Disbudpar Pastikan Mobil Berpelat L Rusak di Villa Wedi Awu Malang Sambil Menunggu Hasil Investigasi

Berita6 Dilihat

DermayuMagz.com – Jagad maya baru-baru ini diramaikan oleh peredaran video yang menunjukkan insiden perusakan sebuah mobil berpelat L milik warga Surabaya. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan sekitar Pantai Wedi Awu, Kabupaten Malang, pada Selasa (5/5/2026) dini hari dan sontak menarik perhatian publik setelah menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Informasi awal mengenai kejadian ini mulai menyebar melalui akun fanbase suporter sepak bola, @KitaBonek. Akun tersebut mengklaim menerima laporan langsung dari korban perusakan. Dalam unggahan yang beredar, disebutkan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 03.00 WIB.

Sasaran perusakan adalah kendaraan milik rombongan asal Surabaya yang tengah mengadakan kegiatan komunitas di sebuah vila di kawasan Malang selatan. “Kendaraan yang dirusak milik teman-teman komunitas di Surabaya yang mengadakan gathering di villa sekitaran Pantai Wedi Awu,” demikian bunyi narasi yang diunggah oleh akun tersebut.

Lebih lanjut, narasi yang beredar juga menyebutkan bahwa jumlah pelaku perusakan mencapai ratusan orang. Hal ini tentu saja memicu kekhawatiran tersendiri di kalangan masyarakat, mengingat skala kejadian yang disebutkan.

Menanggapi maraknya informasi dan perhatian publik terhadap insiden ini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, akhirnya memberikan konfirmasi. Ia membenarkan adanya kejadian perusakan tersebut.

Namun, Firmando menegaskan bahwa kasus ini tidak ditangani oleh Disparbud, melainkan masih dalam proses penyidikan oleh pihak kepolisian. “Saat ini masih menunggu penyidikan pihak kepolisian, sudah ada penanganan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Baca juga: Geriatri RSUD Indramayu Raih Penghargaan dari LLI Jabar

Dalam keterangannya, Firmando juga berusaha meluruskan beberapa informasi yang beredar. Ia mengklarifikasi bahwa lokasi kejadian perusakan tidak berada langsung di area Pantai Wedi Awu, melainkan di sebuah vila yang lokasinya berada di sekitar kawasan pantai tersebut. “Kejadian di villa, tidak di pantai. Karena berjarak,” jelasnya.

Firmando menambahkan bahwa aktivitas wisata di Pantai Wedi Awu sendiri dilaporkan tetap berjalan normal dan tidak mengalami dampak signifikan akibat insiden perusakan tersebut. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pariwisata di kawasan Malang selatan tetap kondusif.

Sementara itu, pihak kepolisian masih terus mendalami informasi yang beredar. Fokus penyidikan saat ini adalah untuk mengumpulkan bukti, mengidentifikasi pelaku, serta memastikan motif di balik perusakan tersebut. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Insiden perusakan mobil ini memang cukup menyita perhatian, terutama karena menyangkut aspek keamanan di salah satu destinasi wisata favorit di Malang selatan. Pemerintah daerah melalui Disparbud menyatakan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan aparat keamanan.

Tujuannya adalah untuk menjaga dan memastikan kondusivitas kawasan wisata. Upaya ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para wisatawan yang berkunjung ke Malang selatan.