Java Jazz 2026: Warisan Nagaswara Lestarikan Lagu dari Hello hingga Siti Badriah

showbiz1 Dilihat

DermayuMagz.com – Java Jazz Festival 2026 telah usai, namun euforianya masih terasa, terutama bagi para penikmat musik. Festival yang diselenggarakan di NICE (Nusantara International Convention Exhibition) PIK 2, Tangerang, pada 29 hingga 31 Mei 2026 ini menyuguhkan beragam panggung dan special showcase.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah Nagaswara Legacy Hits di JBL Outdoor Stage pada hari terakhir. Acara ini dipersembahkan oleh RCD Records sebagai bentuk apresiasi terhadap lagu-lagu legendaris dari musisi seperti Hello hingga Siti Badriah.

Sebagai bagian dari festival musik internasional yang bergengsi, Nagaswara Legacy Hits menghadirkan interpretasi baru dari lagu-lagu hits Indonesia. Aransemen musik yang lebih modern, segar, dan relevan dihadirkan untuk menyasar pendengar masa kini.

Pentas ini menjadi titik temu antara nostalgia dan eksplorasi musikal kontemporer. Lagu-lagu yang lekat di ingatan masyarakat Indonesia dibawakan kembali dengan sentuhan sound yang terinspirasi dari city pop, pop kontemporer, R&B, hingga jazz modern.

Direktur RCD Records, Raynaldi Kertawiguna, menjelaskan bahwa keputusan kreatif ini bertujuan menciptakan pengalaman musikal yang baru tanpa menghilangkan esensi lagu orisinal. Special showcase ini dibuka dengan kolaborasi seluruh artis RCD Records.

Mereka membawakan lagu “Cari Jodoh” dari Wali. Selanjutnya, setiap artis menampilkan interpretasi unik mereka atas lagu-lagu legasi Nagaswara, yang dipadukan dengan karya orisinal mereka. Vintonic menampilkan “Semesta Asmara,” diikuti oleh aransemen baru dari lagu “Ular Berbisa” milik Hello.

Dominique Adhadiaz menghadirkan “Fokusku Kedelay,” lalu membawakan “Lelaki Cadangan” dari T2 dengan aransemen yang lebih modern. Harra menampilkan lagu “Jurus Jitu,” sebelum menyanyikan ulang “Papa Rock N Roll” dari The Dance Company.

Raynaldi Kertawiguna menyatakan, “Merupakan kehormatan bagi kami bersama para talent RCD Records, yaitu Vintonic, Harra., Dominique Adhadiaz, serta Siti Badriah, jadi bagian dari acara berskala internasional yang dinantikan setiap tahunnya.”

Kolaborasi ini menjadi impian lama yang akhirnya terwujud. Raynaldi menambahkan, “Berkolaborasi dengan Java Jazz Festival salah satu impian yang lama kami harapkan. Bagi para talent kami, momen ini menjadi dream come true yang berarti dan telah mereka nantikan sepanjang perjalanan karier.”

Penampilan ditutup dengan seluruh artis RCD Records kembali naik panggung untuk menyanyikan “Lagi Syantik” bersama penyanyi aslinya, Siti Badriah. Momen kolaborasi lintas generasi ini menjadi salah satu sorotan utama di Java Jazz 2026.

Kehadiran Nagaswara Legacy Hits di Java Jazz Festival 2026 bukan hanya sekadar pertunjukan, tetapi juga sebuah perayaan atas perjalanan musik Indonesia. Acara ini membuktikan bahwa lagu-lagu legendaris dapat terus hidup, berevolusi, dan menemukan relevansi baru di tengah dinamika musik generasi masa kini.

DermayuMagz.com – Pasangan kekasih Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penipuan travel umrah Hanania Group. Kehadiran mereka bertujuan untuk memberikan klarifikasi mengenai keterlibatan mereka dalam promosi agen travel tersebut.

Melalui kuasa hukum mereka, Sangun Ragahdo, Thariq dan Aaliyah menegaskan sikap kooperatif mereka terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Sangun menyatakan bahwa tujuan kehadiran kliennya adalah untuk menyampaikan informasi yang sebenarnya mengenai hubungan kerja sama mereka dengan Hanania Group, guna meluruskan berbagai kesalahpahaman dan informasi yang simpang siur.

Sangun Ragahdo secara tegas membantah kabar yang menyebutkan bahwa perjalanan umrah Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid bersifat gratis. Ia menjelaskan bahwa pasangan tersebut justru mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk membawa rombongan, termasuk keluarga dan staf.

“Ini mungkin yang perlu saya sampaikan. Saya gimana juga orang yang suka melihat berita-berita dari teman-teman, saya lihat ada yang bilang ternyata selama ini Thariq dan Aaliyah umrah enggak bayar. Oh enggak. Justru yang kemarin itu sudah berapa kali di-approach mereka enggak mau karena mereka mau bayar gitu lo,” ujar Sangun Ragahdo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Ia menambahkan bahwa pembayaran yang dilakukan oleh Thariq Halilintar kepada Hanania Group mencapai ratusan juta rupiah. “Pembayaran dari Thariq pun ini enggak sedikit. Kita telah membayar kepada Hanania itu mencapai hampir Rp 170 juta, Rp 160 juta sekian. Itu di luar biaya-biaya untuk di sana, untuk makan, bayar mutawif, dan lain sebagainya,” paparnya.

Thariq Halilintar menyatakan bahwa ia tidak merasa dirugikan secara finansial, terlepas dari banyaknya uang yang telah dikeluarkan. Baginya, kerugian materiil tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami oleh para korban penipuan umrah.

“Enggak ada sebandinglah dengan kerugian para korban yang ada,” ucap Thariq Halilintar.

Senada dengan Thariq, Aaliyah Massaid juga mengungkapkan rasa prihatinnya terhadap para jemaah yang telah menabung bertahun-tahun demi dapat melaksanakan ibadah umrah. Ia berharap agar hak-hak para korban dapat segera dikembalikan oleh pihak travel.

“Ya, apalagi sangat prihatin pasti yang umrah itu juga sudah menabung bertahun-tahun. Jadi kita juga sangat sedih, sangat prihatin. Karena kita juga punya orang tua yang pusing, kan yang sudah umrah menabung segala macam. Semoga banget cepat selesai. Amin. Terima kasih, ya teman-teman semua,” pungkas Aaliyah Massaid.