DermayuMagz.com – Riska Mariati Putri, seorang mahasiswi semester pertama program studi S-1 Biologi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sumatera Utara (USU), berhasil membuktikan bahwa dedikasi akademis dapat berjalan seiring dengan prestasi di luar bidang studi. Di usianya yang baru menginjak 18 tahun, Riska, yang berasal dari Kabupaten Agam, kini menyandang predikat Duta Sosial Mahasiswa USU 2025.
Berdomisili di Medan, Riska menempuh pendidikan di USU dengan fokus pada Biologi. Ia membuktikan bahwa kesibukan akademis yang identik dengan laboratorium dan rutinitas perkuliahan yang padat tidak menjadi penghalang untuk meraih pencapaian di berbagai bidang. Justru, dari rutinitas tersebut, Riska belajar pentingnya disiplin waktu dan manajemen prioritas yang membentuk karakternya.
Riska mengungkapkan bahwa kesibukan bukanlah alasan untuk berhenti berkembang. Sebaliknya, ia melihat waktu yang terbatas sebagai motivasi untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi lingkungan kampusnya. Ia percaya bahwa ajang Duta Mahasiswa USU merupakan platform yang ideal untuk mengasah keterampilan, menambah pengalaman, dan memperluas jaringan dengan beragam individu.
Lebih lanjut, Riska menegaskan pandangannya bahwa seorang mahasiswa FMIPA tidak hanya dituntut unggul dalam hal akademik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk hadir, memimpin, dan memberikan dampak positif di luar lingkungan laboratorium. Baginya, menjadi Duta Sosial Mahasiswa USU adalah bukti nyata dari kemampuan tersebut.
Advokasi Pendidikan dan Literasi Digital
Sebagai seorang konten kreator dengan akun Instagram @riskamariatiputri, Riska membawa misi advokasi yang terbagi dalam dua pilar utama: pendidikan dan ruang digital. Di bidang pendidikan, ia bertekad untuk mendorong terciptanya budaya belajar yang mudah diakses oleh seluruh mahasiswa. Perspektifnya sebagai mahasiswa FMIPA yang terbiasa dengan ritme laboratorium dan penelitian menjadi landasan dalam advokasi ini.
Baca juga di sini: Comic 8: Sekuel Tayang 24 Desember
Sementara itu, di ranah digital, Riska memanfaatkan pengalamannya sebagai influencer dan konten kreator untuk menyebarkan informasi yang positif dan mengedukasi tentang penggunaan media sosial yang bertanggung jawab. Ia berharap melalui kedua fokus advokasi ini, mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang signifikan, baik di lingkungan kampus maupun di dunia maya.
Riska memandang bahwa peluang di sektor pendidikan dan digital sangatlah luas. Mulai dari kemudahan akses belajar hingga ruang kreativitas yang semakin terbuka lebar. Namun, ia juga menyadari adanya tantangan nyata, seperti kesenjangan akses informasi, penyebaran informasi yang tidak akurat, dan tekanan untuk selalu tampil sempurna di dunia maya.
Ia menekankan pentingnya bagi generasi muda untuk tetap bersikap kritis, bijak, dan mampu memanfaatkan kedua ruang tersebut untuk pertumbuhan diri. Tujuannya adalah agar tidak terjebak dalam arus negatif yang mungkin ditimbulkan oleh kemajuan teknologi dan informasi.
Jejak Prestasi dan Pengalaman Organisasi
Sebelum dinobatkan sebagai Duta Sosial Mahasiswa USU 2025, Riska Mariati Putri telah menorehkan sejumlah prestasi. Saat masih duduk di bangku SMA, ia berhasil meraih gelar Runner Up 1 Duta GenRe Putri Kabupaten Agam pada tahun 2024. Pengalaman organisasi dan kepemimpinan Riska juga terbilang kaya.
Ia aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan kemahasiswaan, termasuk terlibat sebagai panitia dalam berbagai acara. Kemampuannya sebagai Master of Ceremony (MC) dan perannya dalam kegiatan pengabdian masyarakat di kampus semakin melengkapi rekam jejaknya. Riska juga merupakan pendiri Pik-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja), sebuah inisiatif yang menunjukkan kepeduliannya terhadap isu-isu remaja.
Selain itu, Riska juga memiliki bakat di bidang seni, yaitu menyanyi dan menari, yang turut mendukung eksistensinya sebagai seorang konten kreator. Kemampuan multidisiplin ini menunjukkan bahwa Riska adalah sosok yang dinamis dan memiliki beragam talenta.
Pesan untuk Generasi Muda: Keberanian untuk Mencoba
Menutup perbincangannya, Riska menyampaikan harapan terbesarnya kepada generasi muda, khususnya kaum perempuan. Ia berpesan agar mereka berani bermimpi, berani bergerak, dan berani mengambil tanggung jawab atas setiap pilihan yang dibuat. Riska melihat bahwa generasi saat ini hidup di era yang penuh dengan kesempatan.
Setiap individu, menurutnya, memiliki potensi yang dapat dikembangkan sejauh mereka berani mencoba dan mengeksplorasinya. Ia secara khusus mengajak generasi muda untuk terus belajar, senantiasa peka terhadap lingkungan sekitar, dan menggunakan ruang digital secara bijak.
Penggunaan ruang digital yang dimaksud Riska bukan hanya untuk hiburan semata, tetapi juga sebagai sarana untuk memberikan dampak positif. Senyum manis menghiasi wajahnya saat menyampaikan pesan ini.
Riska juga mengakui bahwa perjalanan yang telah ia lalui hingga saat ini tidak terlepas dari dukungan orang-orang terdekat. Ia menyebutkan bahwa dukungan dari orang tua, kakak, dan keluarga telah memberinya kekuatan dan keyakinan, menjadi tempat ia kembali dan sekaligus tempat ia berani melangkah maju.
Ia menambahkan bahwa semua dukungan tersebut membuat langkahnya terasa lebih ringan dan perjalanannya menjadi semakin bermakna. Riska juga mengapresiasi dukungan dari orang spesial dan teman-temannya yang menjadi penyemangat di tengah kesibukannya. Keyakinannya adalah, ketika seseorang dikelilingi oleh orang-orang baik, bahkan langkah besar sekalipun akan terasa lebih ringan untuk dijalani.






