Perubahan Nama Selat Hormuz oleh Trump, Iran Beri Tanggapan Bersejarah

Berita7 Dilihat

DermayuMagz.com – Sebuah pernyataan kontroversial dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai Selat Hormuz memicu reaksi keras dari Iran, yang membalas dengan penekanan pada integritas sejarah dan identitas kawasan.

Trump membagikan sebuah gambar yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) pada 30 April lalu. Gambar tersebut menampilkan Selat Hormuz dengan nama yang diubah menjadi “Strait of Trump”.

Tindakan simbolis ini segera menuai kritik tajam dari pejabat Iran. Mantan Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Velayati, secara tegas mengkritik langkah tersebut sebagai upaya distorsi sejarah.

Iran Menegaskan Sejarah Tak Bisa Diubah

Velayati menyampaikan pandangannya dengan nada yang menyindir, menyoroti fakta sejarah panjang dan keberadaan peta-peta kuno yang telah lama mencatat nama Teluk Persia, termasuk Selat Hormuz.

Ia menyindir bahwa sebelum Amerika Serikat eksis sebagai sebuah negara, nama-nama geografis di wilayah tersebut sudah memiliki pengakuan dan legitimasi historis yang kuat.

“Sejarah tidak untuk dijual,” tegas Velayati, menekankan bahwa identitas geografis dan sejarah suatu kawasan tidak dapat diubah hanya melalui narasi sepihak, apalagi melalui media simbolis seperti gambar AI.

Selat Hormuz sendiri memiliki peran yang sangat krusial dalam perdagangan energi global. Diperkirakan sekitar sepertiga dari total pasokan minyak dunia melewati jalur perairan strategis ini, menjadikannya titik vital dalam peta geopolitik internasional.

Pernyataan Velayati juga menggarisbawahi posisi Iran yang berpandangan bahwa keamanan di kawasan tersebut merupakan tanggung jawab negara-negara yang berada di wilayah itu sendiri, bukan kekuatan dari luar.

Ia merujuk pada pidato Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang menekankan bahwa menjaga stabilitas di Selat Hormuz adalah hak sekaligus kewajiban bagi masyarakat di kawasan tersebut.

Dalam pernyataannya, Velayati menambahkan bahwa di tengah apa yang ia sebut sebagai “sirkus ancaman dan distorsi”, Iran tetap teguh pada prinsip kedaulatan dan sejarahnya.

Baca juga di sini: Marvel Ungkap Cuplikan Avengers: Doomsday, Pertemuan Wakanda dan Fantastic Four

Lebih lanjut, ia juga menyinggung adanya konflik internal di beberapa negara di luar kawasan Timur Tengah sebagai bentuk kritik tersirat terhadap pihak-pihak yang dinilai berusaha mencampuri urusan regional.