DermayuMagz.com – Platform game populer Roblox akan menerapkan kebijakan baru yang mewajibkan verifikasi usia bagi seluruh penggunanya untuk dapat mengakses fitur obrolan (chat). Langkah ini dijadwalkan akan berlaku secara global mulai Januari 2026.
Kebijakan ini merupakan respons terhadap meningkatnya perhatian terhadap keamanan anak di dunia digital, terutama setelah Roblox menghadapi serangkaian gugatan hukum dan investigasi terkait perlindungan pengguna di bawah umur.
Sebelumnya, verifikasi usia di Roblox bersifat opsional. Namun, mulai tahun 2026, sistem ini akan diwajibkan untuk memastikan bahwa interaksi antar pengguna berjalan dalam lingkungan yang lebih aman dan terkontrol.
Roblox sendiri telah mengumumkan bahwa penerapan awal kebijakan ini akan dimulai pada awal Desember di beberapa negara terpilih. Negara-negara seperti Australia, Belanda, dan Selandia Baru akan menjadi yang pertama merasakan implementasi ini sebelum akhirnya diperluas ke seluruh dunia pada bulan Januari.
Dipicu Gugatan Keamanan Anak
Keputusan Roblox untuk mewajibkan verifikasi usia ini tidak terlepas dari tekanan hukum yang dihadapi. Jaksa Agung dari negara bagian Texas dan Louisiana, Amerika Serikat, telah melayangkan tuntutan hukum. Mereka berargumen bahwa Roblox dinilai gagal dalam melindungi pengguna anak dari berbagai risiko.
Risiko-risiko tersebut mencakup paparan terhadap konten yang tidak pantas atau eksplisit, serta potensi eksploitasi seksual yang mengintai di platform digital. Gugatan ini menjadi pemicu utama bagi Roblox untuk segera mengambil tindakan tegas.
Sebagai solusi teknis, Roblox memperkenalkan proses verifikasi usia yang memanfaatkan teknologi pemindaian wajah. Pengguna yang ingin melakukan verifikasi harus membuka aplikasi Roblox, memberikan izin akses ke kamera perangkat mereka, dan kemudian mengikuti serangkaian instruksi untuk proses pemindaian wajah.
Seluruh proses verifikasi ini akan dikelola oleh penyedia layanan pihak ketiga yang terpercaya, yaitu Persona. Perusahaan tersebut telah memberikan jaminan bahwa data visual pengguna akan dihapus setelah proses verifikasi selesai, demi menjaga privasi pengguna.
Sistem Kelompok Usia dan Pembatasan Chat
Setelah berhasil melalui proses verifikasi usia, pengguna Roblox akan dikelompokkan ke dalam enam kategori usia yang berbeda. Pengelompokan ini bertujuan untuk membatasi interaksi komunikasi secara lebih spesifik.
Adapun keenam kelompok usia tersebut adalah:
-
Pengguna di bawah usia 9 tahun.
Baca juga di sini: Fátima Bosch: Perjalanan dari Kontroversi Menuju Gelar Miss Universe 2025
-
Pengguna berusia 9 hingga 12 tahun.
-
Pengguna berusia 13 hingga 15 tahun.
-
Pengguna berusia 16 hingga 17 tahun.
-
Pengguna berusia 18 hingga 20 tahun.
-
Pengguna berusia 21 tahun ke atas.
Dengan sistem ini, pengguna hanya diizinkan untuk berkomunikasi dengan sesama pengguna yang berada dalam kelompok usia yang sama atau kelompok usia yang berdekatan. Sebagai contoh, seorang pengguna berusia 12 tahun hanya dapat berinteraksi melalui chat dengan pemain lain yang berusia maksimal 15 tahun.
Sementara itu, bagi pengguna yang berusia 16 tahun ke atas, mereka tidak akan dapat mengirim pesan atau berkomunikasi dengan kelompok usia yang lebih muda dari mereka. Pembatasan ini diterapkan untuk mencegah potensi interaksi yang tidak diinginkan.
Roblox menyatakan bahwa penerapan sistem pengelompokan usia ini merupakan langkah krusial. Tujuannya adalah untuk secara efektif mencegah terjadinya interaksi berisiko antara anak-anak dengan orang dewasa yang tidak dikenal di platform.
Inisiatif Keamanan Baru
Matt Kaufman, Kepala Keamanan Roblox, menyoroti pentingnya kebijakan baru ini. Ia menyebutkan bahwa langkah ini merupakan terobosan pertama di industri game dan media sosial yang mewajibkan estimasi usia pengguna secara teknologi sebelum mereka dapat mengakses fitur komunikasi.
Selain kebijakan verifikasi usia, Roblox juga meluncurkan inisiatif baru yang disebut “Pusat Keamanan” (Safety Center). Pusat Keamanan ini dirancang untuk menjadi sumber daya yang komprehensif bagi orang tua.
Di dalamnya, orang tua akan menemukan berbagai panduan, tips, serta alat kontrol yang dapat mereka gunakan. Tujuannya adalah untuk membantu orang tua dalam mengelola dan memantau aktivitas anak-anak mereka saat bermain dan berinteraksi di platform Roblox, sehingga menciptakan lingkungan bermain yang lebih aman dan positif.






