Camilan Popcorn: Dari Khas Suku Aztec hingga Jadi Favorit Bioskop

Hiburan4 Dilihat

DermayuMagz.com – Menikmati film di layar lebar terasa kurang lengkap tanpa kehadiran camilan ikonik, yaitu popcorn.

Makanan ringan ini telah menjadi teman setia penonton bioskop, bahkan dengan harga yang terkadang terasa mahal, minat untuk membelinya tetap tinggi.

Sensasi gurih dan manis yang ditawarkan popcorn memang sulit untuk ditolak, seringkali habis sebelum film usai.

Namun, di balik kepopulerannya sebagai camilan bioskop, popcorn memiliki sejarah perjalanan yang sangat panjang dan menarik.

Catatan sejarah dari Hernando Cortes, seorang pemimpin ekspedisi Spanyol yang memimpin penaklukan suku Aztec di Meksiko pada abad ke-16, mengungkapkan bahwa popcorn awalnya merupakan makanan pokok bagi suku tersebut.

Lebih dari sekadar santapan, popcorn juga memiliki makna spiritual bagi suku Aztec.

Mereka memanfaatkannya sebagai persembahan dalam berbagai upacara adat.

Bahkan, popcorn digunakan sebagai elemen dekoratif, menghiasi pakaian, dijadikan kalung, dan disematkan pada rambut mereka.

Perjalanan popcorn berlanjut hingga abad ke-19, sebuah periode yang dikenal sebagai Great Depression.

Pada masa sulit ini, ketika banyak orang kehilangan pekerjaan dan akses terhadap makanan menjadi terbatas, popcorn menjadi pilihan penyelamat.

Harganya yang terjangkau menjadikannya alternatif makanan yang dapat diandalkan di tengah tingginya harga bahan pangan lainnya.

Memasuki awal abad ke-20, popularitas popcorn terus meroket.

Puncaknya terjadi pada tahun 1930-an, ketika berondong jagung ini secara resmi diizinkan untuk dijual di bioskop-bioskop.

Pemilihan popcorn sebagai camilan bioskop bukanlah tanpa alasan.

Kepraktisannya saat dikonsumsi dan suaranya yang tidak mengganggu menjadi faktor utama.

Di tengah isu kesenjangan sosial yang marak pada masa itu, popcorn juga dianggap sebagai simbol kesetaraan.

Siapa pun yang datang ke bioskop, dari berbagai lapisan masyarakat, dapat menikmati popcorn dengan harga yang bersahabat.

Hingga saat ini, aroma khas popcorn yang menguar di sekitar bioskop terbukti secara psikologis mampu menarik perhatian dan mendorong orang untuk membelinya.

Bahkan, mengonsumsi popcorn saat menonton film seringkali tidak menimbulkan rasa bersalah.

Secara nutrisi, popcorn dianggap rendah kalori dan kaya serat.

Baca juga di sini: Neverland Project Hadir di Malang, Targetkan 15 Ribu Pengunjung

Namun, penting untuk tetap memperhatikan kandungan garam dan gula, terutama pada varian popcorn dengan rasa yang beragam.