Amerika Serikat Pertimbangkan Penarikan Pasukan dari Jerman, Hapus Rencana Rudal Jarak Jauh

Berita9 Dilihat

DermayuMagz.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) tengah meninjau kembali rencana penempatan batalion bersenjata jarak jauh di Jerman sebagai bagian dari strategi pengurangan kehadiran militernya di negara tersebut.

Langkah ini, sebagaimana dilaporkan oleh Financial Times pada Minggu (3/5/2026), merupakan bagian dari upaya Pentagon untuk merampingkan jumlah personelnya di Eropa.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan niatnya untuk mengurangi lebih dari 5.000 tentara Amerika yang ditempatkan di Jerman. Keputusan ini muncul setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz melontarkan kritik terhadap pendekatan Trump terkait ketegangan dengan Iran.

Rencana pengurangan personel militer AS di Jerman ini dilaporkan berpotensi memengaruhi pengerahan berbagai sistem senjata strategis jarak jauh, termasuk rudal jelajah Tomahawk.

Seorang pejabat Pentagon mengindikasikan bahwa Gedung Putih kemungkinan besar akan membatalkan keputusan yang diambil oleh pemerintahan mantan Presiden Joe Biden mengenai penempatan garnisun jarak jauh di Jerman.

Sebelumnya, pada Juli 2024, pemerintahan Joe Biden dan Pemerintah Jerman telah mencapai kesepakatan mengenai penempatan bertahap senjata presisi tinggi milik AS di Jerman yang dijadwalkan mulai tahun 2026.

Senjata-senjata tersebut mencakup rudal standar SM-6, rudal jelajah subsonik Tomahawk, serta pengembangan rudal hipersonik.

Namun, rencana pengerahan senjata ini telah memicu ketegangan di kawasan internasional.

Pada Oktober 2025, Presiden Rusia Vladimir Putin telah memberikan peringatan bahwa Moskow akan merespons secara serius jika wilayahnya menjadi sasaran serangan rudal Tomahawk.

Putin juga menekankan bahwa diskusi mengenai penyediaan rudal Tomahawk, termasuk potensi penggunaannya dalam konflik Ukraina, merupakan tindakan eskalasi yang berbahaya.

Baca juga: Gagasan Masa Depan Inklusif bagi ABK oleh dr. Hanna Gabriella

Ia menambahkan bahwa respons Rusia terhadap situasi tersebut bisa jadi bersifat “serius, bahkan mungkin mengejutkan.”