Warga dan Mahasiswa Banyuwangi Ubah Bekas Galian C Jadi Kolam Ikan

Berita7 Dilihat

DermayuMagz.com – Warga Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, berkolaborasi dengan para aktivis mahasiswa untuk mengubah lahan bekas galian C menjadi sebuah kolam budidaya ikan yang produktif.

Inisiatif ini mendapatkan dukungan penuh dari pemilik lahan, Michael Edy Hariyanto, SH, MH, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Banyuwangi. Beliau merestui agar lahan tersebut dikelola secara optimal oleh masyarakat setempat.

Pelaksanaan pengelolaan lahan ini melibatkan warga yang tergabung dalam Komunitas Masyarakat Pecinta Lingkungan Desa Badean. Mereka didampingi oleh aliansi mahasiswa dari berbagai organisasi, termasuk HMI, GMNI, dan Mukadimah Institute.

Ketua Komunitas Masyarakat Pecinta Lingkungan Desa Badean, Hadiq, menjelaskan bahwa ide pemanfaatan lahan ini muncul dari kepedulian warga. Lahan bekas galian yang kini berbentuk kolam luas tersebut sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran karena adanya insiden warga luar desa yang nekat mencari ikan tanpa mempedulikan bahaya.

“Daripada dibiarkan begitu saja, warga lebih memilih untuk memanfaatkannya. Selain berfungsi sebagai penampung air saat hujan deras untuk mencegah banjir, kolam ini juga dapat menjadi sumber air bagi pertanian saat musim kemarau,” ujar Hadiq pada Kamis (1/5/2026).

Ada rencana pengembangan area tersebut dengan konsep yang terintegrasi. Konsep ini mencakup pembangunan tambak apung, sistem aquaponik untuk budidaya selada, peternakan bebek, hingga pembangunan rumah apung.

Ke depan, lokasi ini diproyeksikan tidak hanya menjadi pusat ekonomi baru, tetapi juga dapat berkembang menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik bagi para pelajar.

Baca juga di sini: VVUP Terpesona Kelezatan Kuliner Nusantara, Nasi Padang dan Seblak Jadi Favorit

Senada dengan pandangan warga, Lurah Mukadimah Institute, Mahasin Haikal Amanullah, melihat langkah ini sebagai sebuah terobosan signifikan di Banyuwangi, khususnya dalam penanganan lahan pasca tambang.

“Kita terinspirasi dari apa yang telah dilakukan di Sumedang, di mana bekas galian berhasil diubah menjadi destinasi wisata yang unik atau ‘Hidden Gem’. Inisiatif semacam ini belum pernah terjadi sebelumnya di Banyuwangi. Mengkritisi bekas tambang saja tidaklah cukup, kita memerlukan solusi konkret dengan mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai produktif,” tegasnya.

Haikal berharap, proyek percontohan ini dapat mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi untuk mereplikasi konsep serupa dalam reklamasi lahan bekas tambang galian C di wilayah lain.

Dukungan juga datang dari Ketua GMNI Banyuwangi, Riyan Bachtiar. Beliau menyatakan kesiapannya untuk turut mengawal kreativitas warga agar dapat menghasilkan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Michael Edy Hariyanto, selaku pemilik lahan, mengungkapkan rasa bangganya terhadap inisiatif yang digagas oleh warga dan mahasiswa. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan solusi cerdas yang membawa berbagai manfaat, baik bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Ini sungguh luar biasa. Pemikiran cerdas yang mampu mendatangkan manfaat sebesar ini tentu akan mendapatkan dukungan penuh dari saya,” tandas pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi ini.

Sebagai langkah awal, dalam beberapa hari mendatang, warga dan mahasiswa akan melaksanakan kegiatan gotong royong. Mereka akan membersihkan area kolam dari lumut dan tumbuhan liar sebelum memulai proses penebaran bibit ikan.