Siap Tayang, Film ‘Aku Harus Mati’ Ajukan Refleksi Ambisi dan Validasi

Hiburan3 Views

DermayuMagz.com – Dunia perfilman Indonesia kembali bersiap menyambut kehadiran sebuah karya terbaru yang berjudul ‘Aku Harus Mati’. Film ini dijadwalkan akan mulai menghiasi layar bioskop tanah air pada tanggal 2 April 2026.

Film yang digarap oleh sutradara Hestu Saputra ini, dengan naskah yang ditulis oleh Aroe Ama, mengangkat tema-tema yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat serta relevan dengan kondisi kekinian.

Kisah mengenai ego, ambisi, dan keinginan untuk mendapatkan pengakuan semata disajikan dalam film ‘Aku Harus Mati’ ini. Produksi ini merupakan kolaborasi antara Rollink Action dengan sentuhan produser eksekutif Irsan Yapto dan Nadya Yapto.

Keistimewaan film ini terletak pada genre horor yang dibawanya, namun dengan muatan pesan yang mendalam. Film ini mengajak penonton untuk melakukan refleksi diri dan memahami bahaya dari sekadar mengikuti keinginan tanpa pertimbangan.

“Film ‘Aku Harus Mati’ akan mengajak kita untuk berpikir, apakah mereka yang rajin flexing di media sosial, murni sukses hasil kerja keras?” ujar Executive Producer Irsan Yapto saat sesi penayangan dan konferensi pers di Jakarta, seperti dikutip pada Jumat (27/3/2026).

Film ini diperkuat oleh penampilan para aktor dan aktris berbakat, di antaranya Hana Saraswati yang memerankan karakter Mala, Amara Sophie sebagai Tiwi, dan Prasetya Agni yang berperan sebagai Nugra. Masing-masing karakter dihadirkan dengan kekuatan dan kedalaman tersendiri.

Karakter Mala digambarkan sebagai seorang yatim piatu yang tumbuh di sebuah panti asuhan. Ia terbuai oleh gemerlap kehidupan di kota besar dan sangat mendambakan validasi dari orang lain.

Keterlenaan ini membuatnya terjerat utang yang cukup besar, bahkan sampai dikejar-kejar oleh pihak penagih utang.

Baca juga di sini: Mari Menari Raya: Kolaborasi JessC dan AC Mizal dalam Lagu Raya Modern

Dalam upaya melarikan diri dari kenyataan pahit tersebut, Mala memutuskan untuk kembali ke panti asuhan tempat ia dibesarkan. Tujuannya adalah untuk bertemu dengan sahabat lamanya, Tiwi dan Nugra, serta sosok yang dianggap sebagai orang tua, yaitu Ki Jogo, yang diperankan oleh Bambang Paningron.

Namun, setibanya di panti, Mala segera menyadari bahwa dirinya berada dalam situasi yang berbahaya.

Bersama kedua sahabatnya, Mala memulai sebuah perjalanan penuh misteri. Perjalanan ini bertujuan untuk mengungkap rahasia kelam dari masa lalu sebuah keluarga yang ternyata menjadi kunci penting dalam menemukan kembali jati dirinya yang telah hilang.

“Lewat film ‘Aku Harus Mati’, kami ingin mengajak penonton untuk merenungkan kembali. bagaimana ambisi dan kebutuhan akan validasi bisa membuat seseorang kehilangan arah,” ungkap Sutradara Hestu Saputra.

Baik Hestu Saputra maupun Hana Saraswati, keduanya menekankan bahwa film ini hadir sebagai pengingat. Pengingat bahwa pesona dunia seringkali menipu pandangan kita.

Mereka juga menegaskan pentingnya memahami bahwa kesuksesan yang sesungguhnya seharusnya lahir dari proses kerja keras yang disertai dengan integritas.

“Sukses jalur kilat itu tidak ada dan tidak pernah ada,” tegas Hana Saraswati, yang memerankan karakter utama, Mala, dalam film ‘Aku Harus Mati’.