DermayuMagz.com – Band punk rock legendaris asal Surabaya, Bling Satan, mengumumkan sebuah langkah besar yang menandai kembalinya mereka ke akar musiknya. Di tengah situasi drummer utama yang sedang sakit keras, band ini menegaskan komitmen untuk kembali merilis karya dengan nuansa punk rock era 2000-an awal, tepatnya sekitar tahun 2005.
Formasi Bling Satan saat ini terdiri dari Arief yang mengisi posisi bass dan vokal, serta Zachary Topuh yang memegang kendali gitar dan vokal. Keputusan untuk kembali ke sound awal ini diambil setelah band melalui berbagai fase eksperimen genre. Mereka ingin mengulang kembali kejayaan di masa lalu, saat mereka dikenal sebagai “Raja Pensi”.
“Kita sudah keluar lama dari pattern kita, akhirnya kita bakal balik lagi lah ya. Balik lagi ke awal kita ngeband pertama, kayak vibes album-album awal baru sekitar 2005-an ke bawah,” ujar perwakilan band, menjelaskan filosofi di balik keputusan ini.
Strategi rilis musik yang dipilih Bling Satan kali ini pun terbilang unik. Alih-alih langsung merilis sebuah album penuh, mereka akan mengawali dengan peluncuran satu atau dua single terlebih dahulu. Pendekatan ini mereka sebut sebagai “Test Konsep”, sebuah cara untuk mengukur respons pendengar sebelum melangkah ke album.
Kondisi drummer utama band menjadi sorotan utama dalam pengumuman ini. Bling Satan mengonfirmasi bahwa drummer mereka sedang menghadapi masalah kesehatan yang serius. Hal ini memaksa band untuk sementara waktu beroperasi sebagai duo, dengan bantuan dari additional player.
Namun, keputusan untuk menggunakan additional player bukan berarti mereka mencari pengganti permanen. Pernyataan yang disampaikan Arief saat tampil di Surabaya pada bulan November ini menegaskan hal tersebut. “Drummer kita sakit, sementara ini kita pake additional jadi gak tergantikan,” katanya.
Ini bukan sekadar penundaan, melainkan sebuah pernyataan emosional yang mendalam. Seluruh anggota band sepakat untuk tidak mencari pengganti tetap demi menjaga keutuhan formasi dan memberikan dukungan penuh bagi pemulihan drummer mereka. Loyalitas dan kebersamaan menjadi prioritas utama.
Meski kembali ke akar, Bling Satan tidak menutup diri terhadap perkembangan zaman. Untuk membuktikan bahwa mereka tetap relevan, band ini sedang mempersiapkan sebuah kolaborasi lintas generasi. Setelah sebelumnya berkolaborasi dengan Zevana Arga, seorang vokalis muda, kini mereka mengincar nama besar dari era yang lebih tua.
Zachary Topuh memberikan sedikit bocoran mengenai kolaborasi mendatang. “Ada lagi sih nih, yang ada rencana featuring sama yang Legend lah. Yang jelas dia Legend dari Surabaya dan lebih old school dari saya,” jelasnya, menjanjikan sebuah track kolaborasi yang epik.
Menyikapi fenomena Gen Z yang memiliki akses luas terhadap berbagai genre musik, mulai dari punk hingga hip-hop, Bling Satan memberikan pandangan yang tegas namun konstruktif. Mereka setuju bahwa eksplorasi musik itu penting, namun mengingatkan akan adanya batas.
“Dengarin aja semua genre, semua lagu. Nanti pada akhirnya, nanti dia bakal nemuin apa yang dia mau. Tapi kalau kamu cuma ikut sana-sini, nanti kamu gak punya jiwa,” tegas mereka mengenai pentingnya menemukan identitas dalam menikmati musik.
Bling Satan menekankan bahwa karakter sejati dalam bermusik baru akan ditemukan ketika seseorang berani untuk mengeksplorasi dan tidak hanya sekadar mengikuti tren atau mengalami ketakutan akan ketinggalan (FOMO). Mereka sendiri mengaku terus beradaptasi dengan cara pandang anak muda, tanpa bersikap menggurui.
Baca juga di sini: Peran Operator Desa Gus Ipul dalam Akurasi Data untuk Mengentaskan Kemiskinan
Ini menandai sebuah babak baru bagi Bling Satan. Sebuah perpaduan antara loyalitas yang tak tergoyahkan, nostalgia akan sound klasik, dan semangat untuk terus eksis di era digital yang serba cepat.






