DermayuMagz.com – Pengalaman menyaksikan kisah Moana berlayar kini hadir lebih nyata, tidak lagi terbatas pada layar kaca, melainkan di atas dek kapal pesiar mewah Disney.
Disney Adventure menawarkan sebuah pertunjukan teater bertajuk Moana: Call of the Sea, yang memadukan panggung pertunjukan dengan keindahan laut lepas yang sesungguhnya sebagai latar belakang.
Keputusan artistik ini bertujuan untuk memperkuat atmosfer cerita Moana, yang memang berlatar belakang kebudayaan samudra Polinesia.
David Stewart, Produser Disney Cruise Line, memaparkan konsep unik di balik produksi ini saat sesi panel bersama media di Singapura pada Minggu (8/3).
Pertunjukan ini digelar di area Wayfinder Bay, sebuah ruang terbuka di bagian buritan kapal Disney Adventure, tepatnya di lantai 10.
Lokasi ini memungkinkan para pemain untuk berinteraksi langsung dengan penonton yang duduk di tribun berundak, sembari menampilkan kisah Moana.
Keberadaan langit terbuka dan hamparan laut di belakang panggung menjadikan alam sebagai bagian integral dari pertunjukan, bukan sekadar latar pasif.
“Semua elemen dalam produksi ini sangat unik. Kami menghadirkan Moana, Maui, Tamatoa, Gramma Tala, dan karakter-karakter lainnya,” ungkap David.
Durasi pertunjukan mencapai sekitar 45 menit, menampilkan lagu-lagu ikonik dari film animasi aslinya, termasuk How Far I’ll Go dan You’re Welcome.
Lagu-lagu Kakamora yang energik juga turut memeriahkan pertunjukan.
Secara naratif, pertunjukan ini menyentuh beberapa momen kunci dalam cerita Moana, seperti perjuangan Moana dalam menemukan jati diri.
Pertarungan sengit melawan Tamatoa dan transformasi Te Fiti menjadi klimaks emosional yang dihadirkan.
David Stewart menekankan bahwa setiap adegan dikemas secara ringkas namun tetap mempertahankan keindahan visualnya.
“Sesederhana apapun tampilannya, tetap ada keanggunan di setiap momennya,” tambahnya.
Tantangan terbesar dalam produksi ini adalah menggelar pertunjukan di atas dek kapal yang berpotensi basah kapan saja.
Untuk mengatasi hal ini, Disney telah menyiapkan kostum khusus yang terbuat dari bahan tahan air dan dirancang agar cepat kering.
Hal ini sangat penting mengingat pertunjukan dapat digelar dua kali dalam sehari dengan jeda waktu yang singkat.
Alas kaki para pemain juga didesain secara khusus untuk memberikan perlindungan dari genangan air saat mereka melakukan aksi panggung.
Selain itu, mikrofon yang digunakan pun merupakan perangkat tahan air untuk memastikan kualitas suara tetap optimal.
Lingkungan laut yang tidak dapat diprediksi sepenuhnya menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan peralatan.
Sebagai sentuhan autentik, replika miniatur wa’a kaulua, perahu kano bercadik ganda tradisional Polinesia, turut dihadirkan.
Perahu ini merupakan salah satu simbol paling ikonik dari film Moana.
David Stewart mengapresiasi dedikasi seluruh kru dan pemain yang telah bekerja keras untuk mewujudkan pertunjukan ini.
Ia menggambarkan pertunjukan ini sebagai sesuatu yang spektakuler sekaligus eksklusif.
Harapan utamanya adalah agar setiap tamu tidak hanya menikmati cerita Moana, tetapi juga merasakan keindahan laut yang membingkai pertunjukan dari berbagai sisi.
Pertunjukan Moana: Call of the Sea menjadi contoh nyata bagaimana Disney terus berinovasi dalam menciptakan pengalaman hiburan yang imersif.
Melalui produksi ini, alam benar-benar dijadikan sebagai panggung utama, menghadirkan pengalaman yang memukau bagi para wisatawan dunia.
Baca juga di sini: Sheila Dara Bikin Penonton Baper Jadi Model Video Musik
Di atas kapal Disney Adventure, batas antara fiksi dan realitas terasa semakin kabur, menciptakan sebuah pengalaman yang tak terlupakan.






