakah yang akan menjadi juara The Icon Indonesia. Apakah Felicia Tangerang, apakah Vedra Batam. Dan juara The Icon Indonesia, selamat untuk Felicia,” sahut Ananda Omesh selaku host.

Hadiah yang Diterima Felicia

Jerit histeris sontak terdengar dari para penonton, terutama bagi mereka para pendukung setia kedua grand finalis. Atas kemenangan ini, Felicia berhak atas tropi The Icon Indonesia, uang tunai Rp300 juta, satu unit mobil, lagu kemenangan dari Trinity Optima Production, serta beasiswa.

“Puji Tuhan terima kasih banyak, saya bersyukur banget nggak nyangka ada di panggung ini dan jadi pemenang. Terima kasih atas dukungannya, terima kasih banyak SCTV udah kasih Cia kesempatan sebesar ini, dan buat Mami Papi dan keluarga besar Cia. Juga untuk vocal coach aku, coach koreografer,” ucap Felicia.

Ucapan Terima Kasih untuk Pendukung

Felicia juga berterima kasih kepada para pendukung yang telah menemaninya selama menjalani The Icon Indonesia. Ia menyadari kemenangan ini bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan kariernya di industri musik.

“Terima kasih para pendukung aku di mana pun kalian berada. Pastinya ini bukan akhir tapi awal perjalanan aku. Terus dukung aku, semoga aku bisa terus berkarier dan memberkati orang lewat karya-karya aku,” pungkas Felicia.

Lanjut Baca:

Titi DJ Puji Penampilan Felicia dengan Lagu Dewa19 di Final The Icon Indonesia: Jadi Pupus 2.0

M Altaf Jauhar, Ratnaning AsihTim RedaksiShareCopy LinkBatalkan

Add as a preferred source on Google

Pentas Bola Dunia 2026

  • Pemain Argentina Dikritik usai Tidak Ikut Bentangkan Spanduk Malvinas11 jam yang lalu
  • FIFA Pacu Kajian 64 Tim untuk Piala Dunia 20303 hari yang lalu
  • FIFA Resmi Lakukan Investigasi atas Dugaan Pelanggaran Argentina di Piala Dunia 20264 hari yang lalu
  • Breel Embolo Seharusnya Tidak Dapat Kartu Merah, IFAB Sebut VAR Lewati Protokol5 hari yang lalu
  • Pemain Tanjung Verde Gondol Penghargaan Gol Terbaik Piala Dunia 20266 hari yang lalu
  • Slavko Vincic Pilih Pensiun usai Pimpin Final Piala Dunia 20266 hari yang lalu
  • Dani Olmo Tolak Permintaan Maaf Roberto Ayala, Sebut Alasannya Tidak Benar1 minggu yang lalu
  • Cristiano Ronaldo Masuk Tim Terburuk Piala Dunia 2026, 2 Pemain Inggris Ikut Tercantum1 minggu yang lalu
  • Roberto Ayala Akui Salah Pukul Dani Olmo di Final Piala Dunia 20261 minggu yang lalu
  • FIFA Tegaskan Tak Ada Match Fixing di Piala Dunia 20261 minggu yang lalu
  • Robert Lewandowski Tidak Melihat Versi Terbaik Lamine Yamal di Piala Dunia 20261 minggu yang lalu
  • Pelaku Kekerasan Argentina di Final Piala Dunia 2026 Tidak Perlu Dihukum1 minggu yang lalu

Lihat Selengkapnya