DermayuMagz.com – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Bogor pada Jumat, 1 Mei 2026, telah menimbulkan dampak signifikan, termasuk satu korban jiwa akibat tertimpa pohon tumbang. Peristiwa ini juga menyebabkan puluhan rumah terdampak banjir dan kerusakan.
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, hujan deras yang disertai angin kencang melanda beberapa wilayah pada Jumat siang hingga sore. Kejadian ini terjadi hampir bersamaan di berbagai titik di Kabupaten Bogor.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengonfirmasi bahwa angin kencang menjadi penyebab utama sejumlah pohon tumbang di beberapa lokasi. Salah satu insiden paling tragis terjadi di Jalan Tegar Beriman, di mana sebuah pohon tumbang dan menimpa seorang warga.
Korban, yang diidentifikasi bernama Sugiharto Sukoco (41) dari Kecamatan Kemang, meninggal dunia setelah tertimpa pohon palem saat sedang melintas di Jalan Tegar Beriman sekitar pukul 14.55 WIB. Meskipun segera dilarikan ke rumah sakit, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Selain di Jalan Tegar Beriman, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di beberapa lokasi lain, termasuk Kompleks Pemda Cibinong, Kampung Curug, dan area parkir Stadion Pakansari. Beruntung, insiden di lokasi-lokasi tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Petugas BPBD bersama tim gabungan telah berupaya mengevakuasi batang pohon yang tumbang, sehingga akses jalan yang sempat terganggu kini telah kembali normal.
Banjir Merendam Puluhan Rumah
Dampak cuaca ekstrem tidak hanya berupa pohon tumbang. Di Kecamatan Bojonggede, hujan deras memicu luapan air dari Kali Baru yang mengalami penyempitan. Akibatnya, permukiman warga di Kampung Pondok Manggis, Desa Bojong Baru, terendam banjir.
Sebanyak 10 rumah yang dihuni oleh 38 jiwa terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 120 sentimeter. Adam Hamdani menjelaskan bahwa penyempitan Kali Baru menjadi faktor utama terjadinya banjir di wilayah tersebut, menyebabkan air meluap ke area pemukiman warga.
Baca juga di sini: Wiz Khalifa Divonis 9 Bulan Penjara di Rumania Akibat Hisap Ganja Saat Manggung
Sementara itu, di Kecamatan Gunungputri, angin kencang turut menimbulkan kerusakan. Tiga unit rumah di Desa Bojongkulur dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang. Sebanyak 10 jiwa dari empat kepala keluarga terdampak langsung oleh kerusakan pada bagian atap rumah mereka.
Salah satu keluarga yang terdiri dari tujuh orang terpaksa mengungsi ke tempat kerja mereka karena kondisi rumah yang sudah tidak layak huni pasca kejadian.
Penanganan Darurat dan Imbauan Kewaspadaan
Menanggapi kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Bogor mencatat bahwa kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah bantuan logistik tanggap darurat dan terpal. Terpal tersebut akan digunakan untuk menutup sementara rumah warga yang mengalami kerusakan akibat angin kencang.
Adam Hamdani menambahkan bahwa meskipun tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden di Gunungputri, perbaikan rumah warga yang rusak memerlukan penanganan lanjutan. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, bersama dengan dinas terkait dan masyarakat setempat, masih terus melakukan penanganan di lapangan.
Kegiatan penanganan darurat meliputi evakuasi pohon tumbang dan asesmen dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem. BPBD Kabupaten Bogor juga secara aktif mengimbau seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan.
Potensi cuaca ekstrem, termasuk risiko pohon tumbang dan banjir, masih mengancam wilayah tersebut. Masyarakat diminta untuk selalu siaga dan segera melaporkan jika terjadi kejadian darurat kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.






